alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Efek Vaksin Dosis Keempat Hanya Jarem, Tak sampai Demam Tinggi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Blambangan kemarin (8/8) mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Vaksin jenis Moderna tersebut kembali diberikan untuk memperkuat imunitas para nakes yang berada di garda terdepan penanganan virus korona.

Pemberian vaksin dosis keempat atau booster kedua ini berjarak satu tahun sejak vaksinasi ketiga nakes di Banyuwangi yang dimulai pada 18 Agustus 2021 lalu. Pada vaksin keempat, nakes hanya mendapatkan separo dosis atau 0,25 mili saja. ”Vaksin keempat ini, KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) tidak seperti yang dirasakan vaksin ketiga atau booster kesatu. Hanya ada mual, sedikit demam, dan nyeri. Tidak sesakit yang sebelumnya,” ungkap vaksinator RSUD Blambangan, Indra.

Baca Juga :  Tiga Perangkat Desa Sarongan Jalani Swab

Di RSUD Blambangan ada total 699 tenaga kesehatan yang terdiri direksi, manajemen, dokter, perawat, bidan, dan karyawan. Vaksinasi dibagi tiga hari, mulai Senin (8/8) hingga Rabu (10/8). ”Teknisnya sama dengan vaksin-vaksin sebelumnya. Sebelum divaksin, nakes diperiksa dulu kondisi kesehatanya. Baru setelah itu divaksin. Hari pertama ada 230 nakes yang mendapat vaksin,” jelasnya.

Mohamad, nakes lainnya menambahkan, KIPI untuk vaksinasi keempat jauh menurun dibanding vaksin ketiga. Mohamad tetap bisa bekerja meski sudah mendapatkan vaksin booster kedua. ”Cuma njarem saja, tidak sampai demam tinggi,” ujarnya.

Plt Kadinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, saat ini stok vaksin masih cukup banyak. Vaksinasi booster kedua segera dilakukan kepada para tenaga kesehatan. Amir menambahkan, dari beberapa riset, ada kecenderungan penurunan imunitas vaksin setelah mencapai enam bulan, terutama untuk vaksin jenis Sinovac.

Baca Juga :  510 Kg Beras Disalurkan untuk Tukang Pijat Terdampak PPKM

Mayoritas nakes menggunakan vaksin jenis Moderna yang memiliki masa imunitas lebih panjang daripada jenis Sinovac. ”Ada 1.000 dosis Moderna yang kita sediakan di awal. Kita juga mengejar vaksinasi booster untuk masyarakat umum,” pungkas Amir. (fre/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Blambangan kemarin (8/8) mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Vaksin jenis Moderna tersebut kembali diberikan untuk memperkuat imunitas para nakes yang berada di garda terdepan penanganan virus korona.

Pemberian vaksin dosis keempat atau booster kedua ini berjarak satu tahun sejak vaksinasi ketiga nakes di Banyuwangi yang dimulai pada 18 Agustus 2021 lalu. Pada vaksin keempat, nakes hanya mendapatkan separo dosis atau 0,25 mili saja. ”Vaksin keempat ini, KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) tidak seperti yang dirasakan vaksin ketiga atau booster kesatu. Hanya ada mual, sedikit demam, dan nyeri. Tidak sesakit yang sebelumnya,” ungkap vaksinator RSUD Blambangan, Indra.

Baca Juga :  40 Klinik Tes Antigen di Ketapang Dicap Ilegal

Di RSUD Blambangan ada total 699 tenaga kesehatan yang terdiri direksi, manajemen, dokter, perawat, bidan, dan karyawan. Vaksinasi dibagi tiga hari, mulai Senin (8/8) hingga Rabu (10/8). ”Teknisnya sama dengan vaksin-vaksin sebelumnya. Sebelum divaksin, nakes diperiksa dulu kondisi kesehatanya. Baru setelah itu divaksin. Hari pertama ada 230 nakes yang mendapat vaksin,” jelasnya.

Mohamad, nakes lainnya menambahkan, KIPI untuk vaksinasi keempat jauh menurun dibanding vaksin ketiga. Mohamad tetap bisa bekerja meski sudah mendapatkan vaksin booster kedua. ”Cuma njarem saja, tidak sampai demam tinggi,” ujarnya.

Plt Kadinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, saat ini stok vaksin masih cukup banyak. Vaksinasi booster kedua segera dilakukan kepada para tenaga kesehatan. Amir menambahkan, dari beberapa riset, ada kecenderungan penurunan imunitas vaksin setelah mencapai enam bulan, terutama untuk vaksin jenis Sinovac.

Baca Juga :  Cegah Penularan Lebih Luas, Pasar Banyuwangi Lockdown

Mayoritas nakes menggunakan vaksin jenis Moderna yang memiliki masa imunitas lebih panjang daripada jenis Sinovac. ”Ada 1.000 dosis Moderna yang kita sediakan di awal. Kita juga mengejar vaksinasi booster untuk masyarakat umum,” pungkas Amir. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/