alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Penyakit Jantung Koroner

PENYAKIT jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat atau mengalami penyempitan akibat terjadi penumpukan plak kolesterol di dinding pembuluh darah. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang, yang kemudian memicu gejala jantung koroner seperti nyeri dada, keringat dingin, mual dan sesak napas. Bila gejala jantung koroner tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya dan memicu serangan jantung.

Ada banyak penyebab yang bisa menimbulkan penyakit jantung koroner antara lain, tekanan darah tinggi, kolesterol dan trigliserida tinggi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok. Faktor-faktor inilah yang dapat merusak dinding pembuluh darah arteri. Saat arteri rusak, plak akan lebih mudah menempel pada dinding arteri dan lambat laun terjadi penebalan pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan. Penyempitan pembuluh kemudian akan menghambat aliran darah ke jantung. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pengurangan asupan darah ke otot jantung, dan inilah yang kita sebut dengan penyakit jantung koroner.

Berkurangnya asupan darah ke jantung mungkin saja tidak menimbulkan gejala apa pun pada awalnya. Bila berat baru akan menimbulkan gejala dada atau biasa disebut angina muncul akibat berkurangnya suplai darah ke otot jantung. Nyeri dada dapat berlangsung beberapa menit, dan biasanya muncul karena dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Sakit yang dialami akibat angina juga beragam. Angina ringan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sakit maag. Tetapi, serangan angina berat dapat menimbulkan nyeri dada seperti tertindih. Sensasi nyeri dada tersebut bisa menyebar ke lengan, leher, dagu, perut, dan punggung.

Serangan jantung terjadi ketika plak pada arteri pecah secara tiba-tiba dan menyebabkan pembuluh darah koroner tersumbat sepenuhnya. Kondisi ini harus segera ditangani, agar tidak terjadi kerusakan permanen pada otot jantung. Nyeri akibat serangan jantung serupa dengan angina. Hanya, nyeri pada serangan jantung akan terasa lebih berat, dan dapat terjadi walaupun penderita sedang beristirahat.

Gejala serangan jantung bisa berupa nyeri yang menjalar dari dada ke lengan, dagu, leher, perut, dan punggung. Nyeri tersebut dapat berlangsung selama lebih dari 15 menit. Selain gejala tadi, penderita juga bisa mengalami pusing, berkeringat, mual, dan tubuh terasa lemas. Serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba, terutama pada penderita diabetes dan lansia.

Penderita penyakit jantung koroner juga dapat mengalami gagal jantung, bila jantung terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan darah menumpuk di paru-paru, sehingga penderita mengalami sesak napas. Gagal jantung dapat terjadi seketika (akut), atau berkembang secara bertahap (kronis).

Penyakit jantung koroner bisa dialami oleh siapa saja, tanpa terkecuali. Penyakit jantung kronis menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian di dunia. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena gangguan ini dengan mengurangi faktor risiko. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyakit jantung koroner adalah usia lanjut, jenis kelamin, genetik, kebiasaan merokok, riwayat kesehatan dan trauma atau stres.

Cara melindungi diri dari penyakit jantung koroner adalah dengan menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap normal. Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkan kondisi tersebut yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Batasi konsumsi makanan berkadar garam tinggi karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Kemudian rajin berolahraga kurang lebih 30 menit setiap hari. Olahraga rutin juga akan menyehatkan jantung dan sistem peredaran darah, menurunkan kadar kolesterol, mempertahankan tekanan darah yang normal, serta menjaga berat badan tetap normal.

Yang terakhir dengan berhenti merokok. Berhenti merokok berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan risiko Anda terhadap penyakit jantung koroner maupun penyakit berbahaya lainnya.

Salah satu cara penegakan diagnosa penyakit jantung koroner adalah dengan tindakan angiografi koroner atau biasa kita sebut dengan katerisasi jantung. Angiografi koroner merupakan pemeriksaan untuk melihat kondisi pembuluh darah koroner di jantung. Melalui angiografi jantung, kita dapat mengetahui bila terdapat penyumbatan pada aliran darah ke otot jantung.

Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan kontras ke dalam pembuluh darah jantung. Dengan bantuan cairan kontras, mesin foto Rontgen dapat menangkap rangkaian gambaran pembuluh darah jantung secara jelas, beserta aliran darahnya, dan menampilkannya di monitor. Jika pada saat pemeriksaan ditemukan ada penyumbatan pembuluh arteri, maka dapat dilakukan prosedur angioplasti koroner atau memasang ring (stent).

Pemasangan ring atau stent jantung, yaitu tabung logam yang dimasukkan ke arteri koroner. Prosedur ini bertujuan melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung.

Sebagai rumah sakit rujukan di kabupaten banyuwangi, RSUD Blambangan merupakan rumah sakit satu-satunya yang telah memiliki ruang cathlab (catheterization laboratory )sejak tahun 2018. Pemeriksaan yang bisa dilakukan di ruang cathlab seperti angiografi koroner, percutaneus coronary intervention / pasang stent jantung, pace maker /pemasangan alat pacu jantung. Dengan layanan ini, mempercepat penanganan kegawat-daruratan pasien di bidang kardivaskuler. Pasien tidak perlu lagi harus ke luar kota untuk dirujuk, kecuali pada kasus-kasus tertentu. (*)

 

*) Dokter spesialis jantung di RSUD Blambangan Banyuwangi.

PENYAKIT jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat atau mengalami penyempitan akibat terjadi penumpukan plak kolesterol di dinding pembuluh darah. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang, yang kemudian memicu gejala jantung koroner seperti nyeri dada, keringat dingin, mual dan sesak napas. Bila gejala jantung koroner tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya dan memicu serangan jantung.

Ada banyak penyebab yang bisa menimbulkan penyakit jantung koroner antara lain, tekanan darah tinggi, kolesterol dan trigliserida tinggi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok. Faktor-faktor inilah yang dapat merusak dinding pembuluh darah arteri. Saat arteri rusak, plak akan lebih mudah menempel pada dinding arteri dan lambat laun terjadi penebalan pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan. Penyempitan pembuluh kemudian akan menghambat aliran darah ke jantung. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pengurangan asupan darah ke otot jantung, dan inilah yang kita sebut dengan penyakit jantung koroner.

Berkurangnya asupan darah ke jantung mungkin saja tidak menimbulkan gejala apa pun pada awalnya. Bila berat baru akan menimbulkan gejala dada atau biasa disebut angina muncul akibat berkurangnya suplai darah ke otot jantung. Nyeri dada dapat berlangsung beberapa menit, dan biasanya muncul karena dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Sakit yang dialami akibat angina juga beragam. Angina ringan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sakit maag. Tetapi, serangan angina berat dapat menimbulkan nyeri dada seperti tertindih. Sensasi nyeri dada tersebut bisa menyebar ke lengan, leher, dagu, perut, dan punggung.

Serangan jantung terjadi ketika plak pada arteri pecah secara tiba-tiba dan menyebabkan pembuluh darah koroner tersumbat sepenuhnya. Kondisi ini harus segera ditangani, agar tidak terjadi kerusakan permanen pada otot jantung. Nyeri akibat serangan jantung serupa dengan angina. Hanya, nyeri pada serangan jantung akan terasa lebih berat, dan dapat terjadi walaupun penderita sedang beristirahat.

Gejala serangan jantung bisa berupa nyeri yang menjalar dari dada ke lengan, dagu, leher, perut, dan punggung. Nyeri tersebut dapat berlangsung selama lebih dari 15 menit. Selain gejala tadi, penderita juga bisa mengalami pusing, berkeringat, mual, dan tubuh terasa lemas. Serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba, terutama pada penderita diabetes dan lansia.

Penderita penyakit jantung koroner juga dapat mengalami gagal jantung, bila jantung terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan darah menumpuk di paru-paru, sehingga penderita mengalami sesak napas. Gagal jantung dapat terjadi seketika (akut), atau berkembang secara bertahap (kronis).

Penyakit jantung koroner bisa dialami oleh siapa saja, tanpa terkecuali. Penyakit jantung kronis menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian di dunia. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena gangguan ini dengan mengurangi faktor risiko. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyakit jantung koroner adalah usia lanjut, jenis kelamin, genetik, kebiasaan merokok, riwayat kesehatan dan trauma atau stres.

Cara melindungi diri dari penyakit jantung koroner adalah dengan menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap normal. Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkan kondisi tersebut yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Batasi konsumsi makanan berkadar garam tinggi karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Kemudian rajin berolahraga kurang lebih 30 menit setiap hari. Olahraga rutin juga akan menyehatkan jantung dan sistem peredaran darah, menurunkan kadar kolesterol, mempertahankan tekanan darah yang normal, serta menjaga berat badan tetap normal.

Yang terakhir dengan berhenti merokok. Berhenti merokok berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan risiko Anda terhadap penyakit jantung koroner maupun penyakit berbahaya lainnya.

Salah satu cara penegakan diagnosa penyakit jantung koroner adalah dengan tindakan angiografi koroner atau biasa kita sebut dengan katerisasi jantung. Angiografi koroner merupakan pemeriksaan untuk melihat kondisi pembuluh darah koroner di jantung. Melalui angiografi jantung, kita dapat mengetahui bila terdapat penyumbatan pada aliran darah ke otot jantung.

Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan kontras ke dalam pembuluh darah jantung. Dengan bantuan cairan kontras, mesin foto Rontgen dapat menangkap rangkaian gambaran pembuluh darah jantung secara jelas, beserta aliran darahnya, dan menampilkannya di monitor. Jika pada saat pemeriksaan ditemukan ada penyumbatan pembuluh arteri, maka dapat dilakukan prosedur angioplasti koroner atau memasang ring (stent).

Pemasangan ring atau stent jantung, yaitu tabung logam yang dimasukkan ke arteri koroner. Prosedur ini bertujuan melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung.

Sebagai rumah sakit rujukan di kabupaten banyuwangi, RSUD Blambangan merupakan rumah sakit satu-satunya yang telah memiliki ruang cathlab (catheterization laboratory )sejak tahun 2018. Pemeriksaan yang bisa dilakukan di ruang cathlab seperti angiografi koroner, percutaneus coronary intervention / pasang stent jantung, pace maker /pemasangan alat pacu jantung. Dengan layanan ini, mempercepat penanganan kegawat-daruratan pasien di bidang kardivaskuler. Pasien tidak perlu lagi harus ke luar kota untuk dirujuk, kecuali pada kasus-kasus tertentu. (*)

 

*) Dokter spesialis jantung di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/