Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Partisipasi Masyarakat Ikut Vaksin Menurun

09 Oktober 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Partisipasi Masyarakat Ikut Vaksin Menurun

BERI MOTIVASI: Bupati Ipuk Fiestiandani menyapa ibu hamil ketika menunggu giliran disuntik vaksin di Pena Cafe Jawa Pos Radar Banyuwangi beberapa waktu lalu.. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI Upaya Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Bumi Blambangan menemui ”batu sandungan”. Sasaran yang datang ke fasilitas kesehatan untuk melakukan vaksinasi turun signifikan dalam sepekan terakhir.

Tidak tanggung-tanggung, penurunan tingkat kesadaran sasaran vaksinasi untuk mengakses vaksin mencapai sekitar 50 persen dibanding pekan lalu. Untuk itu, satgas kabupaten mengingatkan jajaran satgas kecamatan dan desa untuk proaktif menggerakkan sasaran vaksinasi ke fasilitas kesehatan (faskes) maupun tempat-tempat layanan vaksinasi.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, beberapa pekan lalu capaian vaksinasi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini rata-rata sudah mencapai 14 ribu orang per hari. Namun, dalam sepekan terakhir hambatan mulai muncul. ”Faskes sudah kesulitan mendatangkan sasaran ke tempat layanan vaksinasi,” ujar pria yang karib disapa Rio tersebut kemarin (7/10).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 35 Pasien

Rio menuturkan, pihaknya mengambil langkah agar percepatan vaksinasi tetap bisa berjalan sesuai harapan. Salah satunya mendorong satgas kecamatan dan satgas tingkat desa dan kelurahan. Camat dan kepala desa maupun lurah diharapkan bisa membantu sepenuhnya proses pendataan sasaran plus menggerakkan sasaran ke layanan vaksinasi. ”Karena laporan puskesmas data sasaran yang direncanakan tidak sesuai dengan jumlah sasaran yang benar-benar datang dan kemudian berhasil mendapatkan vaksinasi. Angkanya bisa 50 persen antara data yang ada dengan yang datang,” tegasnya.

Kondisi ini, menurut Rio terjadi di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Oleh karena itu, pihaknya meminta peran aktif dari seluruh camat, kades, dan lurah serta elemen lain, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk ikut membantu sepenuhnya menggerakkan sasaran ke tempat layanan vaksinasi.

Langkah lainnya, satgas akan melakukan vaksinasi di tempat-tempat tertentu pada kelompok sasaran tertentu. Contohnya di pusat perbelanjaan, ke depan direncanakan ada tim yang datang ke pusat perbelanjaan dan menjaring masyarakat yang belum melakukan vaksinasi. Hal serupa juga akan dilakukan terhadap kelompok sasaran lain seperti karyawan pabrik, sekolah, pondok pesantren, dan perkebunan. ”Itu kan relatif mudah. Artinya kelompok sasaran yang sudah ngumpul,” tegasnya.

Bukan itu saja, satgas juga akan melaksanakan vaksinasi door to door di seluruh wilayah. Vaksinasi door to door ini akan mengedepankan kolaborasi antara puskesmas, relawan vaksinator, kelurahan, dan kecamatan di-back up TNI dan Polri untuk jemput bola melakukan vaksinasi bagi mereka yang belum divaksin. ”Itu tiga upaya yang kita lakukan atas munculnya kendala atau kesulitan mendatangkan ke tempat pelayanan vaksinasi,” tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasar data pada dashboard penanganan Covid-19 di Banyuwangi, hingga Rabu (6/10) total warga yang sudah mendapat vaksinasi tahap 1 sebanyak 737.558 orang alias sebesar 55,03 persen dari total sasaran sebanyak 1.340.222 orang. Sedangkan berdasar data manual satgas, jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi tahap dosis satu hingga periode yang sama telah mencapai 745.064 orang atau setara 55,59 persen dari total sasaran.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia