alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

254.180 Vaksin AstraZeneca untuk Lansia dan Layanan Publik

RadarBanyuwangi.id – Upaya Dinas Kesehatan Banyuwangi mengajukan suplai vaksin direspons oleh Kementerian Kesehatan. Kemarin malam (5/5) sebanyak 254.180 dosis vaksin jenis AstraZeneca tiba di Labkesda Banyuwangi.

Vaksin yang tersimpan dalam 25.418 vial itu langsung disimpan di lemari pendingin. Rencananya hari ini vaksin tersebut akan didistribusikan ke seluruh puskesmas yang ada di Banyuwangi. ”Kemarin sudah tiba 250 ribu vaksin. Ini yang terbanyak yang pernah kita datangkan. Kami berharap bisa menjangkau semua sasaran tahap dua,” ujar Kepala Dinkes Banyuwangi dr Widji Lestariono.

Dokter yang akrab disapa Rio itu menuturkan, 250 ribu vaksin tersebut akan dialokasikan untuk dua sasaran vaksinasi tahap dua, yaitu lansia dan petugas pelayanan publik. Khusus untuk lansia akan dialokasikan 150 ribu dosis. Artinya ada 150 ribu sasaran lansia yang akan segera mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Tahap Pertama, Banyuwangi Kebagian 3.040 Dosis Vaksin

Barulah sisanya akan digunakan untuk vaksinasi bagi pelayan publik, termasuk perangkat desa, kepala dusun, hingga kader posyandu. ”Kita baru menuntaskan vaksinasi untuk 25 ribu pelayan publik dari total 70 ribu sasaran. Sedangkan lansia, jika melihat data pusat, ada 78 ribu orang yang menjadi sasaran. Namun, dari data Adminduk Banyuwangi, ada 232 ribu lansia,” jelas Rio.

Dari 250 ribu vaksin tersebut seluruhnya akan digunakan sebagai dosis pertama suntikan vaksinasi. Berarti nanti sebelum dua bulan, akan ada lagi kiriman vaksin AstraZeneca ke Banyuwangi untuk dosis yang kedua. ”Kalau seperti ini lebih enak. Semua yang datang akan disuntikkan untuk dosis pertama. Nanti datang lagi untuk dosis kedua, AstraZeneca ini jarak antarvaksin satu dengan lainnya maksimal bisa sampai dua bulan,” imbuh Rio.

Baca Juga :  Nyeri di Dada, Awas Gejala Jantung Koroner

Meski beberapa negara menolak vaksin AstraZeneca karena dianggap menimbulkan kejadian ikutan pasaca imunisasi (KIPI) yang buruk, pihaknya meyakini vaksin ini aman. Rio menyebut, mereka yang pernah divaksin AstraZeneca beberapa waktu lalu tidak mengalami KIPI. Semuanya dalam kondisi sehat. ”Semoga ini bisa menjadi cara kita menekan penularan virus Covid-19 di Banyuwangi. Kita targetkan vaksinasi tuntas akhir Juni nanti,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Upaya Dinas Kesehatan Banyuwangi mengajukan suplai vaksin direspons oleh Kementerian Kesehatan. Kemarin malam (5/5) sebanyak 254.180 dosis vaksin jenis AstraZeneca tiba di Labkesda Banyuwangi.

Vaksin yang tersimpan dalam 25.418 vial itu langsung disimpan di lemari pendingin. Rencananya hari ini vaksin tersebut akan didistribusikan ke seluruh puskesmas yang ada di Banyuwangi. ”Kemarin sudah tiba 250 ribu vaksin. Ini yang terbanyak yang pernah kita datangkan. Kami berharap bisa menjangkau semua sasaran tahap dua,” ujar Kepala Dinkes Banyuwangi dr Widji Lestariono.

Dokter yang akrab disapa Rio itu menuturkan, 250 ribu vaksin tersebut akan dialokasikan untuk dua sasaran vaksinasi tahap dua, yaitu lansia dan petugas pelayanan publik. Khusus untuk lansia akan dialokasikan 150 ribu dosis. Artinya ada 150 ribu sasaran lansia yang akan segera mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Nenek Ini Harus Jalani Vaksin di Kamar Mandi Koramil Purwoharjo

Barulah sisanya akan digunakan untuk vaksinasi bagi pelayan publik, termasuk perangkat desa, kepala dusun, hingga kader posyandu. ”Kita baru menuntaskan vaksinasi untuk 25 ribu pelayan publik dari total 70 ribu sasaran. Sedangkan lansia, jika melihat data pusat, ada 78 ribu orang yang menjadi sasaran. Namun, dari data Adminduk Banyuwangi, ada 232 ribu lansia,” jelas Rio.

Dari 250 ribu vaksin tersebut seluruhnya akan digunakan sebagai dosis pertama suntikan vaksinasi. Berarti nanti sebelum dua bulan, akan ada lagi kiriman vaksin AstraZeneca ke Banyuwangi untuk dosis yang kedua. ”Kalau seperti ini lebih enak. Semua yang datang akan disuntikkan untuk dosis pertama. Nanti datang lagi untuk dosis kedua, AstraZeneca ini jarak antarvaksin satu dengan lainnya maksimal bisa sampai dua bulan,” imbuh Rio.

Baca Juga :  Polresta Banyuwangi Gelar Vaksinasi untuk Nalayan

Meski beberapa negara menolak vaksin AstraZeneca karena dianggap menimbulkan kejadian ikutan pasaca imunisasi (KIPI) yang buruk, pihaknya meyakini vaksin ini aman. Rio menyebut, mereka yang pernah divaksin AstraZeneca beberapa waktu lalu tidak mengalami KIPI. Semuanya dalam kondisi sehat. ”Semoga ini bisa menjadi cara kita menekan penularan virus Covid-19 di Banyuwangi. Kita targetkan vaksinasi tuntas akhir Juni nanti,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/