Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Klinik Layanan Rapid Test Kembali Menjamur

08 Oktober 2021, 16: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Klinik Layanan Rapid Test Kembali Menjamur

FOTO ILUSTRASI: Randi Hasan menjalani rapid antigen di salah satu klinik di Banyuwangi. (Rahman Bayu Saksono/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

KALIPURO – Keberadaan klinik layanan rapid test antigen di depan Pelabuhan ASDP Ketapang kembali menjamur. Maraknya klinik dadakan tersebut mengundang perhatian Satgas Covid-19. Tidak lama lagi satgas akan menertibkan klinik yang melanggar aturan tersebut.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi pemalsuan surat keterangan hasil rapid test. Dua bulan lalu, gerai layanan rapid test sudah ditertibkan. Kala itu sejumlah penyedia layanan tes cepat diketahui melanggar izin. Selain itu, petugas yang melayani dinilai tidak kompeten di bidangnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, layanan rapid test antigen bisa dengan mudah ditemui di sepanjang jalur depan Pelabuhan ASDP sampai LCM Ketapang. Tarif yang ditawarkan di kisaran Rp 80 ribu.

Baca juga: RSU Bhakti Husada Penuhi Gizi Pasien Diabetes

Wakil Satgas Covid-19 Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi soal maraknya kembali layanan rapid test belakangan ini. ”Kita sudah dapat informasi soal maraknya penyedia rapid test antigen tersebut. Nanti akan kita sidak lagi bersama jajaran terkait,” tegasnya.

Sebelum penertiban, Eros akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Polresta Banyuwangi. Penertiban akan dilaksanakan secepatnya. ”Dalam waktu dekat akan kita sidak secepatnya,” ujarnya.

Apabila nanti ditemukan tempat layanan rapid test yang tak sesuai akan ditindak tegas. Hal ini demi melindungi masyarakat yang mengajukan surat negatif dari Covid-19. ”Sanksi menjadi ranahnya kawan-kawan kepolisian. Mereka yang punya kewenangan untuk mengambil langkah hukum,” tegasnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengaku masih akan melakukan koordinasi bersama dengan sejumlah pihak. ”Kita masih melakukan koordinasi bersama dengan seluruh instansi terkait,” kata Nasrun.

Sebelumnya, sepuluh klinik kesehatan yang mengeluarkan surat bebas Covid-19 di sekitar Pelabuhan ASDP Ketapang disidak aparat gabungan, Sabtu (17/7). Klinik tersebut diduga tidak mengantongi izin praktik serta melanggar aturan.

Klinik tersebut melakukan praktik tanpa petugas medis yang kompeten. Hasil sidak Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, sebagian klinik tidak menyediakan paramedis yang kompeten untuk melakukan pengambilan sampel swab test.

Sidak dipimpin Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis bersama aparat gabungan dan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi. Dalam sidak tersebut, mereka menyisir satu per satu tempat praktik. Setiap klinik diminta menunjukkan surat izin praktik (SIP) dan surat tanda registrasi (STR). Hasilnya, beberapa klinik di antaranya tidak bisa menunjukkan SIP maupun STR.

(bw/rio/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia