alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Siswa SD Disuntik Vaksin Difteri dan Tetanus

JawaPos.com – Siswa sekolah dasar (SD) di Banyuwangi kemarin (6/11) mulai datang ke sekolah. Bukan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, melainkan untuk mengikuti vaksinasi difteri dan tetanus.

Pemberian vaksin difteri dan tetanus salah satunya di SDN 4 Penganjuran. Siswa datang didampingi orang tuanya. Di dalam kelas, petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap bersiap dengan serum dan alat suntik.    

Beberapa siswa yang awalnya tampak senang karena bisa datang ke sekolah mendadak wajahnya berubah pucat. Ada yang harus didampingi guru hingga kepala sekolahnya agar mau disuntik petugas kesehatan. ”Ini vaksinasi rutin setiap tahun. Yang divaksin siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 5. Ada yang mendapat vaksin difteri, vaksin tetanus, dan vaksin lanjutan dari dua vaksin sebelumnya,” ujar Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih.

Untuk mencegah penumpukan siswa di sekolah, pihak sekolah menerapkan sistem drive thru kepada siswa yang datang. Siswa tak perlu menunggu lama karena bisa langsung disuntik vaksin oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Sobo. ”Sekolah tidak memaksa siswa untuk ikut vaksinasi, tapi di sini 90 persen siswa ikut,” tegasnya.

Korwilkersatdik Banyuwangi Purwanto menambahkan, vaksinasi semacam ini rutin digelar setiap tahun. Tahun ini menjadi sedikit berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi. ”Untuk wilayah kota, semua sekolah mengikuti vaksinasi. Kegiatan ini digelar serentak selama bulan November. Tujuan suntik vaksin untuk menguatkan antibodi siswa terhadap virus tertentu yang menjadi tujuan vaksinasi,” tandasnya.

JawaPos.com – Siswa sekolah dasar (SD) di Banyuwangi kemarin (6/11) mulai datang ke sekolah. Bukan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, melainkan untuk mengikuti vaksinasi difteri dan tetanus.

Pemberian vaksin difteri dan tetanus salah satunya di SDN 4 Penganjuran. Siswa datang didampingi orang tuanya. Di dalam kelas, petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap bersiap dengan serum dan alat suntik.    

Beberapa siswa yang awalnya tampak senang karena bisa datang ke sekolah mendadak wajahnya berubah pucat. Ada yang harus didampingi guru hingga kepala sekolahnya agar mau disuntik petugas kesehatan. ”Ini vaksinasi rutin setiap tahun. Yang divaksin siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 5. Ada yang mendapat vaksin difteri, vaksin tetanus, dan vaksin lanjutan dari dua vaksin sebelumnya,” ujar Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih.

Untuk mencegah penumpukan siswa di sekolah, pihak sekolah menerapkan sistem drive thru kepada siswa yang datang. Siswa tak perlu menunggu lama karena bisa langsung disuntik vaksin oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Sobo. ”Sekolah tidak memaksa siswa untuk ikut vaksinasi, tapi di sini 90 persen siswa ikut,” tegasnya.

Korwilkersatdik Banyuwangi Purwanto menambahkan, vaksinasi semacam ini rutin digelar setiap tahun. Tahun ini menjadi sedikit berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi. ”Untuk wilayah kota, semua sekolah mengikuti vaksinasi. Kegiatan ini digelar serentak selama bulan November. Tujuan suntik vaksin untuk menguatkan antibodi siswa terhadap virus tertentu yang menjadi tujuan vaksinasi,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/