alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 35 Pasien

BANYUWANGI – Perkembangan situasi Covid-19 di Banyuwangi kian landai. Selain angka konfirmasi baru yang bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, jumlah kasus aktif turun cukup signifikan dalam lima hari terakhir.

Meski demikian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker dan menghindari kerumunan. Sebab, kepatuhan terhadap prokes menjadi salah satu kunci penanganan pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih ini.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pada Kamis (30/9) konfirmasi baru Covid-19 di Banyuwangi tercatat ”hanya” satu kasus. Di hari yang sama, jumlah penderita Covid-19 yang berhasil sembuh sebanyak enam orang, sedangkan yang meninggal dunia nihil. Pada periode yang sama, kasus aktif Covid-19 di Banyuwangi sebanyak 44.

Sehari berselang, tepatnya Jumat (1/10), konfirmasi baru Covid-19 tercatat sebanyak 4 kasus, sembuh 7 orang, dan nihil pasien penderita Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, saat itu kasus aktif di Banyuwangi turun menjadi 41 kasus.

Tren tidak jauh berbeda berlanjut hingga kemarin (4/10). Berdasar data yang dilansir Pemprov Jatim, konfirmasi baru Covid-19 di Banyuwangi kemarin sebanyak satu kasus. Di sisi lain, jumlah pengidap Covid-19 yang berhasil sembuh mencapai delapan orang, sedangkan penderita Covid-19 yang meninggal dunia nihil. Di hari yang sama, kasus aktif alias warga yang masih terjangkit Covid-19 di Banyuwangi tersisa sebanyak 35.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, meskipun kasus Covid-19 terus menurun, ada tiga hal yang terus digeber tanpa menurunkan intensitasnya. ”Yang pertama penegakan prokes. Penegakan prokes kami lakukan dengan cara memberikan edukasi bagi warga dan operasi prokes,” ujar pria yang karib disapa Rio tersebut.

Yang kedua, imbuh Rio, Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi juga terus menggeber tiga ”T”, yakni testing, tracing, dan treatment alias tes, telusuri, dan tindak lanjut. ”Langkah ketiga adalah percepatan vaksinasi,” kata pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi tersebut.

Sementara itu, perkembangan kasus yang relatif landai tersebut membuat Banyuwangi tetap berada di level 1 asesmen situasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sedangkan jika mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang menjadi acuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Banyuwangi tetap berada di Level 2.

BANYUWANGI – Perkembangan situasi Covid-19 di Banyuwangi kian landai. Selain angka konfirmasi baru yang bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, jumlah kasus aktif turun cukup signifikan dalam lima hari terakhir.

Meski demikian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker dan menghindari kerumunan. Sebab, kepatuhan terhadap prokes menjadi salah satu kunci penanganan pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih ini.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pada Kamis (30/9) konfirmasi baru Covid-19 di Banyuwangi tercatat ”hanya” satu kasus. Di hari yang sama, jumlah penderita Covid-19 yang berhasil sembuh sebanyak enam orang, sedangkan yang meninggal dunia nihil. Pada periode yang sama, kasus aktif Covid-19 di Banyuwangi sebanyak 44.

Sehari berselang, tepatnya Jumat (1/10), konfirmasi baru Covid-19 tercatat sebanyak 4 kasus, sembuh 7 orang, dan nihil pasien penderita Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, saat itu kasus aktif di Banyuwangi turun menjadi 41 kasus.

Tren tidak jauh berbeda berlanjut hingga kemarin (4/10). Berdasar data yang dilansir Pemprov Jatim, konfirmasi baru Covid-19 di Banyuwangi kemarin sebanyak satu kasus. Di sisi lain, jumlah pengidap Covid-19 yang berhasil sembuh mencapai delapan orang, sedangkan penderita Covid-19 yang meninggal dunia nihil. Di hari yang sama, kasus aktif alias warga yang masih terjangkit Covid-19 di Banyuwangi tersisa sebanyak 35.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, meskipun kasus Covid-19 terus menurun, ada tiga hal yang terus digeber tanpa menurunkan intensitasnya. ”Yang pertama penegakan prokes. Penegakan prokes kami lakukan dengan cara memberikan edukasi bagi warga dan operasi prokes,” ujar pria yang karib disapa Rio tersebut.

Yang kedua, imbuh Rio, Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi juga terus menggeber tiga ”T”, yakni testing, tracing, dan treatment alias tes, telusuri, dan tindak lanjut. ”Langkah ketiga adalah percepatan vaksinasi,” kata pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi tersebut.

Sementara itu, perkembangan kasus yang relatif landai tersebut membuat Banyuwangi tetap berada di level 1 asesmen situasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sedangkan jika mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang menjadi acuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Banyuwangi tetap berada di Level 2.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/