27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

RSUD Genteng Ajak Pasien Senam untuk Hari Jantung

RADAR GENTENG – Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, RSUD Genteng menggelar senam jantung sehat.

Kegiatan senam bersama ini diikuti pasien Poli Jantung, pensiunan pegawai, dan para karyawan RSUD Genteng. Selain itu, digelar juga latihan Bantuan Dasar Hidup (BDH), pemeriksaan kesehatan gratis, dan tanya jawab dengan ahli jantung dr Hidayanto Perdana SpJP.

RSUD Genteng mengusung tema, use heart for every heart dalam peringatan kali ini. Maksud ”use heart” yakni melibatkan diri, bergerak dalam kegiatan yang motivasinya adalah hati. ”Hati organ yang dapat didengar dan dirasakan, tanda kehidupan yang awal dan akhir. Sama-sama merasakan jantung yang berdetak, penggerak bagi sesama manusia agar bersatu untuk saling tolong-menolong,” ujar ahli jantung RSUD Genteng dr Hidayanto Perdana SpJP.

Baca Juga :  Tenis Terus Kirim Atlet Ikuti Kejuaraan

Untuk ”for every heart”, imbuh dr Hidayanto, maksudnya dalam penerapan seruan agar lebih luas, namun sesuai kebutuhan masing-masing individu. ”Kita ingin pesan Hari Jantung Sedunia ini terdengar oleh lebih banyak orang agar semakin banyak yang membantu meningkatkan kesehatan jantung masyarakat,” katanya.

Di Indonesia, jelas dr Hidayanto, istilah lama yang dipopulerkan Yayasan Jantung, yakni panca usaha jantung sehat atau lima langkah untuk meningkatkan kesehatan jantung yang disingkat SEHAT, dianggap masih relevan. ”S maksudnya seimbangkan gizi, tidak makan dan minum berlebihan,” terangnya.

Untuk E, lanjut dr Hidayanto, maksudnya enyahkan rokok. Sedang H berarti Hadapi dan kelola stres. Huruf A maksudnya Awasi faktor risiko dan T berarti Teratur berolahraga. ”Untuk menjaga kesehatan, olahraga bukan pada waktu sisa, tapi harus meluangkan waktu khusus untuk berolahraga,” tegasnya.

Baca Juga :  Membumikan Olahraga Kriket lewat Kejurprov di Daerah

Hidayanto menyebut, pelayanan Poli dan Rawat Inap Jantung RSUD Genteng berperan untuk membantu masyarakat Banyuwangi yang memiliki masalah jantung. Diagnosis yang paling banyak, antara lain gagal jantung dan penyumbatan pembuluh darah koroner. Kunjungan rerata poli 300 pasien dan rawat inap 40 pasien per bulan.

Sebagai penyebab kematian tertinggi hingga 30 persen dengan populasi 1,1 juta jiwa usia produktif di Banyuwangi, tentu masih banyak lagi yang belum terlayani. Di Hari Jantung Sedunia, kampanye kesehatan mengingatkan agar kita terlibat aktif dan saling menolong. (abi/c1)

RADAR GENTENG – Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, RSUD Genteng menggelar senam jantung sehat.

Kegiatan senam bersama ini diikuti pasien Poli Jantung, pensiunan pegawai, dan para karyawan RSUD Genteng. Selain itu, digelar juga latihan Bantuan Dasar Hidup (BDH), pemeriksaan kesehatan gratis, dan tanya jawab dengan ahli jantung dr Hidayanto Perdana SpJP.

RSUD Genteng mengusung tema, use heart for every heart dalam peringatan kali ini. Maksud ”use heart” yakni melibatkan diri, bergerak dalam kegiatan yang motivasinya adalah hati. ”Hati organ yang dapat didengar dan dirasakan, tanda kehidupan yang awal dan akhir. Sama-sama merasakan jantung yang berdetak, penggerak bagi sesama manusia agar bersatu untuk saling tolong-menolong,” ujar ahli jantung RSUD Genteng dr Hidayanto Perdana SpJP.

Baca Juga :  Terbesar Sepanjang Sejarah, Kejurnas Balap Sepeda Tuntas

Untuk ”for every heart”, imbuh dr Hidayanto, maksudnya dalam penerapan seruan agar lebih luas, namun sesuai kebutuhan masing-masing individu. ”Kita ingin pesan Hari Jantung Sedunia ini terdengar oleh lebih banyak orang agar semakin banyak yang membantu meningkatkan kesehatan jantung masyarakat,” katanya.

Di Indonesia, jelas dr Hidayanto, istilah lama yang dipopulerkan Yayasan Jantung, yakni panca usaha jantung sehat atau lima langkah untuk meningkatkan kesehatan jantung yang disingkat SEHAT, dianggap masih relevan. ”S maksudnya seimbangkan gizi, tidak makan dan minum berlebihan,” terangnya.

Untuk E, lanjut dr Hidayanto, maksudnya enyahkan rokok. Sedang H berarti Hadapi dan kelola stres. Huruf A maksudnya Awasi faktor risiko dan T berarti Teratur berolahraga. ”Untuk menjaga kesehatan, olahraga bukan pada waktu sisa, tapi harus meluangkan waktu khusus untuk berolahraga,” tegasnya.

Baca Juga :  Obesitas Bisa Diatasi di RSUD Genteng

Hidayanto menyebut, pelayanan Poli dan Rawat Inap Jantung RSUD Genteng berperan untuk membantu masyarakat Banyuwangi yang memiliki masalah jantung. Diagnosis yang paling banyak, antara lain gagal jantung dan penyumbatan pembuluh darah koroner. Kunjungan rerata poli 300 pasien dan rawat inap 40 pasien per bulan.

Sebagai penyebab kematian tertinggi hingga 30 persen dengan populasi 1,1 juta jiwa usia produktif di Banyuwangi, tentu masih banyak lagi yang belum terlayani. Di Hari Jantung Sedunia, kampanye kesehatan mengingatkan agar kita terlibat aktif dan saling menolong. (abi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/