alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Masyarakat Diminta Segera Lakukan Vaksin Booster

RadarBanyuwangi.id – Warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama diminta untuk segera melakukan vaksinasi tahap kedua. Dinas Kesehatan mencatat, masih ada 391.394 warga yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banyuwangi dr Andriyani mengatakan, masyarakat bisa menghubungi faskes tempat mereka menjalankan vaksinasi untuk mengetahui ketersediaan vaksin booster atau vaksin kedua. Sebab, sudah ada jatah vaksin dari Kemenkes yang datang untuk vaksinasi tahap dua. Vaksinasi booster harus dilakukan secepatnya agar target kekebalan tubuh masyarakat bisa tercapai dengan maksimal. ”Yang perlu diperhatikan juga, dosis 1 dan dosis 2 harus jenis vaksin yang sama. Jadi, tidak bisa memilih jenis vaksin untuk booster. Harus sama,” tegasnya.

Vaksin jenis Sinovac misalnya, interval antara dosis 1 dan 2 adalah 28 hari. Kemudian untuk jenis AstraZeneca interval antarvaksin 8 sampai 12 minggu. Interval waktu antardosis harus disesuaikan dengan batasan tersebut. Jika tak kunjung mendapatkan vaksin kedua, maka vaksinasi yang sudah dilakukan tidak terbentuk dengan optimal.

”Vaksinasi yang sudah optimal bisa meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Jika suatu saat terpapar Covid, hanya merasakan gejala ringan,” jelas Andriyani.

Dinkes tetap menyediakan layanan jemput bola,  terutama untuk masyarakat yang kesulitan mendatangi faskes, termasuk lansia. ”Kunjungan vaksinasi booster perlu ditingkatkan agar target kekebalan tubuh tercapai,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama diminta untuk segera melakukan vaksinasi tahap kedua. Dinas Kesehatan mencatat, masih ada 391.394 warga yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banyuwangi dr Andriyani mengatakan, masyarakat bisa menghubungi faskes tempat mereka menjalankan vaksinasi untuk mengetahui ketersediaan vaksin booster atau vaksin kedua. Sebab, sudah ada jatah vaksin dari Kemenkes yang datang untuk vaksinasi tahap dua. Vaksinasi booster harus dilakukan secepatnya agar target kekebalan tubuh masyarakat bisa tercapai dengan maksimal. ”Yang perlu diperhatikan juga, dosis 1 dan dosis 2 harus jenis vaksin yang sama. Jadi, tidak bisa memilih jenis vaksin untuk booster. Harus sama,” tegasnya.

Vaksin jenis Sinovac misalnya, interval antara dosis 1 dan 2 adalah 28 hari. Kemudian untuk jenis AstraZeneca interval antarvaksin 8 sampai 12 minggu. Interval waktu antardosis harus disesuaikan dengan batasan tersebut. Jika tak kunjung mendapatkan vaksin kedua, maka vaksinasi yang sudah dilakukan tidak terbentuk dengan optimal.

”Vaksinasi yang sudah optimal bisa meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Jika suatu saat terpapar Covid, hanya merasakan gejala ringan,” jelas Andriyani.

Dinkes tetap menyediakan layanan jemput bola,  terutama untuk masyarakat yang kesulitan mendatangi faskes, termasuk lansia. ”Kunjungan vaksinasi booster perlu ditingkatkan agar target kekebalan tubuh tercapai,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/