Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Antisipasi Varian Baru, Satgas Minta Warga Perketat Prokes

01 Desember 2021, 09: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Antisipasi Varian Baru, Satgas Minta Warga Perketat Prokes

dr Widji Lestariono, Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi. (Dok.RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI Varian baru virus Covid-19 hingga saat ini belum masuk ke tanah air. Meski demikian, Satgas Covid-19 Banyuwangi meminta masyarakat bisa memperketat protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan varian B1.1529 atau lebih dikenal Omicron.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, pemerintah pusat sudah mulai melakukan pengetatan, baik di bandara, pelabuhan, maupun batas-batas negara lainnya. Meski belum ada aturan detail ke level daerah, langkah antisipasi harus disiapkan.

Salah satu cara terbaik adalah dengan mewaspadai penularan melalui penegakan prokes secara ketat dan menyukseskan vaksinasi. Satgas Covid-19 Banyuwangi tetap berkomitmen memperbanyak jangkauan vaksinasi meskipun sudah mencapai target 70 persen dosis pertama.

Baca juga: 10 Dokter Internsip Bergabung dengan RSAH Gambiran

Serbuan vaksinasi di wilayah terus berjalan untuk menyelesaikan sasaran baru dan vaksin kedua bagi yang baru menyelesaikan dosis pertama. ”Sampai saat ini belum ada yang masuk di Indonesia, tapi kita harus melakukan langkah antisipasi. Ini mirip dengan kemunculan awal virus Covid-19,” kata dokter yang akrab disapa Rio itu.

Terkait status PPKM Banyuwangi, Rio menyebut seharusnya sudah berada di Level 1 mengingat capaian vaksinasi dosis 1 sudah melebihi 70 persen dan vaksinasi lansia sudah melebihi 60 persen. Ditambah dengan enam indikator lain seperti BOR rumah sakit, angka kematian akibat Covid, dan kasus positif. Dia menjelaskan, kemungkinan pada awal Desember akan ada evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Jika memang ada pengumuman perubahan level PPKM, kemungkinan Banyuwangi akan diumumkan saat itu juga. ”Nanti awal bulan biasanya akan disampaikan Kemendagri kemudian dijadikan Inmendagri, kita seharusnya memang sudah ada di wilayah PPKM Level 1,” tegasnya. 

(bw/fre/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia