alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

10 Dokter Internsip Bergabung dengan RSAH Gambiran

GAMBIRAN – Rumah Sakit Al Huda (RSAH) tetap dipercaya oleh Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Pusat dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebagai wahana pemahiran dokter Internsip.

Buktinya, saat ini ditugaskan 10 dokter Internsip di RSAH selama setahun, untuk periode 20 November 2021 sampai 19 November 2022 mendatang. Penugasan 10 dokter Internsip tersebut secara seremonial diterima Direktur RSAH dr Indoiati MMRS pada Rabu lalu (24/11).

Dokter Qomaria selaku pendamping Internsip menyampaikan, Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kemenkes yang bertujuan untuk menyelaraskan hasil pendidikan dengan praktik di lapangan.

RSAH, kata Qomaria, telah diberikan kepercayaan sebagai wahana untuk memahirkan dan mengimplementasikan kreativitas, inovasi, integritas, dan loyalitas kerja sebagai dokter. Ada dua orang pendamping dokter Internsip yang ditugaskan di RSAH. ‘’Pendampingnya saya dan dr. Khusnul Imama. Kegiatan Internsip berlangsung selama setahun, di mana enam bulan di RS dan sisanya di PKM,” ujar dokter yang akrab disapa Qomi itu.

Baca Juga :  Penyakit Ginjal Kronis Berbahaya yang Dapat Dicegah

Sementara itu, bagian besar dokter Internsip kali ini berasal dari Banyuwangi. Hanya empat orang yang berasal dari luar Banyuwangi. Selain itu, kehadiran dokter Internsip setiap tahun selalu membawa banyak manfaat bagi RSAH, juga bagi dokter Internsip dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu layanan di RS.

Sementara itu, dokter pembimbing ilmiah, dokter Jamal SpPD menambahkan, selama Internsip akan selalu menjadwalkan diskusi ilmiah setiap Selasa dan Kamis. Karena itu diharapkan, kesempatan diskusi itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah pengalaman dalam menangani pasien. Berbagai macam penyakit, riwayat, dan latar belakang pasien bisa dijadikan sumber pengetahuan bagi dokter agar siap terjun ke masyarakat. ‘’Karena jika hanya membaca teori di buku saja, tidak ada gunanya tanpa dipraktikkan di lapangan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  RSAH Peringati Hari Kesehatan Ginjal Sedunia

Secara terpisah, Direktur RSAH dr Indiati menyambut baik Program Internsip Dokter Indonesia ini. Program ini, kata dia, sejalan dengan misi RSAH, yaitu menjadi sarana pendidikan dan pengembangan SDM kesehatan. ‘’Saya berharap, peserta Internsip serius dalam menjalankan tugas di RSAH. Agar kelak selesai menjalankan Internsip, banyak manfaat yang dapat diambil untuk pengembangan karir ke depannya,” pungkasnya. 

GAMBIRAN – Rumah Sakit Al Huda (RSAH) tetap dipercaya oleh Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Pusat dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebagai wahana pemahiran dokter Internsip.

Buktinya, saat ini ditugaskan 10 dokter Internsip di RSAH selama setahun, untuk periode 20 November 2021 sampai 19 November 2022 mendatang. Penugasan 10 dokter Internsip tersebut secara seremonial diterima Direktur RSAH dr Indoiati MMRS pada Rabu lalu (24/11).

Dokter Qomaria selaku pendamping Internsip menyampaikan, Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kemenkes yang bertujuan untuk menyelaraskan hasil pendidikan dengan praktik di lapangan.

RSAH, kata Qomaria, telah diberikan kepercayaan sebagai wahana untuk memahirkan dan mengimplementasikan kreativitas, inovasi, integritas, dan loyalitas kerja sebagai dokter. Ada dua orang pendamping dokter Internsip yang ditugaskan di RSAH. ‘’Pendampingnya saya dan dr. Khusnul Imama. Kegiatan Internsip berlangsung selama setahun, di mana enam bulan di RS dan sisanya di PKM,” ujar dokter yang akrab disapa Qomi itu.

Baca Juga :  RSI Fatimah Rayakan Milad Ke-31

Sementara itu, bagian besar dokter Internsip kali ini berasal dari Banyuwangi. Hanya empat orang yang berasal dari luar Banyuwangi. Selain itu, kehadiran dokter Internsip setiap tahun selalu membawa banyak manfaat bagi RSAH, juga bagi dokter Internsip dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu layanan di RS.

Sementara itu, dokter pembimbing ilmiah, dokter Jamal SpPD menambahkan, selama Internsip akan selalu menjadwalkan diskusi ilmiah setiap Selasa dan Kamis. Karena itu diharapkan, kesempatan diskusi itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah pengalaman dalam menangani pasien. Berbagai macam penyakit, riwayat, dan latar belakang pasien bisa dijadikan sumber pengetahuan bagi dokter agar siap terjun ke masyarakat. ‘’Karena jika hanya membaca teori di buku saja, tidak ada gunanya tanpa dipraktikkan di lapangan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  RS Alhuda Tambah Dokter Spesialis Kulit Kelamin

Secara terpisah, Direktur RSAH dr Indiati menyambut baik Program Internsip Dokter Indonesia ini. Program ini, kata dia, sejalan dengan misi RSAH, yaitu menjadi sarana pendidikan dan pengembangan SDM kesehatan. ‘’Saya berharap, peserta Internsip serius dalam menjalankan tugas di RSAH. Agar kelak selesai menjalankan Internsip, banyak manfaat yang dapat diambil untuk pengembangan karir ke depannya,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/