27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Sosialisasi Kanker Serviks di Desa Kemiren

BANYUWANGI – Kanker serviks atau yang biasa dikenal masyarakat umum dengan kanker mulut rahim masih awam di telinga ibu-ibu. Kalau diabaikan akan berakibat fatal, bahkan bisa berujung kematian. Padahal, penyakit ini bisa dicegah.

Hal ini terungkap pada kegiatan PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) di luar gedung rumah sakit bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi pada Jumat, 28 Juli 2017 di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Pada kesempatan tersebut, dr. SelamatWidodo, M.Kes.Sp.OG, Tim PKRS Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah menjelaskan, kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiganya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita. Tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim. Yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar. Tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan WC umum yang sudah terkena virus HPV. Kebiasaan seperti merokok, kurang vitamin C dan E, serta kurangnya asupan asam folat.

Baca Juga :  17 Kasus Probable Omicron Terdeteksi

Kebiasaan buruk lainnya adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan, dan melakukan hubungan intim pada usia dini. “Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, serta terlalu sering melahirkan,” ungkapnya

Dikatakan, kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang. Yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya, akan sulit untuk dideteksi. Disarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya dua tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), dll.

Meskipun sulit dideteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk seseorang mulai terkena kanker serviks. Antara lain, saat berhubungan intim terasa sakit, bahkan sering diikuti adanya perdarahan. Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul, mengalami sakit saat buang air kecil. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih. Saat perempuan mengalami stadium lanjut, akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Baca Juga :  Bahayanya Menahan Pipis

dr. SelamatWidodo juga menjelaskan, cara mencegah penyakit ini dengan cara; jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan, hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor, konsumsi vitamin C dan E, serta hentikan merokok. Hindari berhubungan intim saat usia dini, selalu setia kepada pasangan Anda, dan jangan bergonta-ganti pasangan. Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama dua tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim. Jika Anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV.

Sementara itu, H. Suprapto, SE, S.Kep. NS, Humas RSI Fatimah menginformasikan pada ibu-ibu masyarakat Desa Kemiren, bahwa RSI Fatimah melayani vaksinasi HPV dan pemeriksaan papsmear di Poli Kandungan. Khusus untuk papsmear yang punya kartu BPJS dilayani secara gratis. Jika jumlah peserta banyak, RSI Fatimah  siap diundang untuk pemeriksaan di tempat. (*/als)

BANYUWANGI – Kanker serviks atau yang biasa dikenal masyarakat umum dengan kanker mulut rahim masih awam di telinga ibu-ibu. Kalau diabaikan akan berakibat fatal, bahkan bisa berujung kematian. Padahal, penyakit ini bisa dicegah.

Hal ini terungkap pada kegiatan PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) di luar gedung rumah sakit bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi pada Jumat, 28 Juli 2017 di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Pada kesempatan tersebut, dr. SelamatWidodo, M.Kes.Sp.OG, Tim PKRS Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah menjelaskan, kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiganya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita. Tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim. Yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar. Tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan WC umum yang sudah terkena virus HPV. Kebiasaan seperti merokok, kurang vitamin C dan E, serta kurangnya asupan asam folat.

Baca Juga :  Puskesmas Genteng Gelar Gerebek Vaksinasi

Kebiasaan buruk lainnya adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan, dan melakukan hubungan intim pada usia dini. “Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, serta terlalu sering melahirkan,” ungkapnya

Dikatakan, kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang. Yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya, akan sulit untuk dideteksi. Disarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya dua tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), dll.

Meskipun sulit dideteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk seseorang mulai terkena kanker serviks. Antara lain, saat berhubungan intim terasa sakit, bahkan sering diikuti adanya perdarahan. Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul, mengalami sakit saat buang air kecil. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih. Saat perempuan mengalami stadium lanjut, akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Baca Juga :  12 Peserta Jalani Skrining Operasi Gratis Bibir Sumbing

dr. SelamatWidodo juga menjelaskan, cara mencegah penyakit ini dengan cara; jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan, hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor, konsumsi vitamin C dan E, serta hentikan merokok. Hindari berhubungan intim saat usia dini, selalu setia kepada pasangan Anda, dan jangan bergonta-ganti pasangan. Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama dua tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim. Jika Anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV.

Sementara itu, H. Suprapto, SE, S.Kep. NS, Humas RSI Fatimah menginformasikan pada ibu-ibu masyarakat Desa Kemiren, bahwa RSI Fatimah melayani vaksinasi HPV dan pemeriksaan papsmear di Poli Kandungan. Khusus untuk papsmear yang punya kartu BPJS dilayani secara gratis. Jika jumlah peserta banyak, RSI Fatimah  siap diundang untuk pemeriksaan di tempat. (*/als)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/