alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Judi Slot Online Lagi Marak, Ada yang Rela Jual Motor

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Judi online yang dibongkar Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, ternyata bukan hanya marak di ibu kota. Permainan yang meresahkan masyarakat itu juga booming di Banyuwangi.

Beberapa masyarakat kecanduan judi slot online yang lagi marak di internet. Saking kecanduannya, ada yang rela menjual sepeda motornya sebagai modal untuk mengadu nasib. Salah satu korbannya adalah Robi, 35, warga Glagah. Bapak satu anak itu rela menjual sepeda motornya untuk modal bermain judi online. ”Tidak terasa sudah habis modal banyak. Judi online bikin kecanduan. Padahal antara kalah dengan menangnya banyak kalahnya,” kata Robi.

Robi memaparkan judi online yang dimainkan merupakan putaran slot. Permainannya sangat mudah.  Hanya dengan menekan tombol spin di bagian layar ponsel mesin berputar sendiri. ”Mesin akan mengacak ikon atau gambar. Jika gambar banyak yang sama, akan mendapatkan keuntungan dari taruhan yang dipasang,” tuturnya.

Robi mengaku kemenangan dengan nilai yang cukup fantastis itulah yang membuatnya ketagihan. Dalam sehari bermain bisa menghabiskan uang hingga Rp 500 ribu. ”Padahal jarang menang. Kalau toh menang, paling hanya dapat Rp 300 ribu. Paling besar Rp 1 juta. Itu pun jika dihitung 70 persen kalah, 30 persen kemenangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Benur Berbuah Penghargaan

Permainan yang hanya bermodalkan telepon pintar dan modal uang puluhan ribu tersebut ternyata banyak dimainkan oleh masyarakat Bumi Blambangan. Permainan tersebut juga marak di kalangan tukang ojek, ASN, maupun lainnya. ”Mereka banyak yang bermain, sampai-sampai uang gaji maupun tabungan mereka habis. Tidak jarang para pemain juga sampai menjual barang maupun mencari pinjaman,” terangnya.

Awal mengenal judi online tersebut, Robi mengaku diberi tahu teman. Temannya memamerkan kemenangan yang hampir 10 kali lipat dari modal deposit awal. ”Waktu lihat teman itulah saya tertarik dan akhirnya mendaftar di situs judi online dengan mencantumkan data diri maupun rekening pribadi,” ungkapnya.

Deposit awal cukup murah, bahkan ada iming-iming bonus yang diberikan untuk para member baru. Bonusnya bisa mencapai 50 persen dari deposit awal. ”Jika deposit awal Rp 100 ribu, kita akan mendapatkan kelipatannya. Namun, ada ketentuan yang harus dilakukan. Biasanya harus melampaui kemenangan maupun menghitung banyaknya putaran yang mesin baru bisa ditarik atau withdraw,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelaku Judi Online Sudah Transfer Uang Rp 150 Ribu

Robi menambahkan, meski mengalami kekalahan cukup banyak, dia tidak pernah menempuh jalur hukum. Jika lapor ke polisi dia malah bisa tersandung masalah hukum karena menjadi pemain judi. ”Semua pemain yang mengalami kekalahan cukup banyak, hanya bisa meratapi nasibnya saja,” pungkasnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, sejauh ini belum ada laporan masyarakat yang menjadi korban situs judi online. Aparat kepolisian tidak dapat bertindak jika tidak ada laporan dari masyarakat. ”Seharusnya masyarakat yang merasa menjadi korban situs judi online bisa melaporkan agar kami bisa melakukan tindakan,” tegasnya.

Agus menambahkan, para pemain judi bisa ditindak sesuai dengan pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Dalam pasal tersebut berbunyi, ”Barang siapa yang ikut dan turut serta dalam permainan judi, bisa terancam hukuman maksimal paling lama 10 tahun penjara”. ”Tergantung peran pemain. Jika pemain tersebut menjadikan judi sebagai mata pencaharian, mereka tetap bisa dijerat dengan hukum. Kita selalu menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ikut serta bermain judi apa pun,” tandasnya. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Judi online yang dibongkar Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, ternyata bukan hanya marak di ibu kota. Permainan yang meresahkan masyarakat itu juga booming di Banyuwangi.

Beberapa masyarakat kecanduan judi slot online yang lagi marak di internet. Saking kecanduannya, ada yang rela menjual sepeda motornya sebagai modal untuk mengadu nasib. Salah satu korbannya adalah Robi, 35, warga Glagah. Bapak satu anak itu rela menjual sepeda motornya untuk modal bermain judi online. ”Tidak terasa sudah habis modal banyak. Judi online bikin kecanduan. Padahal antara kalah dengan menangnya banyak kalahnya,” kata Robi.

Robi memaparkan judi online yang dimainkan merupakan putaran slot. Permainannya sangat mudah.  Hanya dengan menekan tombol spin di bagian layar ponsel mesin berputar sendiri. ”Mesin akan mengacak ikon atau gambar. Jika gambar banyak yang sama, akan mendapatkan keuntungan dari taruhan yang dipasang,” tuturnya.

Robi mengaku kemenangan dengan nilai yang cukup fantastis itulah yang membuatnya ketagihan. Dalam sehari bermain bisa menghabiskan uang hingga Rp 500 ribu. ”Padahal jarang menang. Kalau toh menang, paling hanya dapat Rp 300 ribu. Paling besar Rp 1 juta. Itu pun jika dihitung 70 persen kalah, 30 persen kemenangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Main Judi Bola Online, Penjual Sate Rogojampi Ditangkap

Permainan yang hanya bermodalkan telepon pintar dan modal uang puluhan ribu tersebut ternyata banyak dimainkan oleh masyarakat Bumi Blambangan. Permainan tersebut juga marak di kalangan tukang ojek, ASN, maupun lainnya. ”Mereka banyak yang bermain, sampai-sampai uang gaji maupun tabungan mereka habis. Tidak jarang para pemain juga sampai menjual barang maupun mencari pinjaman,” terangnya.

Awal mengenal judi online tersebut, Robi mengaku diberi tahu teman. Temannya memamerkan kemenangan yang hampir 10 kali lipat dari modal deposit awal. ”Waktu lihat teman itulah saya tertarik dan akhirnya mendaftar di situs judi online dengan mencantumkan data diri maupun rekening pribadi,” ungkapnya.

Deposit awal cukup murah, bahkan ada iming-iming bonus yang diberikan untuk para member baru. Bonusnya bisa mencapai 50 persen dari deposit awal. ”Jika deposit awal Rp 100 ribu, kita akan mendapatkan kelipatannya. Namun, ada ketentuan yang harus dilakukan. Biasanya harus melampaui kemenangan maupun menghitung banyaknya putaran yang mesin baru bisa ditarik atau withdraw,” jelasnya.

Baca Juga :  Penjual Sate Nyambi Taruhan Bola Online

Robi menambahkan, meski mengalami kekalahan cukup banyak, dia tidak pernah menempuh jalur hukum. Jika lapor ke polisi dia malah bisa tersandung masalah hukum karena menjadi pemain judi. ”Semua pemain yang mengalami kekalahan cukup banyak, hanya bisa meratapi nasibnya saja,” pungkasnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, sejauh ini belum ada laporan masyarakat yang menjadi korban situs judi online. Aparat kepolisian tidak dapat bertindak jika tidak ada laporan dari masyarakat. ”Seharusnya masyarakat yang merasa menjadi korban situs judi online bisa melaporkan agar kami bisa melakukan tindakan,” tegasnya.

Agus menambahkan, para pemain judi bisa ditindak sesuai dengan pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Dalam pasal tersebut berbunyi, ”Barang siapa yang ikut dan turut serta dalam permainan judi, bisa terancam hukuman maksimal paling lama 10 tahun penjara”. ”Tergantung peran pemain. Jika pemain tersebut menjadikan judi sebagai mata pencaharian, mereka tetap bisa dijerat dengan hukum. Kita selalu menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ikut serta bermain judi apa pun,” tandasnya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/