28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Rampas Barang Berharga Korban dan Ancaman Terberat Hukuman Mati

Pembunuhan Sumila Sudah Direncanakan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Motif pembunuhan Sumila, 56, perempuan yang jasadnya ditemukan di Sungai Setail akhirnya dibongkar aparat Polresta Banyuwangi. Bukan hanya itu, korps baju cokelat juga berhasil menciduk dua pelaku kejahatan sadis tersebut.

Dua pelaku berikut motif kejahatan mereka dibeber Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa saat konferensi pers di halaman Mapolresta Banyuwangi kemarin (23/1). Dua pelaku adalah Danil Marta Wibawa, 29, dan Angga Setiawan, 26. Keduanya mengambil perhiasan dan uang milik korban. Aksi pembunuhan itu ternyata juga sudah direncanakan oleh Danil dan Angga pada Minggu (15/1) lalu.

Rencana itu baru dijalankan pada Rabu (18/1) dengan dalih mengajak korban untuk menagih utang ke temannya. Namun nyatanya, pelaku malah membunuh korban dengan menjerat leher korban dengan menggunakan tali tampar. ”Kasus pembunuhan ini terbongkar setelah adanya penemuan mayat korban di Sungai Setail, Kecamatan Tegaldlimo,” ujar Kapolresta Deddy didampingi Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnpraja.

Deddy menyebut, kasus terungkap setelah hasil otopsi dikeluarkan pihak RSUD Blambangan. Hasil otopsi itu menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. ”Pada tubuh korban ditemukan luka jeratan di leher serta ada luka memar pada tangan dan wajah korban,” kata dia.

Dari hasil otopsi itulah, lanjut Deddy, tim Resmob Polresta Banyuwangi dan Polsek Tegaldlimo melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan berbekal olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan dari keluarga korban. Berdasar olah TKP, diduga korban diseret dan dilempar ke sungai. ”Dari sejumlah keterangan itulah kami berhasil mengamankan dua orang pelaku, keduanya diamankan di rumahnya masing-masing,” tutur Deddy.

Deddy menambahkan, di antara kedua pelaku, yang paling berperan adalah Danil. Korban ternyata berkenalan dengan Danil melalui media sosial (medsos). Keduanya menjalin komunikasi via telepon. ”Danil dan korban baru dua bulan berkenalan, mereka saling curhat masalahnya masing-masing. Sampai akhirnya menjadwalkan pertemuannya pada Rabu (18/1),” terangnya.

Baca Juga :  Release Akhir Tahun, Gulung Pelaku Curas, Curat, dan Curanmor di Sejumlah TKP

Selanjutnya, Danil menjemput korban di rumahnya dengan mobil Chevrolet bernopol P 1018 WY yang dipinjamnya. Pelaku mengajak korban ke Kabupaten Jember dengan dalih untuk menagih utang ke temannya. ”Selama perjalanan, korban ternyata mengalami diare. Sehingga saat sampai di Kabupaten Jember, korban berhenti di sebuah masjid. Korban sempat beli minyak angin dan buang air besar (BAB),” ungkapnya.

Usai BAB, ternyata korban yang cukup lemas masuk mobil hanya mengenakan handuk. Danil langsung tancap gas pulang ke Banyuwangi. Namun, korban tidak langsung diantar pulang. ”Sampai Banyuwangi sekitar pukul 23.00, saat itu pelaku Danil langsung menjemput Angga di sekitar Kecamatan Muncar. Angga langsung masuk mobil dan berkeliling di Kecamatan Blimbingsari dan Kecamatan Muncar,” beber Kapolresta.

Selama perjalanan itulah, kedua pelaku hendak melancarkan aksinya. Sebelum melaksanakan aksi jahatnya, pelaku membeli tali tampar sepanjang 15 meter di sebuah toko. ”Angga yang duduk di belakang melancarkan aksi pembunuhan dengan menjerat leher korban dengan tali. Korban sempat melawan, namun tidak berhasil sehingga harus meregang nyawa,” bebernya.

Setelah dipastikan meninggal, pelaku mengambil seluruh barang berharga milik korban, termasuk perhiasan yang menempel pada tubuh korban. Mayat korban ternyata sempat dibawa berkeliling di wilayah Kecamatan Tegaldlimo. Hingga akhirnya pada Kamis (19/1) pukul 23.00 mayat korban diseret dan dilemparkan di bawah jembatan Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. ”Korban dikeluarkan dari mobil dengan cara diseret dan dilemparkan di bawah jembatan. Sampai akhirnya pada Jumat (20/1) mayat korban ditemukan mengapung,” paparnya.

Baca Juga :  Pembunuh Sopir Truk Asal NTB Divonis 18 Tahun Penjara

Agar tidak meninggalkan jejak, pelaku sempat mencuci mobil yang digunakannya. Danil juga mengantarkan Angga pulang ke rumahnya. ”Pelaku melakukan aksinya itu dengan penuh kesadaran karena aksi mereka memang sudah direncanakan,” tegasnya.

Deddy menambahkan, para pelaku berhasil diamankan tim Resmob Polresta Banyuwangi sebelum sempat menjual perhiasan milik korban. ”Seluruh barang berharga korban masih utuh, belum ada yang dijual,” imbuhnya.

Dua tersangka Pembunuhan perempuan yang di buang di sungai tegaldelimo di kawal ketat oleh anggota resmob untuk di mintai keterangan dalam press conference (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 ayat 4 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. ”Diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau pun paling rendah selama 20 tahun,” tegas Kapolresta Deddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian memastikan mayat perempuan yang ditemukan di Sungai Setail, Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo pada Jumat lalu (18/1) adalah korban pembunuhan. Korban bernama Sumila, 56, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Korban meninggal secara tidak wajar. Ada bekas jeratan tali di leher korban dan luka di dahi yang diduga akibat benturan benda keras.

Berbekal identitas dan hasil otopsi, unit Resmob Polresta Banyuwangi bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan. Tanpa menemui kesulitan, dua pelakunya bisa ditangkap. Keduanya merupakan warga Purwoharjo. Setelah polisi mengantongi keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung, kedua pelaku langsung dijemput paksa di rumahnya.

Satu pelaku diamankan di Purwoharjo, sedangkan satunya lagi di Muncar saat bersama istrinya. Kedua pelaku langsung digelandang menuju Polresta Banyuwangi. Polisi masih menginterogasi pelaku, termasuk mengungkap motif pembunuhan tersebut. (rio/sgt/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Motif pembunuhan Sumila, 56, perempuan yang jasadnya ditemukan di Sungai Setail akhirnya dibongkar aparat Polresta Banyuwangi. Bukan hanya itu, korps baju cokelat juga berhasil menciduk dua pelaku kejahatan sadis tersebut.

Dua pelaku berikut motif kejahatan mereka dibeber Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa saat konferensi pers di halaman Mapolresta Banyuwangi kemarin (23/1). Dua pelaku adalah Danil Marta Wibawa, 29, dan Angga Setiawan, 26. Keduanya mengambil perhiasan dan uang milik korban. Aksi pembunuhan itu ternyata juga sudah direncanakan oleh Danil dan Angga pada Minggu (15/1) lalu.

Rencana itu baru dijalankan pada Rabu (18/1) dengan dalih mengajak korban untuk menagih utang ke temannya. Namun nyatanya, pelaku malah membunuh korban dengan menjerat leher korban dengan menggunakan tali tampar. ”Kasus pembunuhan ini terbongkar setelah adanya penemuan mayat korban di Sungai Setail, Kecamatan Tegaldlimo,” ujar Kapolresta Deddy didampingi Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnpraja.

Deddy menyebut, kasus terungkap setelah hasil otopsi dikeluarkan pihak RSUD Blambangan. Hasil otopsi itu menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. ”Pada tubuh korban ditemukan luka jeratan di leher serta ada luka memar pada tangan dan wajah korban,” kata dia.

Dari hasil otopsi itulah, lanjut Deddy, tim Resmob Polresta Banyuwangi dan Polsek Tegaldlimo melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan berbekal olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan dari keluarga korban. Berdasar olah TKP, diduga korban diseret dan dilempar ke sungai. ”Dari sejumlah keterangan itulah kami berhasil mengamankan dua orang pelaku, keduanya diamankan di rumahnya masing-masing,” tutur Deddy.

Deddy menambahkan, di antara kedua pelaku, yang paling berperan adalah Danil. Korban ternyata berkenalan dengan Danil melalui media sosial (medsos). Keduanya menjalin komunikasi via telepon. ”Danil dan korban baru dua bulan berkenalan, mereka saling curhat masalahnya masing-masing. Sampai akhirnya menjadwalkan pertemuannya pada Rabu (18/1),” terangnya.

Baca Juga :  Pembunuh Sopir Truk Asal NTB Divonis 18 Tahun Penjara

Selanjutnya, Danil menjemput korban di rumahnya dengan mobil Chevrolet bernopol P 1018 WY yang dipinjamnya. Pelaku mengajak korban ke Kabupaten Jember dengan dalih untuk menagih utang ke temannya. ”Selama perjalanan, korban ternyata mengalami diare. Sehingga saat sampai di Kabupaten Jember, korban berhenti di sebuah masjid. Korban sempat beli minyak angin dan buang air besar (BAB),” ungkapnya.

Usai BAB, ternyata korban yang cukup lemas masuk mobil hanya mengenakan handuk. Danil langsung tancap gas pulang ke Banyuwangi. Namun, korban tidak langsung diantar pulang. ”Sampai Banyuwangi sekitar pukul 23.00, saat itu pelaku Danil langsung menjemput Angga di sekitar Kecamatan Muncar. Angga langsung masuk mobil dan berkeliling di Kecamatan Blimbingsari dan Kecamatan Muncar,” beber Kapolresta.

Selama perjalanan itulah, kedua pelaku hendak melancarkan aksinya. Sebelum melaksanakan aksi jahatnya, pelaku membeli tali tampar sepanjang 15 meter di sebuah toko. ”Angga yang duduk di belakang melancarkan aksi pembunuhan dengan menjerat leher korban dengan tali. Korban sempat melawan, namun tidak berhasil sehingga harus meregang nyawa,” bebernya.

Setelah dipastikan meninggal, pelaku mengambil seluruh barang berharga milik korban, termasuk perhiasan yang menempel pada tubuh korban. Mayat korban ternyata sempat dibawa berkeliling di wilayah Kecamatan Tegaldlimo. Hingga akhirnya pada Kamis (19/1) pukul 23.00 mayat korban diseret dan dilemparkan di bawah jembatan Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. ”Korban dikeluarkan dari mobil dengan cara diseret dan dilemparkan di bawah jembatan. Sampai akhirnya pada Jumat (20/1) mayat korban ditemukan mengapung,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Gelondong Kayu Jati Disita, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Agar tidak meninggalkan jejak, pelaku sempat mencuci mobil yang digunakannya. Danil juga mengantarkan Angga pulang ke rumahnya. ”Pelaku melakukan aksinya itu dengan penuh kesadaran karena aksi mereka memang sudah direncanakan,” tegasnya.

Deddy menambahkan, para pelaku berhasil diamankan tim Resmob Polresta Banyuwangi sebelum sempat menjual perhiasan milik korban. ”Seluruh barang berharga korban masih utuh, belum ada yang dijual,” imbuhnya.

Dua tersangka Pembunuhan perempuan yang di buang di sungai tegaldelimo di kawal ketat oleh anggota resmob untuk di mintai keterangan dalam press conference (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 ayat 4 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. ”Diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau pun paling rendah selama 20 tahun,” tegas Kapolresta Deddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian memastikan mayat perempuan yang ditemukan di Sungai Setail, Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo pada Jumat lalu (18/1) adalah korban pembunuhan. Korban bernama Sumila, 56, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Korban meninggal secara tidak wajar. Ada bekas jeratan tali di leher korban dan luka di dahi yang diduga akibat benturan benda keras.

Berbekal identitas dan hasil otopsi, unit Resmob Polresta Banyuwangi bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan. Tanpa menemui kesulitan, dua pelakunya bisa ditangkap. Keduanya merupakan warga Purwoharjo. Setelah polisi mengantongi keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung, kedua pelaku langsung dijemput paksa di rumahnya.

Satu pelaku diamankan di Purwoharjo, sedangkan satunya lagi di Muncar saat bersama istrinya. Kedua pelaku langsung digelandang menuju Polresta Banyuwangi. Polisi masih menginterogasi pelaku, termasuk mengungkap motif pembunuhan tersebut. (rio/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/