28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Leher Dijerat Tali, Lalu Dibuang ke Sungai, Dua Pelaku Pembunuhan Dibekuk

RadarBanyuwangi.id – Aparat kepolisian memastikan mayat perempuan yang ditemukan di Sungai Setail, Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, pada Jumat lalu (18/1) adalah korban pembunuhan.

Korban bernama Sumila, 56, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Korban meninggal secara tidak wajar. Ada bekas jeratan tali di leher korban dan luka di dahi yang diduga akibat benturan benda keras.

Berbekal identitas dan hasil otopsi, unit Resmob Polresta Banyuwangi bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan. Tanpa menemui kesulitan, dua pelakunya bisa ditangkap. Keduanya merupakan warga Purwoharjo. Setelah polisi mengantongi keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung, kedua pelaku langsung dijemput paksa di rumahnya.

Satu pelaku diamankan di Purwoharjo, sedangkan satunya lagi di Muncar saat bersama istrinya. Kedua pelaku langsung digelandang menuju Polresta Banyuwangi. Polisi masih menginterogasi pelaku, termasuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.

”Memang benar kedua pelaku sudah kami amankan. Saat ini keduanya berada di ruang tahanan Polresta Banyuwangi,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

DATANGI KAMAR MAYAT: Keluarga Sumila memastikan jenazah yang mengambang di Sungai Setail adalah kerabatnya. Mereka juga yakin Sumila dihabisi secara sadis. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

Dari informasi yang didapat Jawa Pos Radar Banyuwangi, kedua pelaku melancarkan aksinya karena terdesak kebutuhan ekonomi. Keduanya secara bersama-sama mengambil sejumlah barang berharga milik korban. Aksi pelaku dilakukan saat melihat korban mengalami muntah-muntah di sekitar Purwoharjo.

Kedua pelaku berpura-pura membantu, tapi ujung-ujungnya malah ingin menguasai barang-barang berharga milik korban. Korban kemudian dijerat lehernya, lalu dihanyutkan ke sungai. Belum ada keterangan secara resmi dari aparat kepolisian. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus tersebut.

Agus menegaskan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait motif dan cara pelaku melancarkan aksinya. Keduanya masih tengah dikorek keterangannya secara maraton di ruang penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi. ”Keduanya masih kita  periksa agar kasusnya bisa terang benderang,” tegasnya.

Baca Juga :  Kram Kumat, Pencari Talas Meninggal di Samping Kuburan

Dokter Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan dr Solakhudin mengatakan, berdasarkan hasil otopsi ditemukan adanya bekas semacam tali pada leher korban. ”Kami menemukan ada bekas seperti tali pada daerah leher yang melingkar dari kiri ke kanan,” katanya.

Hasil otopsi juga menunjukkan warna ungu kehitaman pada kulit kepala korban. Ini menandakan   jika korban kekurangan oksigen. ”Penyebab meninggalnya korban kemungkinan besar karena kekurangan oksigen akibat sumbatan pada daerah leher,” terang Solakhudin.

Tim medis menemukan beberapa luka memar pada tubuh korban. Salah satunya di bagian kepala. Luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh benturan pada saat korban hanyut di sungai. ”Karena korban hanyut di sungai, tidak menutup kemungkinan luka tersebut akibat benturan dengan batu,” ungkapnya.

Solakhudin menambahkan, hasil otopsi juga menegaskan bahwa korban tidak hamil. Perut korban yang buncit seperti tengah hamil disebabkan pembusukan gas hidrogen sulfida (H2S). ”Pada waktu kita buka, yang keluar adalah gas udara. Telah terjadi pembusukan H2S. Ukuran dari rahim juga dalam kondisi normal. Korban tidak hamil, apalagi usianya sudah 56 tahun,” bebernya.

Solakhudin menyebut, korban meninggal sudah tiga hari. Dengan demikian H2S sudah keluar dari tubuh korban. Perut korban juga sudah menggembung karena kemasukan air. ”Korban mengambang di sungai selama tiga hari,” jelasnya.

Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, dari hasil otopsi disebutkan bahwa ada luka di leher korban. Hal ini semakin menguatkan kalau wanita tersebut merupakan korban pembunuhan. ”Ada bekas jeratan tali pada leher korban,” katanya.

Baca Juga :  Gasak 20 Motor Hanya Berbekal Kunci T, Pilih Scoopy karena Mudah Dijual

Setelah dihabisi, korban dibuang ke sungai. Hal ini untuk menghilangkan jejak pelaku. ”Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap motif pelaku menghabisi nyawa korban,” tegasnya.

Salah satu keluarga korban, Desmayanti mengatakan, pihak keluarga mengenali korban dari identitas dan foto yang disebar aparat kepolisian. Dari identitas tersebut, keluarga langsung mendatangi RSUD Blambangan. ”Kami pastikan jenazah di kamar mayat adalah keluarga kami. Kami mengenali dari pakaian yang terakhir kali dikenakan korban,” kata keponakan korban tersebut.

Desmayanti menjelaskan, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (18/1). Hanya saja, pihak keluarga tidak mengetahui ke mana tujuan korban pergi. ”Korban hanya pamit ke menantunya, karena anak-anak korban berada di Jember,” terang perempuan 31 tahun tersebut.

Usai dilakukan pendataan dan memastikan keluarga korban, pukul 16.00 jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Desa Kebaman. Sore itu juga jenazah korban dimakamkan di TPU Desa Kebaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang tinggal di Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo digegerkan dengan penemuan jasad perempuan tanpa identitas di Sungai Setail, Jumat (20/1). Mayat Mrs X tersebut hanya mengenakan kaus hitam. Kondisinya sudah mulai membusuk. Ciri yang bisa dikenali, kaus yang dikenakan korban, anting, dan jepit rambut warna merah masih menempel. Jenazah tersebut kemudian dibawa menuju RSUD Blambangan. (rio/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Aparat kepolisian memastikan mayat perempuan yang ditemukan di Sungai Setail, Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, pada Jumat lalu (18/1) adalah korban pembunuhan.

Korban bernama Sumila, 56, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Korban meninggal secara tidak wajar. Ada bekas jeratan tali di leher korban dan luka di dahi yang diduga akibat benturan benda keras.

Berbekal identitas dan hasil otopsi, unit Resmob Polresta Banyuwangi bergerak cepat memburu pelaku pembunuhan. Tanpa menemui kesulitan, dua pelakunya bisa ditangkap. Keduanya merupakan warga Purwoharjo. Setelah polisi mengantongi keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung, kedua pelaku langsung dijemput paksa di rumahnya.

Satu pelaku diamankan di Purwoharjo, sedangkan satunya lagi di Muncar saat bersama istrinya. Kedua pelaku langsung digelandang menuju Polresta Banyuwangi. Polisi masih menginterogasi pelaku, termasuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.

”Memang benar kedua pelaku sudah kami amankan. Saat ini keduanya berada di ruang tahanan Polresta Banyuwangi,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

DATANGI KAMAR MAYAT: Keluarga Sumila memastikan jenazah yang mengambang di Sungai Setail adalah kerabatnya. Mereka juga yakin Sumila dihabisi secara sadis. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

Dari informasi yang didapat Jawa Pos Radar Banyuwangi, kedua pelaku melancarkan aksinya karena terdesak kebutuhan ekonomi. Keduanya secara bersama-sama mengambil sejumlah barang berharga milik korban. Aksi pelaku dilakukan saat melihat korban mengalami muntah-muntah di sekitar Purwoharjo.

Kedua pelaku berpura-pura membantu, tapi ujung-ujungnya malah ingin menguasai barang-barang berharga milik korban. Korban kemudian dijerat lehernya, lalu dihanyutkan ke sungai. Belum ada keterangan secara resmi dari aparat kepolisian. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus tersebut.

Agus menegaskan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait motif dan cara pelaku melancarkan aksinya. Keduanya masih tengah dikorek keterangannya secara maraton di ruang penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi. ”Keduanya masih kita  periksa agar kasusnya bisa terang benderang,” tegasnya.

Baca Juga :  Bayi Ditemukan di Dasar Sungai

Dokter Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan dr Solakhudin mengatakan, berdasarkan hasil otopsi ditemukan adanya bekas semacam tali pada leher korban. ”Kami menemukan ada bekas seperti tali pada daerah leher yang melingkar dari kiri ke kanan,” katanya.

Hasil otopsi juga menunjukkan warna ungu kehitaman pada kulit kepala korban. Ini menandakan   jika korban kekurangan oksigen. ”Penyebab meninggalnya korban kemungkinan besar karena kekurangan oksigen akibat sumbatan pada daerah leher,” terang Solakhudin.

Tim medis menemukan beberapa luka memar pada tubuh korban. Salah satunya di bagian kepala. Luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh benturan pada saat korban hanyut di sungai. ”Karena korban hanyut di sungai, tidak menutup kemungkinan luka tersebut akibat benturan dengan batu,” ungkapnya.

Solakhudin menambahkan, hasil otopsi juga menegaskan bahwa korban tidak hamil. Perut korban yang buncit seperti tengah hamil disebabkan pembusukan gas hidrogen sulfida (H2S). ”Pada waktu kita buka, yang keluar adalah gas udara. Telah terjadi pembusukan H2S. Ukuran dari rahim juga dalam kondisi normal. Korban tidak hamil, apalagi usianya sudah 56 tahun,” bebernya.

Solakhudin menyebut, korban meninggal sudah tiga hari. Dengan demikian H2S sudah keluar dari tubuh korban. Perut korban juga sudah menggembung karena kemasukan air. ”Korban mengambang di sungai selama tiga hari,” jelasnya.

Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, dari hasil otopsi disebutkan bahwa ada luka di leher korban. Hal ini semakin menguatkan kalau wanita tersebut merupakan korban pembunuhan. ”Ada bekas jeratan tali pada leher korban,” katanya.

Baca Juga :  Kakek Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Temuguruh

Setelah dihabisi, korban dibuang ke sungai. Hal ini untuk menghilangkan jejak pelaku. ”Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap motif pelaku menghabisi nyawa korban,” tegasnya.

Salah satu keluarga korban, Desmayanti mengatakan, pihak keluarga mengenali korban dari identitas dan foto yang disebar aparat kepolisian. Dari identitas tersebut, keluarga langsung mendatangi RSUD Blambangan. ”Kami pastikan jenazah di kamar mayat adalah keluarga kami. Kami mengenali dari pakaian yang terakhir kali dikenakan korban,” kata keponakan korban tersebut.

Desmayanti menjelaskan, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (18/1). Hanya saja, pihak keluarga tidak mengetahui ke mana tujuan korban pergi. ”Korban hanya pamit ke menantunya, karena anak-anak korban berada di Jember,” terang perempuan 31 tahun tersebut.

Usai dilakukan pendataan dan memastikan keluarga korban, pukul 16.00 jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Desa Kebaman. Sore itu juga jenazah korban dimakamkan di TPU Desa Kebaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang tinggal di Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo digegerkan dengan penemuan jasad perempuan tanpa identitas di Sungai Setail, Jumat (20/1). Mayat Mrs X tersebut hanya mengenakan kaus hitam. Kondisinya sudah mulai membusuk. Ciri yang bisa dikenali, kaus yang dikenakan korban, anting, dan jepit rambut warna merah masih menempel. Jenazah tersebut kemudian dibawa menuju RSUD Blambangan. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/