alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Beraksi di 11 TKP, Sindikat Curanmor Spesialis Jaranan Dibekuk

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di tempat tontonan jaranan takluk di tangan polisi. Empat sindikat (dua pelaku dan dua penadah) berhasil digulung oleh Tim Khusus Macan Blambangan Polresta Banyuwangi.

Selasa (19/7) siang, empat komplotan tersebut dirilis Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa di hadapan wartawan. Pelakunya adalah SAP, 22, warga Cluring dan RY, 20, warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Sedangkan penadahnya adalah HP, 46, warga Desa Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember dan AS, 42, warga Desa/Kecamatan Silo, Jember.

Dari tangan sindikat curanmor tersebut diamankan 20 unit sepeda motor berbagai merek. Kendaraan roda dua itu merupakan hasil kejahatan di 11 tempat kejadian perkara (TKP). Aksi yang dilakukan SAP dan RY terhitung sejak Desember 2021 hingga Juni 2022.

Baca Juga :  Geng Motor Beraksi di Benculuk, Tujuh Pelaku Diciduk, 4 Orang Baru Lulus SMP

Belasan TKP tersebut tersebar di Purwoharjo, Tegaldlimo, Srono, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Genteng, Gambiran, Sempu, dan Blimbingsari. Motor tersebut dicuri saat pemiliknya sedang nonton kesenian jaranan.

Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa didampingi Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, selain 20 unit sepeda motor, ada barang bukti lain yang diamankan. Di antaranya kunci T, empat unit handphone, dan satu unit sepeda motor yang digunakan. ”Dua tersangka merupakan spesialis curanmor sepeda motor matic yang diparkir di tempat kesenian jaranan,” ungkapnya.

Mereka berbagi tugas dalam menjalankan aksinya. Ada yang mencari informasi jaranan lewat media sosial. RY yang membonceng SAP sampai ke lokasi. ”RY juga berperan memantau situasi sekitar TKP serta membawa kendaraan hasil curian,” jelas Deddy.

Baca Juga :  Empat Anggota Geng Motor Masuk DPO Polresta Banyuwangi

Dalam melancarkan aksinya, imbuh Deddy, pelaku menggunakan kunci T untuk merusak kontak motor korban. Aksi tersebut dilakukan kedua pelaku sudah sejak 11 Desember 2021 hingga tanggal 13 Juni 2022. ”Motor curian langsung dijual di daerah Kabupaten Jember dengan harga Rp 7 juta,” terangnya.

Deddy menambahkan, tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-4e dan ke-5e KUHP jo pasal 65 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. ”Para pelaku terancam hukuman sembilan tahun penjara,” tegasnya. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di tempat tontonan jaranan takluk di tangan polisi. Empat sindikat (dua pelaku dan dua penadah) berhasil digulung oleh Tim Khusus Macan Blambangan Polresta Banyuwangi.

Selasa (19/7) siang, empat komplotan tersebut dirilis Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa di hadapan wartawan. Pelakunya adalah SAP, 22, warga Cluring dan RY, 20, warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Sedangkan penadahnya adalah HP, 46, warga Desa Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember dan AS, 42, warga Desa/Kecamatan Silo, Jember.

Dari tangan sindikat curanmor tersebut diamankan 20 unit sepeda motor berbagai merek. Kendaraan roda dua itu merupakan hasil kejahatan di 11 tempat kejadian perkara (TKP). Aksi yang dilakukan SAP dan RY terhitung sejak Desember 2021 hingga Juni 2022.

Baca Juga :  Dukun Mengaku Bisa Gandakan Uang Hingga Rp 12 Miliar

Belasan TKP tersebut tersebar di Purwoharjo, Tegaldlimo, Srono, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Genteng, Gambiran, Sempu, dan Blimbingsari. Motor tersebut dicuri saat pemiliknya sedang nonton kesenian jaranan.

Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa didampingi Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, selain 20 unit sepeda motor, ada barang bukti lain yang diamankan. Di antaranya kunci T, empat unit handphone, dan satu unit sepeda motor yang digunakan. ”Dua tersangka merupakan spesialis curanmor sepeda motor matic yang diparkir di tempat kesenian jaranan,” ungkapnya.

Mereka berbagi tugas dalam menjalankan aksinya. Ada yang mencari informasi jaranan lewat media sosial. RY yang membonceng SAP sampai ke lokasi. ”RY juga berperan memantau situasi sekitar TKP serta membawa kendaraan hasil curian,” jelas Deddy.

Baca Juga :  Gasak 20 Motor Hanya Berbekal Kunci T, Pilih Scoopy karena Mudah Dijual

Dalam melancarkan aksinya, imbuh Deddy, pelaku menggunakan kunci T untuk merusak kontak motor korban. Aksi tersebut dilakukan kedua pelaku sudah sejak 11 Desember 2021 hingga tanggal 13 Juni 2022. ”Motor curian langsung dijual di daerah Kabupaten Jember dengan harga Rp 7 juta,” terangnya.

Deddy menambahkan, tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-4e dan ke-5e KUHP jo pasal 65 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. ”Para pelaku terancam hukuman sembilan tahun penjara,” tegasnya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/