alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Anggota Geng Motor Punya Identitas Khas; Semua Pakai Gelang Sama

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tujuh anggota geng motor yang diamankan Polresta Banyuwangi ternyata memiliki ciri khas tersendiri. Para pelaku pencurian dengan kekerasan tersebut memakai gelang yang sama. Gelang tersebut menyerupai gelang tridatu.

Tujuh anggota geng motor terdiri dari ZF, 16, dan FR, keduanya warga Srono. XFP, 16, dan AOS, 16, keduanya warga Muncar. Lainnya yakni MA, 19, warga Desa Kebaman, serta GM, 19, dan AOH, 18, warga Muncar. Komplotan ini mengaku tidak memiliki pimpinan. Mereka bergerak secara bersama-sama dengan inisiatif bersama.

Untuk merekrut anggota, mereka hanya meminta kekompakan serta kerja sama tim. ”Mereka memiliki ciri khas pada tangannya, yaitu menggunakan gelang dengan bentuk sama,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Agus mengatakan, gelang yang sama menjadi ciri khas tersendiri. Mereka mengenakan gelang tersebut agar bisa membedakan anggotanya satu sama lain. ”Gelang itu mereka buat sendiri dengan bentuk yang sama, meski warna gelang ada yang berbeda,” katanya.

Baca Juga :  Gasak 20 Motor Hanya Berbekal Kunci T, Pilih Scoopy karena Mudah Dijual

Agus menyebut, dari hasil keterangan para anggota geng motor, awalnya mereka hanya sebatas teman nongkrong. Mereka biasa nongkrong di wilayah Kecamatan Srono. ”Berawal dari teman nongkrong sampai akhirnya jadi satu geng motor yang beranggotakan hingga 11 orang,” terangnya.

Sejak menjadi satu geng, masih kata Agus, mereka berkumpul setiap Sabtu malam. Terkadang juga sering berkumpul ketika ada tontonan seperti jaranan, janger, hingga orkes. ”Setiap kumpul, mereka menggelar pesta minuman keras (miras) hingga mabuk,” ungkapnya.

Sampai akhirnya, para remaja yang kebanyakan belum bekerja tersebut kehabisan uang. Komplotan ini akhirnya berinisiatif melakukan aksi pencurian dengan kekerasan kepada orang lain. ”Uang yang didapat digunakan untuk membeli miras dan rokok,” terang Agus.

Geng motor tersebut juga belum memiliki nama. Mereka berdalih melakukan aksi hanya untuk menunjukkan eksistensinya. Para anggota geng mayoritas berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. ”Melihat dari beberapa anggota geng motor, kebanyakan mereka kurang kasih sayang orang tua. Bahkan, ada beberapa dari mereka hanya ikut dengan neneknya,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua IPPNU Karangdoro Jadi Korban Penjambretan

Agus menambahkan, ada salah satu pelaku yang memprovokasi rekan-rekannya hingga akhirnya mereka melakukan aksi tindak pidana tersebut. Pelaku tersebut hingga kini masih jadi buron. ”Kita kejar terus empat anggota geng motor yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Salah satu dari mereka adalah aktornya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi geng motor di Jalan Raya Benculuk, Kecamatan Cluring, beberapa waktu lalu mendapat atensi aparat kepolisian. Satu per satu komplotan geng motor digulung oleh Tim Khusus (Timsus) Macan Blambangan. Tak tanggung-tanggung, tujuh pelaku geng motor langsung dijebloskan ke hotel prodeo Mapolresta Banyuwangi, Senin (11/7).

Komplotan tersebut memperdayai tiga remaja, Senin (27/6) lalu. Korbannya adalah Putra Pranata, 18; Maxswell, 16; dan Vandi Distafian, 19. Ketiganya tercatat sebagai warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tujuh anggota geng motor yang diamankan Polresta Banyuwangi ternyata memiliki ciri khas tersendiri. Para pelaku pencurian dengan kekerasan tersebut memakai gelang yang sama. Gelang tersebut menyerupai gelang tridatu.

Tujuh anggota geng motor terdiri dari ZF, 16, dan FR, keduanya warga Srono. XFP, 16, dan AOS, 16, keduanya warga Muncar. Lainnya yakni MA, 19, warga Desa Kebaman, serta GM, 19, dan AOH, 18, warga Muncar. Komplotan ini mengaku tidak memiliki pimpinan. Mereka bergerak secara bersama-sama dengan inisiatif bersama.

Untuk merekrut anggota, mereka hanya meminta kekompakan serta kerja sama tim. ”Mereka memiliki ciri khas pada tangannya, yaitu menggunakan gelang dengan bentuk sama,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Agus mengatakan, gelang yang sama menjadi ciri khas tersendiri. Mereka mengenakan gelang tersebut agar bisa membedakan anggotanya satu sama lain. ”Gelang itu mereka buat sendiri dengan bentuk yang sama, meski warna gelang ada yang berbeda,” katanya.

Baca Juga :  Empat Anggota Geng Motor Masuk DPO Polresta Banyuwangi

Agus menyebut, dari hasil keterangan para anggota geng motor, awalnya mereka hanya sebatas teman nongkrong. Mereka biasa nongkrong di wilayah Kecamatan Srono. ”Berawal dari teman nongkrong sampai akhirnya jadi satu geng motor yang beranggotakan hingga 11 orang,” terangnya.

Sejak menjadi satu geng, masih kata Agus, mereka berkumpul setiap Sabtu malam. Terkadang juga sering berkumpul ketika ada tontonan seperti jaranan, janger, hingga orkes. ”Setiap kumpul, mereka menggelar pesta minuman keras (miras) hingga mabuk,” ungkapnya.

Sampai akhirnya, para remaja yang kebanyakan belum bekerja tersebut kehabisan uang. Komplotan ini akhirnya berinisiatif melakukan aksi pencurian dengan kekerasan kepada orang lain. ”Uang yang didapat digunakan untuk membeli miras dan rokok,” terang Agus.

Geng motor tersebut juga belum memiliki nama. Mereka berdalih melakukan aksi hanya untuk menunjukkan eksistensinya. Para anggota geng mayoritas berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. ”Melihat dari beberapa anggota geng motor, kebanyakan mereka kurang kasih sayang orang tua. Bahkan, ada beberapa dari mereka hanya ikut dengan neneknya,” jelasnya.

Baca Juga :  Bayi Ditemukan di Dasar Sungai

Agus menambahkan, ada salah satu pelaku yang memprovokasi rekan-rekannya hingga akhirnya mereka melakukan aksi tindak pidana tersebut. Pelaku tersebut hingga kini masih jadi buron. ”Kita kejar terus empat anggota geng motor yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Salah satu dari mereka adalah aktornya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi geng motor di Jalan Raya Benculuk, Kecamatan Cluring, beberapa waktu lalu mendapat atensi aparat kepolisian. Satu per satu komplotan geng motor digulung oleh Tim Khusus (Timsus) Macan Blambangan. Tak tanggung-tanggung, tujuh pelaku geng motor langsung dijebloskan ke hotel prodeo Mapolresta Banyuwangi, Senin (11/7).

Komplotan tersebut memperdayai tiga remaja, Senin (27/6) lalu. Korbannya adalah Putra Pranata, 18; Maxswell, 16; dan Vandi Distafian, 19. Ketiganya tercatat sebagai warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/