27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

PN Banyuwangi Tunda Vonis Bandar 1 Kg Sabu

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sidang lanjutan dua bandar gede (bede) sabu-sabu dengan barang bukti (BB) 1 kilogram ditunda, Selasa (22/11). Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi berdalih belum siap membacakan vonis terhadap dua terdakwa kasus narkoba tersebut.

Terdakwa dalam kasus ini yaitu Hariyanto dan Jati Priambodo, keduanya warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Ketua Majelis Hakim Kurnia Mustikawati menjadwalkan sidang pembacaan putusan digelar pada Senin pekan depan (27/11).

Alasan penundaan, ketua majelis hakim masih akan  bermusyawarah dengan anggota hakim lainnya. ”Sidang ditunda pekan depan. Kami masih belum bisa membacakan putusan,” ujar Ketua Majelis Hakim Kurnia Mustikawati.

Humas PN Banyuwangi Agus Pancara mengatakan, penundaan sidang merupakan hak prerogatif majelis hakim. Penundaan ini untuk memberikan kesempatan kepada majelis hakim bermusyawarah sebelum menjatuhkan hukuman. ”Semua majelis hakim memang memiliki hak tersendiri. Semua keputusan harus melibatkan hakim anggota lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Lapas Gagalkan Penyelundupan Barang Terlarang

Lebih lanjut Agus mengatakan, majelis hakim memiliki pemikiran tersendiri dalam menentukan hukuman, namun tetap sesuai fakta-fakta dalam persidangan. ”Melihat fakta di persidangan, hakim dapat menjatuhkan hukuman yang berbeda dari tuntutan JPU,” tegasnya.

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menuntut pemilik 100 gram sabu, Hariyanto, dengan hukuman 16 tahun penjara. Sedangkan Jati Priambodo, pemilik 830 gram sabu, dituntut 13 tahun. ”Sebenarnya Hariyanto dan Jati Priambodo yang menyimpan sabu-sabu dengan berat 1 kilogram. Namun, sabu tersebut dipisah untuk didistribusikan. Makanya, BB tersebut tidak genap 1 kilogram,” ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi Mardiyono.

Sebelumnya, Hariyanto dan Jati Priambodo mengajukan keberatan dengan tuntutan JPU. Keberatan tersebut dibacakan penasihat hukum terdakwa, Rizal Fiska Adhitama, dalam pleidoi (pembelaan) Senin lalu (14/11). (rio/aif/c1)

Baca Juga :  Penjual Mainan Nyambi Edarkan Pil Koplo

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sidang lanjutan dua bandar gede (bede) sabu-sabu dengan barang bukti (BB) 1 kilogram ditunda, Selasa (22/11). Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi berdalih belum siap membacakan vonis terhadap dua terdakwa kasus narkoba tersebut.

Terdakwa dalam kasus ini yaitu Hariyanto dan Jati Priambodo, keduanya warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Ketua Majelis Hakim Kurnia Mustikawati menjadwalkan sidang pembacaan putusan digelar pada Senin pekan depan (27/11).

Alasan penundaan, ketua majelis hakim masih akan  bermusyawarah dengan anggota hakim lainnya. ”Sidang ditunda pekan depan. Kami masih belum bisa membacakan putusan,” ujar Ketua Majelis Hakim Kurnia Mustikawati.

Humas PN Banyuwangi Agus Pancara mengatakan, penundaan sidang merupakan hak prerogatif majelis hakim. Penundaan ini untuk memberikan kesempatan kepada majelis hakim bermusyawarah sebelum menjatuhkan hukuman. ”Semua majelis hakim memang memiliki hak tersendiri. Semua keputusan harus melibatkan hakim anggota lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kades Banyuanyar: Saya Heran, Permasalahan Sudah Selesai, Kok Meledak Lagi

Lebih lanjut Agus mengatakan, majelis hakim memiliki pemikiran tersendiri dalam menentukan hukuman, namun tetap sesuai fakta-fakta dalam persidangan. ”Melihat fakta di persidangan, hakim dapat menjatuhkan hukuman yang berbeda dari tuntutan JPU,” tegasnya.

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menuntut pemilik 100 gram sabu, Hariyanto, dengan hukuman 16 tahun penjara. Sedangkan Jati Priambodo, pemilik 830 gram sabu, dituntut 13 tahun. ”Sebenarnya Hariyanto dan Jati Priambodo yang menyimpan sabu-sabu dengan berat 1 kilogram. Namun, sabu tersebut dipisah untuk didistribusikan. Makanya, BB tersebut tidak genap 1 kilogram,” ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi Mardiyono.

Sebelumnya, Hariyanto dan Jati Priambodo mengajukan keberatan dengan tuntutan JPU. Keberatan tersebut dibacakan penasihat hukum terdakwa, Rizal Fiska Adhitama, dalam pleidoi (pembelaan) Senin lalu (14/11). (rio/aif/c1)

Baca Juga :  Jumlah Anak Terpapar Narkoba Meningkat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/