alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Sugianto Kembalikan Uang Rp 186,7 Juta, Perkara Korupsi Jalan Terus

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kasus korupsi Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 186,7 juta dengan tersangka Sugianto, 43, masih ditangani Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Setelah ditahan kejaksaan sejak 1 April 2022 lalu, Sugianto akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

Jumat (15/7), warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari itu mengembalikan uang hasil pemotongan dari 550 penerima BPUM senilai Rp 186,7 juta. ”Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Yang bersangkutan punya iktikad baik mengembalikan kerugian negara sesuai perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim,” ujar Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasi Pidsus I Gede Eka Sumahendra.

Gede menjelaskan, berdasarkan audit BPKP, kerugian keuangan negara mencapai Rp 186,7 juta. Hal ini diakui oleh tersangka. ”Meski tersangka sudah mengembalikan kerugian negara, tidak bisa menghilangkan kasus pidananya,” kata Gede Eka.

Baca Juga :  Penari Striptis Divonis 7 Bulan, Mucikari dan Penyedia Jasa Kena 1 Tahun

Iktikad tersangka mengembalikan kerugian negara akan memengaruhi besarnya tuntutan hukum maupun vonis yang akan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. ”Kasus pidananya tetap lanjut sesuai pasal 2 atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Revisi UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perbuatan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Diungkapkan Gede, tersangka juga telah mengakui perbuatannya memotong dana BPUM. Penerima mestinya mendapatkan Rp 1,2 juta, tetapi dipotong Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per orang. ”Bantuan tersebut sebenarnya program dari pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) saat pandemi Covid-19,” tuturnya.

Gede menambahkan, berkas perkara tersangka Sugianto sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Kini pihaknya tinggal menunggu penetapan jadwal sidang saja. ”Bukti pengembalian uang negara akan kita serahkan dalam persidangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Polresta Terjunkan Timsus di Perbatasan Jember-Banyuwangi

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Banyuwangi mengusut kasus pemotongan dana BPUM dengan tersangka Sugianto. Setelah hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur turun, Sugianto langsung ditahan, Jumat (1/4) lalu. Dari perhitungan BPKP Jatim, negara dirugikan Rp 186,7 juta. Penahanan Sugianto sebagai koordinator BPUM langsung dititipkan ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kasus korupsi Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 186,7 juta dengan tersangka Sugianto, 43, masih ditangani Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Setelah ditahan kejaksaan sejak 1 April 2022 lalu, Sugianto akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

Jumat (15/7), warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari itu mengembalikan uang hasil pemotongan dari 550 penerima BPUM senilai Rp 186,7 juta. ”Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Yang bersangkutan punya iktikad baik mengembalikan kerugian negara sesuai perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim,” ujar Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasi Pidsus I Gede Eka Sumahendra.

Gede menjelaskan, berdasarkan audit BPKP, kerugian keuangan negara mencapai Rp 186,7 juta. Hal ini diakui oleh tersangka. ”Meski tersangka sudah mengembalikan kerugian negara, tidak bisa menghilangkan kasus pidananya,” kata Gede Eka.

Baca Juga :  Polresta Terjunkan Timsus di Perbatasan Jember-Banyuwangi

Iktikad tersangka mengembalikan kerugian negara akan memengaruhi besarnya tuntutan hukum maupun vonis yang akan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. ”Kasus pidananya tetap lanjut sesuai pasal 2 atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Revisi UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perbuatan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Diungkapkan Gede, tersangka juga telah mengakui perbuatannya memotong dana BPUM. Penerima mestinya mendapatkan Rp 1,2 juta, tetapi dipotong Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per orang. ”Bantuan tersebut sebenarnya program dari pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) saat pandemi Covid-19,” tuturnya.

Gede menambahkan, berkas perkara tersangka Sugianto sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Kini pihaknya tinggal menunggu penetapan jadwal sidang saja. ”Bukti pengembalian uang negara akan kita serahkan dalam persidangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kesandung Galian C Ilegal, Kades Bedewang Divonis Enam Bulan

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Banyuwangi mengusut kasus pemotongan dana BPUM dengan tersangka Sugianto. Setelah hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur turun, Sugianto langsung ditahan, Jumat (1/4) lalu. Dari perhitungan BPKP Jatim, negara dirugikan Rp 186,7 juta. Penahanan Sugianto sebagai koordinator BPUM langsung dititipkan ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

Harga Cabai Rawit mulai Pedas

/