25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Sudah Ditutup, Masih Ada PSK Nekat Beroperasi

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Wilayah Dusun Blibis, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, pernah populer sebagai salah satu ”surga wisata syahwat” di Banyuwangi. Maklum, di kawasan tersebut pernah berdiri lokalisasi yang oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Lokalisasi Blibis.

Namun, Pemkab Banyuwangi secara resmi menutup lokalisasi di seantero Bumi Blambangan beberapa tahun lalu. Tidak terkecuali Lokalisasi Blibis. Sontak, setelah lokalisasi tersebut ditutup, eks tempat prostitusi itu menjelma perkampungan sunyi.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), Minggu (25/9), kampung bekas lokalisasi tersebut tampak lengang. Dari sekitar 25 rumah yang berada di kawasan eks lokalisasi tersebut, kini hampir semua tak berpenghuni.

Baca Juga :  Gendong Bayi, Korban Rudapaksa Cari Keadilan ke Polresta Banyuwangi

Namun demikian, masih ada satu atau dua perempuan yang tinggal di beberapa rumah di kompleks tersebut. Salah satu warga sekitar, Yanti mengungkapkan, lokalisasi prostitusi tersebut sudah lama tutup. Tidak ada lagi warga lokal yang datang untuk bekerja sebagai penjaja seks komersial (PSK).

Meski demikian, imbuh Yanti, terkadang masih saja ada sejumlah pendatang yang nekat untuk tinggal di lokasi tersebut. ”Tidak ada lagi warga lokal yang tinggal di sini, kalau ada itu pendatang,” akunya.

Menurut Yanti, saat ini banyak mantan PSK dari Dusun Blibis yang sudah pindah atau beralih profesi. Sedangkan beberapa orang yang masih nekat untuk tinggal dan terpaksa bekerja sebagai PSK di Dusun Blibis tersebut adalah warga pendatang yang tidak bisa pulang kampung karena tidak memiliki ongkos. ”Sekarang mungkin ada tujuh orang yang masih bekerja, tapi orang luar kota semua,” tutur istri ketua rukun tetangga (RT) setempat tersebut.

Baca Juga :  Masa Penahanan Fauzan Diperpanjang sampai Tiga Kali

Yanti menambahkan, sudah dilakukan berbagai upaya agar tempat tersebut benar-benar steril dari aktivitas prostitusi. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. Masih ada saja orang luar Blibis yang menawarkan jasa esek-esek di lokasi tersebut. ”Meskipun sudah ditutup, kita tetap awasi. Biasanya para pekerja yang uangnya sudah cukup, ya mereka pulang ke tempat asal masing-masing,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1)

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Wilayah Dusun Blibis, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, pernah populer sebagai salah satu ”surga wisata syahwat” di Banyuwangi. Maklum, di kawasan tersebut pernah berdiri lokalisasi yang oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Lokalisasi Blibis.

Namun, Pemkab Banyuwangi secara resmi menutup lokalisasi di seantero Bumi Blambangan beberapa tahun lalu. Tidak terkecuali Lokalisasi Blibis. Sontak, setelah lokalisasi tersebut ditutup, eks tempat prostitusi itu menjelma perkampungan sunyi.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), Minggu (25/9), kampung bekas lokalisasi tersebut tampak lengang. Dari sekitar 25 rumah yang berada di kawasan eks lokalisasi tersebut, kini hampir semua tak berpenghuni.

Baca Juga :  Masa Penahanan Fauzan Diperpanjang sampai Tiga Kali

Namun demikian, masih ada satu atau dua perempuan yang tinggal di beberapa rumah di kompleks tersebut. Salah satu warga sekitar, Yanti mengungkapkan, lokalisasi prostitusi tersebut sudah lama tutup. Tidak ada lagi warga lokal yang datang untuk bekerja sebagai penjaja seks komersial (PSK).

Meski demikian, imbuh Yanti, terkadang masih saja ada sejumlah pendatang yang nekat untuk tinggal di lokasi tersebut. ”Tidak ada lagi warga lokal yang tinggal di sini, kalau ada itu pendatang,” akunya.

Menurut Yanti, saat ini banyak mantan PSK dari Dusun Blibis yang sudah pindah atau beralih profesi. Sedangkan beberapa orang yang masih nekat untuk tinggal dan terpaksa bekerja sebagai PSK di Dusun Blibis tersebut adalah warga pendatang yang tidak bisa pulang kampung karena tidak memiliki ongkos. ”Sekarang mungkin ada tujuh orang yang masih bekerja, tapi orang luar kota semua,” tutur istri ketua rukun tetangga (RT) setempat tersebut.

Baca Juga :  FZ Dua Kali Mangkir, Polisi Keluarkan Surat Penjemputan Paksa

Yanti menambahkan, sudah dilakukan berbagai upaya agar tempat tersebut benar-benar steril dari aktivitas prostitusi. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. Masih ada saja orang luar Blibis yang menawarkan jasa esek-esek di lokasi tersebut. ”Meskipun sudah ditutup, kita tetap awasi. Biasanya para pekerja yang uangnya sudah cukup, ya mereka pulang ke tempat asal masing-masing,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/