25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Vonis 8 Bulan untuk Penyedia Pijat Plus-Plus 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rachim Arthafiansyah tampak lesu saat mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Senin(21/11). Pria asal Jember itu dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Dia terbukti bersalah menyediakan jasa pijat plus-plus khusus perempuan lewat media sosial.

Pemuda berusia 22 tahun itu terbukti bersalah melanggar pasal 44 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Vonis yang dijatuhkan oleh Ketua Majelis Hakim Kurnia Mustikawati cukup ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman setahun penjara. Terdakwa memasang tarif jasa pijat plus-plus sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. ”Terdakwa terbukti bersalah dan telah melanggar kasus informasi dan transaksi karena mem-posting video bermuatan porno serta menawarkan jasa pijat plus-plus,” ujar Humas PN Banyuwangi Agus Pancara.

Baca Juga :  Cabuli Putra Nasabah, Oknum Pegawai Bank Plecit Dibekuk Polisi

Agus mengatakan, perbuatan terdakwa telah diatur dalam pasal 44 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Hukuman tersebut dianggap sudah pantas atas perbuatan terdakwa yang menggunggah video porno pribadinya,” katanya.

Agus menjelaskan, selain video pribadi, terdakwa juga mengunggah foto telanjangnya di media sosial. Foto porno itu ditawarkan kepada para perempuan pengguna media sosial. ”Ada unsur mengajak atau memberikan iming-iming dalam keterangan di unggahannya,” terangnya.

Agus menambahkan, ada beberapa pertimbangan yang meringankan terdakwa. Salah satunya, masa depan terdakwa masih panjang. ”Kami berharap terdakwa bisa berubah dan tidak mengulangi perbuatannya kembali,” pesannya. (rio/aif/c1)

Baca Juga :  Penuhi Panggilan Penyidik, Korban Perkosaan Kembali Datangi Mapolresta

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rachim Arthafiansyah tampak lesu saat mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Senin(21/11). Pria asal Jember itu dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Dia terbukti bersalah menyediakan jasa pijat plus-plus khusus perempuan lewat media sosial.

Pemuda berusia 22 tahun itu terbukti bersalah melanggar pasal 44 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Vonis yang dijatuhkan oleh Ketua Majelis Hakim Kurnia Mustikawati cukup ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman setahun penjara. Terdakwa memasang tarif jasa pijat plus-plus sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. ”Terdakwa terbukti bersalah dan telah melanggar kasus informasi dan transaksi karena mem-posting video bermuatan porno serta menawarkan jasa pijat plus-plus,” ujar Humas PN Banyuwangi Agus Pancara.

Baca Juga :  Heboh Video Mesum Sepasang Siswa SMP

Agus mengatakan, perbuatan terdakwa telah diatur dalam pasal 44 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Hukuman tersebut dianggap sudah pantas atas perbuatan terdakwa yang menggunggah video porno pribadinya,” katanya.

Agus menjelaskan, selain video pribadi, terdakwa juga mengunggah foto telanjangnya di media sosial. Foto porno itu ditawarkan kepada para perempuan pengguna media sosial. ”Ada unsur mengajak atau memberikan iming-iming dalam keterangan di unggahannya,” terangnya.

Agus menambahkan, ada beberapa pertimbangan yang meringankan terdakwa. Salah satunya, masa depan terdakwa masih panjang. ”Kami berharap terdakwa bisa berubah dan tidak mengulangi perbuatannya kembali,” pesannya. (rio/aif/c1)

Baca Juga :  Awas, Sering Terjadi Begal Payudara di Timur SMPN 1 Mangaran

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/