alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

BK Pastikan Sudah Sanksi Anggota DPRD Aktor Video Mesum

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Mantan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Situbondo, Johantono menegaskan jika alat kelengkapan yang pernah dipimpinnya, itu sudah memproses kasus video amoral dengan ‘aktor’ salah satu wakil rakyat di Kota Santri. Ada beberapa sanksi yang sudah dijatuhkan kepada anggota DPRD berinisial ‘A’ tersebut.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, kasus tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Hanya saja, beberapa hari terakhir ada beberapa pihak yang kembali menyoal. “Jadi sudah ada putusan inkrah dari Badan Kehormatan,” terangnya kepada koran ini melalui layanan telepon seluler, tadi malam.

Keputusan sanksi yang diberikan kepada ‘A’, kata Jhon, yang pertama adalah diserahkan ke partai untuk selanjutnya dilakukan proses pembinaan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Kedua, memberikan sanksi agar ‘A’ dicopot dari salah satu alat kelengkapan DPRD.

Baca Juga :  Ngumpet di Rumah Teman, Pelarian Fauzan Berakhir di Lampung

“Jadi sanksi itu berdasarkan keputusan BK dan keputusan itu sudah dijalankan oleh partai terhadap yang bersangkutan. Kita sudah menjalankan tugas dan ada surat keputusan itu sudah ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait,” terang politisi yang terpilih dari dapil Kecamatan Kota dan Panji tersebut.

Jika ada yang menganggap sanksi yang dijatuhkan kepada ‘A’ sangat ringan, kata Jhon, maka itu sangat subyektif sekali. Semua tergantung kepada yang menilai. Yang pasti, itu sudah menjadi keputusan BK berdasarkan tahapan yang sudah dilalui oleh BK sebelum mengambil keputusan. Pengambilan keputusan juga dilakukan oleh semua anggota BK yang berasal dari anggota fraksi-fraksi DPRD.

“Satu hal lagi yang menurut saya masyarakat juga harus fair. Kalau kita mempelajari videonya, yang bersangkutan (A) bisa saja sebagai korban. Jadi, saya kira sanksinya sudah imbang,” kata mantan aktifis PMII Kabupaten Situbondo tersebut.

Baca Juga :  Jadi Tempat Mesum, Satpol PP Perketat Penjagaan Terminal Pariwisata Terpadu

Sekedar tahu, video asusila salah satu anggota DPRD Situbondo beredar di media sosial, beberapa waktu lalu. Kabarnya ada salah satu akun yang sengaja menjebaknya sehingga ‘A’ nekat berbuat tak selayaknya saat melakukan video call dengan seorang perempuan. Adegan itu kemudian direkam dan disebarkan ke publik oleh pihak tertentu. (rio/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Mantan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Situbondo, Johantono menegaskan jika alat kelengkapan yang pernah dipimpinnya, itu sudah memproses kasus video amoral dengan ‘aktor’ salah satu wakil rakyat di Kota Santri. Ada beberapa sanksi yang sudah dijatuhkan kepada anggota DPRD berinisial ‘A’ tersebut.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, kasus tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Hanya saja, beberapa hari terakhir ada beberapa pihak yang kembali menyoal. “Jadi sudah ada putusan inkrah dari Badan Kehormatan,” terangnya kepada koran ini melalui layanan telepon seluler, tadi malam.

Keputusan sanksi yang diberikan kepada ‘A’, kata Jhon, yang pertama adalah diserahkan ke partai untuk selanjutnya dilakukan proses pembinaan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Kedua, memberikan sanksi agar ‘A’ dicopot dari salah satu alat kelengkapan DPRD.

Baca Juga :  Duh, Kakek 55 Tahun Rudapaksa Gadis 15 Tahun Hingga Hamil

“Jadi sanksi itu berdasarkan keputusan BK dan keputusan itu sudah dijalankan oleh partai terhadap yang bersangkutan. Kita sudah menjalankan tugas dan ada surat keputusan itu sudah ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait,” terang politisi yang terpilih dari dapil Kecamatan Kota dan Panji tersebut.

Jika ada yang menganggap sanksi yang dijatuhkan kepada ‘A’ sangat ringan, kata Jhon, maka itu sangat subyektif sekali. Semua tergantung kepada yang menilai. Yang pasti, itu sudah menjadi keputusan BK berdasarkan tahapan yang sudah dilalui oleh BK sebelum mengambil keputusan. Pengambilan keputusan juga dilakukan oleh semua anggota BK yang berasal dari anggota fraksi-fraksi DPRD.

“Satu hal lagi yang menurut saya masyarakat juga harus fair. Kalau kita mempelajari videonya, yang bersangkutan (A) bisa saja sebagai korban. Jadi, saya kira sanksinya sudah imbang,” kata mantan aktifis PMII Kabupaten Situbondo tersebut.

Baca Juga :  Oknum Guru yang Mencabuli Muridnya Itu Ternyata Baru 4 Bulan Diangkat P3K

Sekedar tahu, video asusila salah satu anggota DPRD Situbondo beredar di media sosial, beberapa waktu lalu. Kabarnya ada salah satu akun yang sengaja menjebaknya sehingga ‘A’ nekat berbuat tak selayaknya saat melakukan video call dengan seorang perempuan. Adegan itu kemudian direkam dan disebarkan ke publik oleh pihak tertentu. (rio/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/