27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

BAP Fauzan Kembali Dilimpahkan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus asusila dengan tersangka Fauzan, 57, kembali dilimpahkan ke kejaksaan. Tidak lama lagi, pengasuh Ponpes Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, itu segera disidangkan.

Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk kembali dari JPU. ”Sudah kami limpahkan kembali, saat ini BAP masih diperiksa oleh jaksa untuk dinyatakan P21 atau P19,” ujar Agus.

Sementara itu, tiga jaksa yang menangani kasus tersebut, Ghandi Muklisin, M. Bimo Wahyu Nugroho, dan Ahmad Budi Muklis masih meneliti BAP yang dilimpahkan. Tim jaksa belum bisa menetapkan status berkas tersebut P21 atau P19.

”BAP masih kami periksa, baik syarat formal maupun material. Jika memang tidak lengkap akan kami kembalikan lagi atau P19. Jika lengkap bisa kami tetapkan P21,” ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banyuwangi Ahmad Budi Muklis.

Baca Juga :  Awas, Sering Terjadi Begal Payudara di Timur SMPN 1 Mangaran

Budi mengatakan, pihaknya masih tetap menunggu hasil asesmen dari Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK). ”Tersangka merupakan pengasuh ponpes yang cukup berpengaruh, bahkan memiliki power karena sebagai mantan anggota DPR Banyuwangi dan Jatim,” ungkapnya.

Sampai saat ini asesmen yang dilakukan oleh LPSK belum keluar. Sembari menunggu penetapan berkas P21, pihaknya juga menunggu hasil asesmen. ”Jika ada hasil asesmen, kami akan merasa lega jika korban mendapatkan perlindungan saat menjalani sidang nantinya,” jelasnya.

Budi menambahkan, dalam BAP disebutkan, dari enam korban hanya satu orang yang telah disetubuhi. Sedangkan lima orang lainnya hanya dicabuli. ”Hanya satu korban persetubuhan. Tidak mungkin jeratan pasalnya dikenakan pasal kebiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Kisah Pilu Siswa SMA yang Jadi Korban Rudapaksa di Rumah Kos

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus asusila yang dilakukan oleh Fauzan, 57, pengasuh Ponpes Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh memasuki babak baru. Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi sudah melimpahkan tahap satu Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Berkas tersebut oleh kejaksaan dikembalikan lantaran harus menunggu hasil asesmen yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus asusila dengan tersangka Fauzan, 57, kembali dilimpahkan ke kejaksaan. Tidak lama lagi, pengasuh Ponpes Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, itu segera disidangkan.

Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk kembali dari JPU. ”Sudah kami limpahkan kembali, saat ini BAP masih diperiksa oleh jaksa untuk dinyatakan P21 atau P19,” ujar Agus.

Sementara itu, tiga jaksa yang menangani kasus tersebut, Ghandi Muklisin, M. Bimo Wahyu Nugroho, dan Ahmad Budi Muklis masih meneliti BAP yang dilimpahkan. Tim jaksa belum bisa menetapkan status berkas tersebut P21 atau P19.

”BAP masih kami periksa, baik syarat formal maupun material. Jika memang tidak lengkap akan kami kembalikan lagi atau P19. Jika lengkap bisa kami tetapkan P21,” ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banyuwangi Ahmad Budi Muklis.

Baca Juga :  NU-Ansor Bantu Nutrisi hingga Biaya Persalinan Korban Pencabulan

Budi mengatakan, pihaknya masih tetap menunggu hasil asesmen dari Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK). ”Tersangka merupakan pengasuh ponpes yang cukup berpengaruh, bahkan memiliki power karena sebagai mantan anggota DPR Banyuwangi dan Jatim,” ungkapnya.

Sampai saat ini asesmen yang dilakukan oleh LPSK belum keluar. Sembari menunggu penetapan berkas P21, pihaknya juga menunggu hasil asesmen. ”Jika ada hasil asesmen, kami akan merasa lega jika korban mendapatkan perlindungan saat menjalani sidang nantinya,” jelasnya.

Budi menambahkan, dalam BAP disebutkan, dari enam korban hanya satu orang yang telah disetubuhi. Sedangkan lima orang lainnya hanya dicabuli. ”Hanya satu korban persetubuhan. Tidak mungkin jeratan pasalnya dikenakan pasal kebiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Tawarkan Pijat Plus-Plus lewat Medsos, Pemuda Jember Dituntut Setahun Penjara

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus asusila yang dilakukan oleh Fauzan, 57, pengasuh Ponpes Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh memasuki babak baru. Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi sudah melimpahkan tahap satu Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Berkas tersebut oleh kejaksaan dikembalikan lantaran harus menunggu hasil asesmen yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/