Sejumlah warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, upaya ini urung dilakukan karena kobaran api terus membesar. Warga juga ketakutan mendengar suara ledakan dari dalam toko.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Salam Bikwanto mengatakan, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi dari dalam toko kelontong. Api kemudian menjalar ke warung nasi padang di sebelahnya. ”Kerugian toko kelontong mencapai Rp 10 juta, sedangkan warung nasi padang ditaksir mencapai Rp 40 juta. Korsleting listrik terjadi di dalam toko sembako,” terang Salam.
Petugas Damkar tak memerlukan waktu lama untuk menjinakkan api. Kebakaran yang terjadi pukul 13.00 tersebut sudah bisa dijinakkan pukul 14.00.
Pemilik toko, Sugik menuturkan, dia baru saja menutup tokonya 30 menit sebelum kejadian. Setelah menutup toko, warga Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan tersebut pulang menuju rumahnya. ”Baru saja saya tutup, mau persiapan buka bersama,” katanya.
Sugik mengaku tidak tahu penyebab kebakaran. Tidak ada kompor maupun gas di dalam toko tersebut. Sugik juga tidak menjual gas elpiji di toko yang buka selama 24 jam nonstop tersebut. ”Mungkin saja terjadi korsleting listrik,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha