Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

7 Mitos Seputar Tali Pocong yang Masih Awet Dipercaya Masyarakat: Jadi Jimat Kebal hingga Lariskan Dagangan

Ayu Lestari • Rabu, 3 Juli 2024 | 20:38 WIB
MITOS: Banyak berkembang kepercayaan masyarakat seputar tali pocong
MITOS: Banyak berkembang kepercayaan masyarakat seputar tali pocong

Radarbanyuwangi.id – Aksi pembongkaran kuburan yang disertai pencurian kain kafan dan tali pocong jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Plampangrejo, Cluring, Banyuwangi menyisakan banyak misteri. Kejadian itu memunculkan desas-desus seputar kasus yang kini dalam penanganan aparat Polsek Cluring tersebut.

Salah satunya terkait alasan pelaku membongkar makam dan mengambil tali pocong yang ada pada jenazah. Dalam beberapa kepercayaan dan mitos yang berkembang di masyarakat umumnya. Tali pocong konon dipercaya memiliki mitos kesaktian.

Hal ini kemudian banyak mengaitkan kasus di Plampangrejo tersebut dengan tujuan mistis. Tak sedikit orang masih percaya bahwa tali pocong bisa dijadikan jimat yang membawa banyak keberuntungan dan manfaat. Namun hingga kini kebenaran dari jimat tali pocong itu masih menjadi sebuah misteri.

Dan berikut beberapa mitos seputar tali pocong yang boleh jadi hingga kini masih dipercaya masyarakat, diantaranya :

1. Gentayangan

Kono juga, tali pocong juga bisa membuat pemiliknya gentayangan. Mitos ini awalnya berasal dari sinetron. Dimana dalam sinetron tersebut bercerita tentang pocong yang gentayangan karena ali di kepalanya tidak dilepaskan. Pocong tersebut akan bergentayangan selama 40 hari untuk meminta tolong kepada warga agar melepaskan tali ikatannya.

2. Pelet alias pengasihan

Mitos lain tali pocong adalah dijadikan sebagai pelet. Syaratnya, tali pocong yang digunakan harus berasal dari mayat gadis perawan yang meninggal pada Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon.

Tali pocong tersebut harus diambil sebelum 40 hari. Tali pocong yang sudah diambil juga tak boleh dimusnahkan agar tidak dihantui oleh pemiliknya.

3. Loloskan Ujian

Konyol juga alasannya, tetapi ada sebagian orang yang mempercayai tali pocong bisa menjadi jimat untuk mempermudah ujian. Menurut berbagai sumber, penggunaan jimat tali pocong ini pernah ditemukan dan terjadi pada peserta tes seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di NTB. Tali pocong tersebut dibawa saat akan melakukan ujian agar lulus dan mendapatkan nilai bagus.

4. Penglaris

Tali pocong konon juga dipercaya bisa membuat dagangan seseorang laris manis. Penggunaan tali pocong ini pun beragam, dari yang diletakkan di tempat tertentu, dimasukkan ke dalam wadah makanan, hingga disimpan secara bersamaan dengan benda-benda lain sebagai persyaratan pesugihan atau penglaris dagangan.

5. Alat Hipnotis

Bagi pelaku kejahatan tali pocong juga sering digunakan sebagai media untuk memuluskan aksinya. Tali pocong dipercaya untuk menghipnosis korban-korbannya. Mitos lain yang beredar adalah tali pocong dapat membuat korban tidur terlelap atau hilang keadaran.

6. Jimat kebal

Konon, tali pocong bisa menjadi jimat kebal untuk penggunanya. Rumor seolah semakin diamini kebenarannya dimana pada tahun 2016 silam. Saat ada aksi viral pencuri di Depok yang ternyata kebal senjata dimana dia mengaku memiliki jimat tali pocong.

Mitos tali pocong dapat meningkatkan ilmu kebal juga pernah terjadi saat peristiwa tawuran pelajar. Seorang pelajar diketahui mengikat tali pocong di pinggangnya dengan ditutup seragam sekolah agar kebal dan lebih percaya diri.

7. Perantara melihat dunia gaib

Ada sebagian orang yang mengaku memiliki keistimewaan berupa kemampuan untuk melihat dunia lain. Konon, tali pocong dapat menyempurnakan seseorang untuk memiiki ilmu tersebut.

 

 

Editor : Niklaas Andries
#dagangan #Penglaris #jimat kebal senjata #alat #dunia gaib #tali pocong #lolos ujian tulis #hipnotis #pelet #Gentayangan #mitos