Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Aqilah Azahra, Balita Penderita Tumor Mulut Asal Desa Tambong Banyuwangi, Jalani Operasi di Surabaya Berbekal Uang Rp 1 Juta

Ayu Lestari • Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:44 WIB

SEGERA OPERASI: Aqilah Azahrah akan segeramenjalani tindakan medis di Surabaya
SEGERA OPERASI: Aqilah Azahrah akan segeramenjalani tindakan medis di Surabaya
Radarbanyuwangi.id – Kehadiran seorang anak dalam keluarga menjadi impian setiap orang. Dimana keberadaan mereka di dunia ini merupakan titipan dari sang ilahi. Maka boleh jadi hadirnya mereka ke alam fana ini semata-mata bukan karena keinginan orang tua.

Tetapi menjadi sudah ketetapan yang sudah digariskan oleh sang pemilik alam semesta. Sebagai orang tua tentunya harus pandai bersyukur atas karunia dan titipan yang diberikan Tuhan tersebut. Hal ini pula yang kini dirasakan pasangan suami isti Mohamad Maulana Ishaw dan Marta Ayunita.

Perkawinan kedunya, Tuhan memberikan seorang anak perempuan yang diberi nama Aqilah Azahra. Keduanya pun menyambut suka cita menyambut kelahiran putri tercinta pada 25 Juli 2023 ini. Disisi lain, pasutri yang kini tinggal dan menetap di Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan  Banyuwangi ini harus menerima kenyataan dengan berlapang hati atas kondisi kelahiran buah hatinya tersebut.

Pasalnya, Aqilah Azahra, lahir dengan bawaan penyakit pada bagian mulut. Kenyataan yang kemudian menuntut keduanya harus menerima kondisi buah hatinya dengan berbesar hati. “Kelahirannya prematur dan dinilai medis mengidap penyakit langka yaitu tadi tumor mulut,” ujar Maulana, ayah Aqilah Azahra.

Menyadari kondisi putrinya yang lahir tidak seperti bayi umumnya. Keduanya pun berinisiatif untuk segera memeriksakan kondisi anaknya ke rumah sakit. Dari sanalah diketahui bila putri pertamanya ini dipastikan menderita tumor mulut. Untuk penanganan harus dilakukan dengan tindakan operasi.

Berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), Aqilah Azahra kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Disana, dia mendapat pemeriksaan detail dan langkah medis lebih lanjut. Hasilnya, tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi.

Maka sembari menunggu waktu operasi, Aqilah Azahra dibawa pulang lagi ke Banyuwangi.  Kondisi balita yang kini berusia 9 bulan ini mengundang perhatian sejumlah pihak. Beberapa donatur sempat membantu pendanaan untuk akomodasi selama operasi di Surabaya nanti. 

Lama menunggu, asa untuk segera mendapatkan perawatan medis segera itu sempat muncul. Pihak rumah sakit sempat memberikan waktu untuk operasi. Sayangnya, menjelang keberangkatan tim dokter membatalkan agenda operasi karena belum adanya peralatan pendukung yang tersedia.

“Lama menunggu uang itu akhirnya kepakai untuk kebutuhan biaya anak selama disini. Mulai susu dan pemeriksaan dokter di Banyuwangi terutama pas sakit,” terangnya.

Maulana yang kerja serabutan dan istrinya yang berjualan cilok dirasakan belum bisa berbuat banyak untuk mendukung kesembugan buah hatinya. Bahkan pasutri ini pun kini tidak punya rumah. Keduanya kini menjadi musafir dengan menumpang di rumah mertuanya.  Hal inilah yang menjadi tekanan batin keduanya.

Apalagi nanti kalau sampai operasi jadi dilakukan, praktis kegiatan ekonomi akan terhenti total. Ini artinya penghasilan juga akan hilang. Meski demikian, selama menunggu operasi keduanya berusaha memberikan Aqilah yang terbaik.

Hal ini setidaknya membuat balita putri ini sejauh ini tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti. Dia tetap aktif seperti balita pada umumnya. Kini kepastian operasi untuk Azqilah pun kembali datang. Rencananya balita ini akan menjalani operasi pada 22 Mei 2024 mendatang.

Masalah yang diihadapi kini, Maulana yang kerja serabutan ini mengaku tak lagi punya biaya akomodasi ke Surabaya. Setidaknya minimal di kota pahlawan nanti, dia akan berada disana sekitar satu minggu. Kini dia hanya punya uang sisa tabungan dan sebagian dari pinjam sekitar 1 juta.

Uang itu rencananya akan digunakan sebagai biaya bertahan hidup di Surabaya selama menunggu anaknya menjalani operasi.  “Buat ongkos pulang pergi di Banyuwangi-Surabaya dan makan selama disana.Ya cukup apa ndak apa kata nanti,” ujarnya. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#mulut #kis #musafir #tumor mulut #surabaya #Tambong #Ongkos #kabat #Kartu Indonesia Sehat #balita #banyuwangi #Tuhan #rsud dr soetomo