Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ulat Grayak, Paling Dominan Merusak Tanaman Pertanian

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 28 April 2024 | 16:55 WIB

MERUGIKAN: Petani menunjukkan tanaman bawang yang rusak akibat diserang ulat.
MERUGIKAN: Petani menunjukkan tanaman bawang yang rusak akibat diserang ulat.
Radarbanyuwangi.id - Ulat ikut masuk dalam daftar hama yang merugikan usaha produksi tanaman pertanian.

Salah satu hambatan produktivitas pada lahan pertanian adalah serangan hama dan penyakit. Serangan hama utama seperti penggerek batang, wereng, dan tikus sering menyebabkan kerugian secara ekonomi.

Selain itu, salah satu spesies hama padi yang kerap membuat geram petani karena sering merusak tanaman padi adalah ulat grayak. Serangannya yang tiba-tiba dalam jumlah besar dapat menggagalkan hasil panen.

Ulat grayak atau Leucania spp dan Spodoptera spp tersebut banyak terlibat kasus serangan tanaman pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, larva ulat "grayak" bersembunyi pada pangkal tanaman atau di dalam tanah.

Pada tanaman padi, ulat "grayak" ini menyerang padi yang sudah mulai menguning. Sehingga akhirnya, batang padi yang menguning itu membusuk dan mati hingga gagal panen.

Selain menyerang padi, serangga yang satu ini ternyata juga menyerang jagung, tebu, dan sayuran hijau. Ulat yang kecil makan daun-daun padi yang berumur muda, yang untuk pertama kali dengan menggigit permukaan daun.

"Yang paling banyak menyerang pertanian ya biasa dikenal ulat grayak," kata salah satu petugas BPP Kecamatan Sempu, Warsidianto.

Sementara itu, untuk menanggulangi serangan ulat grayak ini, ia menjelaskan memiliki sejumlah cara yang bisa diaplikasikan petani. "Bisa dengan rotasi tanaman untuk memutus daur hidup hama," sebut Warsidianto.

Selain itu, pengolahan tanah yang baik juga bisa mencegah munculnya serangan hama ulat grayak tersebut. "Ini bertujuan untuk mengangkat kepompong hama dari dalam tanah agar mati terjemur oleh sinar matahari," jelasnya. (sas/bay)

Editor : Niklaas Andries
#tanah #hama #daur hidup #gagal panen #ulat #Tikus #larva #Tanaman pertanian #padi #ekonomi #sinar matahari #Wereng #kepompong #spesies