Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mantan Petugas Puskesmas Kabat Palsukan Surat Sehat, Dinkes Banyuwangi Belum Berencana Tempuh Jalur Hukum

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 22 Januari 2024 | 20:12 WIB
DIPERKETAT: Tingkat kunjungan wisatawan ke Ijen tidak mengalami banyak perubahan meski ada aturan wajib surat sehat.
DIPERKETAT: Tingkat kunjungan wisatawan ke Ijen tidak mengalami banyak perubahan meski ada aturan wajib surat sehat.

LICIN, RadarBanyuwangi.id Pemalsu surat keterangan sehat yang ditemukan petugas loket Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, akhirnya terungkap.

Pelaku pemalsuan surat sehat itu ternyata mantan petugas Puskesmas Kabat, Banyuwangi.

Pelaku memalsu surat keterangan sehat dengan menggunakan kop surat Puskesmas Kabat.

Temuan ini dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat.

”Pemalsuan dilakukan oleh oknum mantan petugas puskesmas. Oknum itu memalsukan dokumen dengan men-scan tanda tangan dokter. Kami sudah mengecek bahwa itu bukan tanda tangan si dokter,” kata Amir.

Amir menambahkan, menindaklanjuti dugaan pemalsuan surat sehat, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Meski temuan surat sehat palsu tidak banyak, persoalan ini tetap menjadi atensi agar tidak terulang lagi.

Sejauh ini, belum ada rencana membawa perkara ini ke ranah hukum. Pihaknya masih melihat perkembangan situasi di lapangan.

Selama tidak diulangi lagi dan hasil pengecekan tidak banyak surat yang dipalsukan, kemungkinan tidak akan melangkah ke ranah hukum.

“Yang bersangkutan sudah mengakui dan sudah membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Kita juga berupaya supaya kasus ini bisa dihentikan dan tidak terjadi lagi,” kata Amir.

Ke depan, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait akan melakukan konsolidasi untuk memberikan kemudahan layanan surat keterangan sehat.

"Bagaimana membuktikan surat keterangan yang diterima betul-betul bisa dicek keasliannya," tegasnya.

Dinkes juga melakukan langkah antisipatif.  dengan menerbitkan surat edaran (SE) yang dikirimkan kepada seluruh fasilitas kesehatan (faskes) seperti rumah sakit, puskesmas, dan tempat praktik dokter.

Poin penting SE adalah meminta faskes tidak sembarangan mengeluarkan surat keterangan sehat.

Amir mengatakan, keluarnya SE untuk mengantisipasi terjadinya pemalsuan surat sehat yang sempat ditemukan oleh BKSDA pekan lalu.

”Kami sudah menerbitkan SE kepada seluruh faskes, rumah sakit, puskesmas, dokter praktik, klinik. Mereka tidak diperkenankan mengeluarkan surat keterangan sehat kecuali dengan pemeriksaan dan dikeluarkan oleh dokter yang bertanggung jawab,’’ kata Amir.

Diberitakan sebelumnya, aturan wajib membawa surat sehat bagi pendaki Ijen  disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Petugas dari BKSDA Jawa Timur yang bertugas di Kawah Ijen menemukan dua surat sehat abal-abal dari pendaki yang akan naik ke Ijen.

Akibat temuan tersebut, BKSDA langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan fasilitas layanan kesehatan (faskes) tempat surat sehat dipalsukan.

Apalagi, aturan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi agar jangan sampai ada orang sakit atau yang kondisi kesehatannya buruk memaksa naik ke Ijen.

”Temuan surat sehat palsu tanggal 10 sampai 11 Januari kemarin. Yang menemukan petugas loket Ijen. Petugas mencurigai surat sehat yang dibawa wisatawan terlihat janggal,” kata Kepala Taman Wisata (TWA) Ijen Sigit Haribowo. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#petugas #pemalsuan #dinkes #kabat #Surat Sehat #banyuwangi #ijen #puskesmas