Laka Maut Suporter Futsal Berlanjut, Panitia Wabup Cup Dipanggil Polresta Banyuwangi

RADAR BANYUWANGI – Kecelakaan maut yang menewaskan SM, 48, warga Jembrana, Bali, saat rombongan suporter futsal berkonvoi di Jalan Raya Banyuwangi–Jember berbuntut panjang. Satlantas Polresta Banyuwangi terus menyelidiki penyebab kecelakaan, sementara panitia turnamen futsal Wabup Cup turut dipanggil polisi dan diminta meniadakan penonton demi mencegah tragedi serupa terulang.
Penyidikan tidak hanya menyasar dugaan keterlibatan peserta konvoi, yang mayoritas merupakan pelajar, tetapi juga menelusuri pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kehadiran suporter di jalan raya. Di sisi lain, kepolisian mengambil langkah pencegahan dengan meminta panitia mengatur ulang mekanisme dukungan suporter terhadap tim yang bertanding.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Tri Pepri Alfian membenarkan bahwa penyidikan kasus kecelakaan di depan El Royale Hotel, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, masih berlangsung.
”Benar, kasusnya jalan terus dan masih proses penyidikan,” ujar Pepri, Senin (2/11).
Menurut dia, penyidikan dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian sekaligus memastikan penyebab kecelakaan. Polisi, kata dia, bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
”Kami jalankan sesuai prosedur, tidak ada keterpihakan ke mana pun,” tegasnya.
Panitia Wabup Cup Diminta Tiadakan Penonton
Selain mendalami kecelakaan, kepolisian mengambil langkah antisipasi agar kegiatan turnamen futsal tidak kembali memicu konvoi suporter di jalan raya. Panitia Wabup Cup telah dipanggil Satintelkam Polresta Banyuwangi untuk berkoordinasi mengenai pelaksanaan pertandingan.
Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi Kompol Hadi Iswanto mengatakan, sejak awal kegiatan tersebut diagendakan tanpa penonton atau suporter. Karena itu, panitia diminta memastikan pelaksanaan turnamen tidak menimbulkan kerumunan pendukung yang berpotensi melakukan konvoi.
”Sudah kami panggil. Hasil koordinasi, kami meminta panitia meniadakan penonton agar tidak ada lagi aksi konvoi atau kecelakaan yang melibatkan suporter,” ungkap Hadi.
Dalam koordinasi tersebut, panitia sempat menyampaikan keberatan karena pemasukan dari penjualan tiket penonton dibutuhkan untuk menutup biaya akomodasi dan anggaran penyelenggaraan turnamen.
Setelah pembahasan, kedua pihak menyepakati pembatasan penggunaan kendaraan bagi suporter. Pendukung tim tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor untuk datang ke lokasi pertandingan.
”Kesepakatannya tidak boleh pakai roda dua. Suporter yang rumahnya jauh wajib menggunakan bus atau kendaraan roda empat dengan dikawal guru pendamping. Ini untuk menghindari konvoi di jalan raya,” jelas Hadi.
Kebijakan itu diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan yang melibatkan rombongan suporter, terutama pelajar yang datang dari lokasi berbeda. Pengawasan terhadap perjalanan suporter menjadi salah satu perhatian agar kegiatan olahraga tidak berujung pada insiden yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
Konvoi Berujung Maut di Jalan Banyuwangi–Jember
Tragedi tersebut terjadi pada Sabtu (31/10) sore. SM, warga Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, meninggal dunia setelah terjatuh dari Honda Scoopy yang ditumpanginya bersama sang suami, MSI, 50, lalu terlindas sepeda motor dari rombongan suporter futsal.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.10 di kawasan Dadapan, Kecamatan Kabat. Saat itu, pasangan suami istri tersebut melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember atau dari utara ke selatan dengan Honda Scoopy bernomor polisi DK 3517 ZU.
Setibanya di lokasi kejadian, di depan Istana Gandrung, MSI hendak berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, rombongan sepeda motor suporter tim futsal tingkat SMA/SMK melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.
Salah satu kendaraan dalam rombongan, Yamaha NMax bernomor polisi P 5295 QBT yang dikendarai AAA, 16, warga Rogojampi, dengan AAS, 16, warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, menabrak bagian belakang Honda Scoopy tersebut.
Benturan keras membuat SM terlempar ke aspal. Nahas, tubuh korban kemudian terlindas sepeda motor lain yang berada dalam rombongan konvoi.
Korban mengalami luka berat di bagian kepala. Meski sempat dilarikan ke RS Islam Fatimah Banyuwangi untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawanya tidak tertolong.
Polisi telah mengamankan dua remaja yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Keduanya merupakan bagian dari pihak yang kini menjadi perhatian penyidik untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa nahas itu.
Keselamatan Suporter Jadi Sorotan
Kecelakaan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan rombongan suporter pelajar dan merenggut nyawa seorang pengguna jalan. Penyelidikan polisi kini berjalan beriringan dengan upaya pencegahan agar penyelenggaraan turnamen tidak memunculkan risiko serupa.
Di satu sisi, penyidik masih mendalami kronologi dan penyebab pasti kecelakaan. Di sisi lain, koordinasi antara kepolisian dan panitia Wabup Cup diarahkan pada pembatasan kehadiran penonton serta pengaturan transportasi suporter.
Kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut masih menunggu hasil penyidikan. Namun, tragedi ini menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap tim olahraga harus tetap memperhatikan keselamatan, ketertiban, dan hak pengguna jalan lainnya. (rio/aif)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



