alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kasus Dugaan Asusila, Penyidik Layangkan Surat Panggilan untuk FZ

RADAR BANYUWANGI – Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi bergerak cepat menangani kasus asusila yang diduga dilakukan oleh FZ, 53, oknum pengasuh pesantren di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Penyidik sudah melayangkan surat panggilan pertama yang ditujukan kepada pria yang pernah menjabat anggota DPRD Banyuwangi dan Jatim tersebut.

Isi surat panggilan pertama untuk mengklarifikasi apakah FZ benar-benar melakukan perbuatan asusila kepada enam santrinya. Sebelumnya, FZ dilaporkan telah berbuat tidak senonoh kepada santrinya. Bahkan, ada yang sampai disetubuhi.

Surat panggilan tersebut mewajibkan FZ datang menemui penyidik di Polresta Banyuwangi pada Selasa mendatang (28/6). ”Kita sudah layangkan surat panggilan kepada FZ,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Agus mengatakan, pemanggilan tersebut masih tahap klarifikasi atas laporan pencabulan. Pihaknya belum bisa memastikan jika FZ melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. ”Kita baru bisa ketahui setelah melakukan pemeriksaan terhadap FZ,” katanya.

Baca Juga :  Keluarga Pesantren Tetap Hormati Proses Hukum Fauzan

Agus menambahkan, penyidik sudah memeriksa setidaknya delapan orang saksi, enam di antaranya korban. ”Kita terus melakukan pemeriksaan kasus ini. Korban juga sudah dimintakan visum et repertum ke RSUD,” tandas Agus.

Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi tengah menangani kasus pencabulan dan perkosaan yang diduga dilakukan oleh FZ, salah seorang pengasuh pondok pesantren ternama di Banyuwangi. Setidaknya, ada enam  orang korban berusia sekitar 16 hingga 17 tahun yang sudah dimintai keterangan penyidik.

Dalam menjalankan aksi tak senonoh, FZ menempuh cara yang cukup rapi. Korban yang tinggal di kawasan pesantren dipanggil ke kediamannya dengan dalih berbagi berkah. FZ juga memberikan makanan dan minuman yang diduga mengandung obat penenang agar korban tak berkutik ketika dicabuli dan disetubuhi.

Hal ini diungkapkan oleh Priyo Utomo, 38, salah satu keluarga korban. ”Korbannya ada enam orang. Yang hanya diraba-raba empat orang. Dua orang disetubuhi dengan disertai ancaman. Satu korbannya ada yang laki-laki,” ucap Priyo.

Baca Juga :  Satpol PP Amankan Tiga Pasangan Mesum di Hotel

Diungkapkan Priyo, para korban dipanggil usai melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Selama ini para korban tinggal di asrama pondok pesantren tak jauh dari lokasi sekolah. ”Korban dipanggil satu per satu ke kediaman kiai FZ. Kemudian ditanya masih perawan atau tidak,” ujar Priyo menirukan pengakuan korban.

Setelah menanyakan perihal keperawanan kepada pelajar SMK tersebut, selanjutnya FZ mencoba mengecek dengan cara menyentuh bagian sensitif tubuh korban. ”Saat ditanya itu, FZ langsung memegang payudara, pantat, dan kemaluan korban,” katanya.

Yang lebih miris, dua pelajar mengalami perlakuan  yang lebih buruk. Tak sekadar dicabuli, dua siswi yang masih berusia belasan tahun juga disetubuhi oleh FZ dengan dalih sudah dinikahi secara agama. (rio/ddy/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi bergerak cepat menangani kasus asusila yang diduga dilakukan oleh FZ, 53, oknum pengasuh pesantren di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Penyidik sudah melayangkan surat panggilan pertama yang ditujukan kepada pria yang pernah menjabat anggota DPRD Banyuwangi dan Jatim tersebut.

Isi surat panggilan pertama untuk mengklarifikasi apakah FZ benar-benar melakukan perbuatan asusila kepada enam santrinya. Sebelumnya, FZ dilaporkan telah berbuat tidak senonoh kepada santrinya. Bahkan, ada yang sampai disetubuhi.

Surat panggilan tersebut mewajibkan FZ datang menemui penyidik di Polresta Banyuwangi pada Selasa mendatang (28/6). ”Kita sudah layangkan surat panggilan kepada FZ,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Agus mengatakan, pemanggilan tersebut masih tahap klarifikasi atas laporan pencabulan. Pihaknya belum bisa memastikan jika FZ melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. ”Kita baru bisa ketahui setelah melakukan pemeriksaan terhadap FZ,” katanya.

Baca Juga :  Pengacara Sesalkan Pemerkosa AJ Tak Kunjung Terungkap

Agus menambahkan, penyidik sudah memeriksa setidaknya delapan orang saksi, enam di antaranya korban. ”Kita terus melakukan pemeriksaan kasus ini. Korban juga sudah dimintakan visum et repertum ke RSUD,” tandas Agus.

Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi tengah menangani kasus pencabulan dan perkosaan yang diduga dilakukan oleh FZ, salah seorang pengasuh pondok pesantren ternama di Banyuwangi. Setidaknya, ada enam  orang korban berusia sekitar 16 hingga 17 tahun yang sudah dimintai keterangan penyidik.

Dalam menjalankan aksi tak senonoh, FZ menempuh cara yang cukup rapi. Korban yang tinggal di kawasan pesantren dipanggil ke kediamannya dengan dalih berbagi berkah. FZ juga memberikan makanan dan minuman yang diduga mengandung obat penenang agar korban tak berkutik ketika dicabuli dan disetubuhi.

Hal ini diungkapkan oleh Priyo Utomo, 38, salah satu keluarga korban. ”Korbannya ada enam orang. Yang hanya diraba-raba empat orang. Dua orang disetubuhi dengan disertai ancaman. Satu korbannya ada yang laki-laki,” ucap Priyo.

Baca Juga :  Polisi Olah TKP di Rumah Pelaku Pencabulan, Ada Sprei Bercak Darah

Diungkapkan Priyo, para korban dipanggil usai melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Selama ini para korban tinggal di asrama pondok pesantren tak jauh dari lokasi sekolah. ”Korban dipanggil satu per satu ke kediaman kiai FZ. Kemudian ditanya masih perawan atau tidak,” ujar Priyo menirukan pengakuan korban.

Setelah menanyakan perihal keperawanan kepada pelajar SMK tersebut, selanjutnya FZ mencoba mengecek dengan cara menyentuh bagian sensitif tubuh korban. ”Saat ditanya itu, FZ langsung memegang payudara, pantat, dan kemaluan korban,” katanya.

Yang lebih miris, dua pelajar mengalami perlakuan  yang lebih buruk. Tak sekadar dicabuli, dua siswi yang masih berusia belasan tahun juga disetubuhi oleh FZ dengan dalih sudah dinikahi secara agama. (rio/ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/