26.9 C
Banyuwangi
Saturday, June 3, 2023

Terjadi Saat Jelagn Sahur

Jalanan Banyuwangi Marak ”Perang Sarung”

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Aksi tawuran remaja dengan modus ”perang sarung” kembali marak di bulan Ramadan ini. Aksi tersebut biasanya dilakukan menjelang waktu makan sahur.

Seperti aksi tawuran yang terjadi di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, dini hari kemarin (23/3). Dua kelompok remaja baku hantam menggunakan batu yang dibelit dalam sarung. Lokasi tawuran berada di tengah jalan.

Tawuran dipicu salah paham kedua kelompok remaja. Sebelumnya, kedua kelompok remaja tersebut berkumpul di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Panderejo. ”Perang sarung dilakukan dua kelompok remaja. Mereka menggunakan sarung untuk saling adu pukulan,” ujar Eko, warga Kelurahan Panderejo.

Eko menjelaskan, sarung yang digunakan untuk tawuran dimodifikasi dengan mengikat salah satu ujung sarung. Biasanya, ikatan sarung diisi benda keras seperti batu dan lainnya. ”Perang sarung sangat berbahaya, bisa memakan korban jiwa jika terkena pukulan di bagian tubuh yang tidak terlindungi,” terangnya.

Baca Juga :  Kades Akui Ada Kampung 'Hilang' di Desa Bayu

Perang sarung biasanya dilakukan sekelompok remaja saat jelang sahur. Mereka memanfaatkan waktu setelah menggelar sahur on the road. ”Perang sarung sangat meresahkan masyarakat. Pengendara yang akan melintas di jalan juga terganggu. Harus ada tindakan tegas dari aparat kepolisian kepada pelaku perang sarung,” kata Eko.

Wahyu, salah satu remaja Panderejo mengatakan, perang sarung bukanlah tawuran antar-remaja. Mereka sengaja jual beli pukulan untuk menguji ketahanan tubuhnya. ”Satu lawan satu, jadi tidak sampai ada yang keroyokan. Saling pukul saja untuk melihat siapa yang kuat,” ungkap lelaki 23 tahun tersebut.

Wahyu menambahkan, aksi tersebut berlangsung secara kebetulan. Saat ada sekelompok remaja membawa sarung bertemu kelompok lain, di situlah terjadi perang sarung. ”Pukulannya tidak sampai mengenai wajah atau pun bagian vital lainnya. Saya tidak tahu kelompok remaja mana yang terlibat perang sarung,” ucapnya. (rio/aif/c1)

Baca Juga :  Patroli Malam, Polisi Temukan Remaja Pesta Miras

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Aksi tawuran remaja dengan modus ”perang sarung” kembali marak di bulan Ramadan ini. Aksi tersebut biasanya dilakukan menjelang waktu makan sahur.

Seperti aksi tawuran yang terjadi di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, dini hari kemarin (23/3). Dua kelompok remaja baku hantam menggunakan batu yang dibelit dalam sarung. Lokasi tawuran berada di tengah jalan.

Tawuran dipicu salah paham kedua kelompok remaja. Sebelumnya, kedua kelompok remaja tersebut berkumpul di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Panderejo. ”Perang sarung dilakukan dua kelompok remaja. Mereka menggunakan sarung untuk saling adu pukulan,” ujar Eko, warga Kelurahan Panderejo.

Eko menjelaskan, sarung yang digunakan untuk tawuran dimodifikasi dengan mengikat salah satu ujung sarung. Biasanya, ikatan sarung diisi benda keras seperti batu dan lainnya. ”Perang sarung sangat berbahaya, bisa memakan korban jiwa jika terkena pukulan di bagian tubuh yang tidak terlindungi,” terangnya.

Baca Juga :  BB Puluhan Gram Sabu-Sabu dan Ganja Dimusnahkan

Perang sarung biasanya dilakukan sekelompok remaja saat jelang sahur. Mereka memanfaatkan waktu setelah menggelar sahur on the road. ”Perang sarung sangat meresahkan masyarakat. Pengendara yang akan melintas di jalan juga terganggu. Harus ada tindakan tegas dari aparat kepolisian kepada pelaku perang sarung,” kata Eko.

Wahyu, salah satu remaja Panderejo mengatakan, perang sarung bukanlah tawuran antar-remaja. Mereka sengaja jual beli pukulan untuk menguji ketahanan tubuhnya. ”Satu lawan satu, jadi tidak sampai ada yang keroyokan. Saling pukul saja untuk melihat siapa yang kuat,” ungkap lelaki 23 tahun tersebut.

Wahyu menambahkan, aksi tersebut berlangsung secara kebetulan. Saat ada sekelompok remaja membawa sarung bertemu kelompok lain, di situlah terjadi perang sarung. ”Pukulannya tidak sampai mengenai wajah atau pun bagian vital lainnya. Saya tidak tahu kelompok remaja mana yang terlibat perang sarung,” ucapnya. (rio/aif/c1)

Baca Juga :  Nomor Petak dan Kelasnya Sudah Salah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/