25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Motif Penusukan Kekasih Terkuak, Pelaku Emosi karena Didesak Segera Menikahi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Motif penusukan senjata tajam yang menimpa seorang penjaga toko akhirnya terkuak. Pelaku penusukan, Ivan Kurnia Gunawan, 27, nekat menikamkan pisau belati ke tubuh kekasihnya lantaran emosi. Ivan kalap karena didesak LA, 23, kekasihnya, untuk segera menikahinya.

Motif percobaan pembunuhan tersebut terkuak setelah penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi mengorek keterangan Ivan. ”Pelaku berusaha mengenalkan korban kepada keluarganya. Karena keluarganya tidak ada yang datang, terjadilah cekcok yang berujung penusukan,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Lebih lanjut Agus mengatakan, dua sejoli itu baru dua pekan menjalin hubungan dekat. Singkat cerita, LA mendesak pacarnya untuk segera mempersuntingnya. Dia tak ingin hubungan keduanya hanya sekadar pacaran. ”Jika tidak mau menikahi, korban mengancam akan mengakhiri hubungannya dengan pelaku,” katanya.

Ivan yang sudah kehilangan kesabaran langsung mengambil pisau sangkur di bawah meja. Secara spontan, pisau tersebut langsung ditusukkan ke pinggang sebelah kanan korban. ”Pisau sangkur milik orang tua pelaku yang sudah lama disimpan, makanya agak sedikit berkarat,” terangnya.

Baca Juga :  Lewati Jalan Desa, Sopir Truk Gandeng Dianiaya

Di hadapan penyidik, Ivan mengaku tidak ada niatan untuk membunuh kekasihnya. Pria asal Cluring itu mengaku hanya emosi sehingga nekat menusukkan pisau ke tubuh pacarnya. ”Meski sudah menusuk korban, pelaku tetap menyelamatkan nyawa kekasihnya dengan membawanya ke RSUD Blambangan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, pihaknya masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini untuk mengetahui atau mencari saksi lain dalam perkara tersebut. ”Kami masih mencari saksi-saksi tambahan dan alat bukti di TKP,” jelasnya.

Sementara itu, korban penusukan LA, 23, warga Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Soebandi Jember. Perempuan yang bekerja sebagai pelayan toko itu mengalami trauma akibat insiden berdarah yang dilakukan kekasihnya tersebut. ”Kondisi korban sudah membaik, tetapi masih mengalami trauma,” ujar Ketua Yayasan Sahabat Dhuafa Banyuwangi Buang Hariyanto yang mengantar LA ke Jember.

Buang menyebut, LA sudah bisa menggerakkan semua tubuhnya, terutama kakinya sebelah kanan. Meski begitu, LA masih tetap berbaring di aatas tempat tidur untuk menjalani pemulihan. ”LA masih dalam masa pemulihan luka dan trauma. Dokter belum mengizinkan pulang,” terangnya.

Baca Juga :  Polisi Terapkan Restorative Justice untuk Pembobol Toko

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi LA, 23, warga Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, berangsur membaik setelah dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember, Minggu (20/11). Setelah mendapatkan perawatan secara intensif, LA berhasil melewati masa kritis. Belati yang menancap di pinggang kanan berhasil dicabut setelah menjalani operasi medis.

LA adalah korban penusukan pacarnya sendiri, yakni Ivan Kurnia Gunawan. Kejadian penusukan berlangsung di rumah orang tua Ivan di Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Jumat lalu (18/11).Pinggang kanan LA terluka parah setelah ditikam sangkur oleh sang pacar.

Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi melakukan pemeriksaan terhadap Ivan sebagai pelaku penusukan LA. Lelaki 27 tahun itu diperiksa secara maraton untuk mendapatkan motifnya. Pasalnya, keterangan yang disampaikan pelaku berubah-ubah. Meski begitu, penyidik memastikan kejiwaan pelaku dalam kondisi normal. Pelaku asal Cluring tersebut masih menyadari perbuatannya. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Motif penusukan senjata tajam yang menimpa seorang penjaga toko akhirnya terkuak. Pelaku penusukan, Ivan Kurnia Gunawan, 27, nekat menikamkan pisau belati ke tubuh kekasihnya lantaran emosi. Ivan kalap karena didesak LA, 23, kekasihnya, untuk segera menikahinya.

Motif percobaan pembunuhan tersebut terkuak setelah penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi mengorek keterangan Ivan. ”Pelaku berusaha mengenalkan korban kepada keluarganya. Karena keluarganya tidak ada yang datang, terjadilah cekcok yang berujung penusukan,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Lebih lanjut Agus mengatakan, dua sejoli itu baru dua pekan menjalin hubungan dekat. Singkat cerita, LA mendesak pacarnya untuk segera mempersuntingnya. Dia tak ingin hubungan keduanya hanya sekadar pacaran. ”Jika tidak mau menikahi, korban mengancam akan mengakhiri hubungannya dengan pelaku,” katanya.

Ivan yang sudah kehilangan kesabaran langsung mengambil pisau sangkur di bawah meja. Secara spontan, pisau tersebut langsung ditusukkan ke pinggang sebelah kanan korban. ”Pisau sangkur milik orang tua pelaku yang sudah lama disimpan, makanya agak sedikit berkarat,” terangnya.

Baca Juga :  Lewati Jalan Desa, Sopir Truk Gandeng Dianiaya

Di hadapan penyidik, Ivan mengaku tidak ada niatan untuk membunuh kekasihnya. Pria asal Cluring itu mengaku hanya emosi sehingga nekat menusukkan pisau ke tubuh pacarnya. ”Meski sudah menusuk korban, pelaku tetap menyelamatkan nyawa kekasihnya dengan membawanya ke RSUD Blambangan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, pihaknya masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini untuk mengetahui atau mencari saksi lain dalam perkara tersebut. ”Kami masih mencari saksi-saksi tambahan dan alat bukti di TKP,” jelasnya.

Sementara itu, korban penusukan LA, 23, warga Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Soebandi Jember. Perempuan yang bekerja sebagai pelayan toko itu mengalami trauma akibat insiden berdarah yang dilakukan kekasihnya tersebut. ”Kondisi korban sudah membaik, tetapi masih mengalami trauma,” ujar Ketua Yayasan Sahabat Dhuafa Banyuwangi Buang Hariyanto yang mengantar LA ke Jember.

Buang menyebut, LA sudah bisa menggerakkan semua tubuhnya, terutama kakinya sebelah kanan. Meski begitu, LA masih tetap berbaring di aatas tempat tidur untuk menjalani pemulihan. ”LA masih dalam masa pemulihan luka dan trauma. Dokter belum mengizinkan pulang,” terangnya.

Baca Juga :  Korban Mengaku Isi Dompet Uang Sebanyak Rp 3 Juta

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi LA, 23, warga Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, berangsur membaik setelah dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember, Minggu (20/11). Setelah mendapatkan perawatan secara intensif, LA berhasil melewati masa kritis. Belati yang menancap di pinggang kanan berhasil dicabut setelah menjalani operasi medis.

LA adalah korban penusukan pacarnya sendiri, yakni Ivan Kurnia Gunawan. Kejadian penusukan berlangsung di rumah orang tua Ivan di Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Jumat lalu (18/11).Pinggang kanan LA terluka parah setelah ditikam sangkur oleh sang pacar.

Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi melakukan pemeriksaan terhadap Ivan sebagai pelaku penusukan LA. Lelaki 27 tahun itu diperiksa secara maraton untuk mendapatkan motifnya. Pasalnya, keterangan yang disampaikan pelaku berubah-ubah. Meski begitu, penyidik memastikan kejiwaan pelaku dalam kondisi normal. Pelaku asal Cluring tersebut masih menyadari perbuatannya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Stok Pupuk Bersubsidi Aman

39 Personel API Jalani Karantina

4.800 THL Terancam Kehilangan Pekerjaan

Artikel Terbaru

/