25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Kasatreskrim: Penyidikan Kasus Penimbunan BBM  Masih Berjalan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi Perkara penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang ditangani Polresta Banyuwangi pada September 2022 lalu, tetap berlanjut. Polresta memastikan penyidikan dua kasus BBM tersebut masih berjalan.

Pernyataan ini disampaikan Kasat Reskrim Kompol Agus Sobarnapraja saat ditemui di ruangannya, Jumat kemarin (18/11). Agus menegaskan, kedua kasus tersebut masih terus berlanjut. ”Kedua kasus tersebut akan dilakukan gelar perkara di Polda Jatim,’’ tegasnya.

Bagaimana dengan keberadaan dua tersangka? Dua tersangka, yaitu AH, 52, warga Desa/Kecamatan Licin, dan NS, 51, warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, untuk sementara menjadi tahanan luar. Sedangkan seluruh barang bukti (BB) masih tetap diamankan di halaman Polresta Banyuwangi. “Kedua tersangka bukan kita lepaskan, melainkan menjadi tahanan luar. Keduanya masih tetap kooporatif dalam proses perkara,” kata Agus.

Agus menjelaskan, kasus tersebut masih dalam proses pengumpulan alat bukti. Sebab, ada beberapa alat bukti yang masih harus dilengkapi. “Meski surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) sudah habis atau dikembalikan oleh kejaksaan, kami  masih terus melakukan penyidikan untuk nantinya dikirim  SPDP ulang,” terang Agus.

Baca Juga :  Sistem Aplikasi Sering Error, Antrean di Sejumlah SPBU Masih Panjang

Dalam dua perkara tersebut, seluruh BB masih tetap diamankan di Polresta Banyuwangi. Mulai  500 liter bahan bakar jenis pertalite dan solar, dua unit mobil modikasi berupa satu unit Suzuki Katana,  satu unit mobil Toyota Kijang yang sudah dimodifikasi tangki BBM, serta satu unit alat pompa pengisian BBM. “Tersangka menjadi tahanan luar. Yang pasti perkaranya tetap berlanjut,’’ ungkapnya.

Agus menambahkan, nantinya jika BAP sudah cukup dengan alat buktinya. pihaknya akan menyerahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk diteliti. Jika menurut jaksa masih ada yang kurang, BAP bisa dilengkapi lagi.

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja Juncto Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Subsider Pasal 53 Juncto Pasal 23 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, makanya perlu alat bukti lengkap dari saksi ahli,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Identitas Sopir yang Diduga Pakai BBM Subsidi di Penambangan

Pada September 2022 lalu, Satreskrim Polresta Banyuwangi mengungkap dua praktik penimbunan BBM.  Meski penanganan perkara sudah berjalan dua bulan, BAP belum masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Ada dua berkas perkara dengan dua tersangka dan tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda. Keduanya yaitu AH, 52, warga Desa/Kecamatan Licin, dan NS, 51, warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Namun, dalam penanganan dua berkas kasus penimbunan BBM itu, Polresta Banyuwangi hanya melayangkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) pada 5 September 2022 lalu. Tetapi, Polresta Banyuwangi tidak menyerahkan berkas perkaranya kepada jaksa untuk diteliti.

Sehingga, Kejari Banyuwangi menganggap tidak ada kasus penimbunan BBM yang tengah ditangani. (rio/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi Perkara penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang ditangani Polresta Banyuwangi pada September 2022 lalu, tetap berlanjut. Polresta memastikan penyidikan dua kasus BBM tersebut masih berjalan.

Pernyataan ini disampaikan Kasat Reskrim Kompol Agus Sobarnapraja saat ditemui di ruangannya, Jumat kemarin (18/11). Agus menegaskan, kedua kasus tersebut masih terus berlanjut. ”Kedua kasus tersebut akan dilakukan gelar perkara di Polda Jatim,’’ tegasnya.

Bagaimana dengan keberadaan dua tersangka? Dua tersangka, yaitu AH, 52, warga Desa/Kecamatan Licin, dan NS, 51, warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, untuk sementara menjadi tahanan luar. Sedangkan seluruh barang bukti (BB) masih tetap diamankan di halaman Polresta Banyuwangi. “Kedua tersangka bukan kita lepaskan, melainkan menjadi tahanan luar. Keduanya masih tetap kooporatif dalam proses perkara,” kata Agus.

Agus menjelaskan, kasus tersebut masih dalam proses pengumpulan alat bukti. Sebab, ada beberapa alat bukti yang masih harus dilengkapi. “Meski surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) sudah habis atau dikembalikan oleh kejaksaan, kami  masih terus melakukan penyidikan untuk nantinya dikirim  SPDP ulang,” terang Agus.

Baca Juga :  Penyesuaian Harga BBM Jadi Momentum Perbaikan Struktur Pemberian Subsidi

Dalam dua perkara tersebut, seluruh BB masih tetap diamankan di Polresta Banyuwangi. Mulai  500 liter bahan bakar jenis pertalite dan solar, dua unit mobil modikasi berupa satu unit Suzuki Katana,  satu unit mobil Toyota Kijang yang sudah dimodifikasi tangki BBM, serta satu unit alat pompa pengisian BBM. “Tersangka menjadi tahanan luar. Yang pasti perkaranya tetap berlanjut,’’ ungkapnya.

Agus menambahkan, nantinya jika BAP sudah cukup dengan alat buktinya. pihaknya akan menyerahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk diteliti. Jika menurut jaksa masih ada yang kurang, BAP bisa dilengkapi lagi.

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja Juncto Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Subsider Pasal 53 Juncto Pasal 23 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, makanya perlu alat bukti lengkap dari saksi ahli,” tegasnya.

Baca Juga :  Nenek 64 Tahun Hilang di Kebun Kopi

Pada September 2022 lalu, Satreskrim Polresta Banyuwangi mengungkap dua praktik penimbunan BBM.  Meski penanganan perkara sudah berjalan dua bulan, BAP belum masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Ada dua berkas perkara dengan dua tersangka dan tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda. Keduanya yaitu AH, 52, warga Desa/Kecamatan Licin, dan NS, 51, warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Namun, dalam penanganan dua berkas kasus penimbunan BBM itu, Polresta Banyuwangi hanya melayangkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) pada 5 September 2022 lalu. Tetapi, Polresta Banyuwangi tidak menyerahkan berkas perkaranya kepada jaksa untuk diteliti.

Sehingga, Kejari Banyuwangi menganggap tidak ada kasus penimbunan BBM yang tengah ditangani. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/