alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Keluarga Pesantren Tetap Hormati Proses Hukum Fauzan

SINGOJURUH, Jawa Pos Radar Genteng –Dugaan pencabulan terhadap para santri yang menjerat Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Fauzan, 57, tidak berdampak banyak di lingkungan pesantren, Kamis (7/7).

Sejak berita ini santer berkembang di masyarakat karena ada enam santrinya melapor ke Polresta Banyuwangi, hingga pelaku yang mantan anggota DPRD Banyuwangi dan DPRD Provinsi Jatim itu ditangkap oleh timsus Macan Blambangan Satreskrim Polresta Banyuwangi di Lampung, kondisi di pesantren berjalan seperti biasa. “Kami sudah mendengar penangkapan itu,” cetus Agus In’am Latif yang kini didapuk menjadi pimpinan di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Gus In’am, sapaan Agus In’am Latif, keluarga pondok pesantren sudah mengetahui penangkapan KH Fauzan oleh tim Macan Blambangan Polresta Banyuwangi di Lampung. “Kami sudah mendengar, tapi belum bertemu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca Juga :  Penari Striptis Bebas dari Lapas

Ditanya sikap keluarga dan pesantren terkait penangkapan itu, Gus In’am menyampaikan keluarga dan pesantrennya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Dan akan menghormati keputusannya. “Kami fokus mengurus para santri, proses hukum sudah ada yang mengurus, kami serahkan pada kepolisian,” tuturnya.

Gus In’am menyebut, selama masalah ini bergulir proses pembelajaran di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin tetap berjalan seperti biasa. Ia menyayangkan isu yang berkembang di masyarakat yang menyatakan para santri boyongan pasca kasus ini dilaporkan ke Polresta Banyuwangi.  “Yang pulang itu izin ke pondok, dan mereka sekarang sudah kembali,” jelasnya.

Selain itu, Gus In’am juga menampik isu rencana penutupan pondok pesantren. Menurutnya, itu tidak benar dan sangat disayangkan lantaran membuat para wali santri resah. “Beberapa waktu lalu kami mengumpulkan para wali santri untuk membahas isu-isu tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Hari Ini Polisi Panggil FZ, Korban Asusila Mantan Politisi Bisa Bertambah

Hasilnya, jelas dia, tak sedikit dari wali santri yang memberikan dukungan pada pondok, dan ingin anaknya terus menuntut ilmu di pesantrennya. “Kami tidak menekan para wali santri, alhamdulillah masih banyak yang mendukung, ungkapnya.

Gus In’am memastikan sampai saat ini kegiatan di pondok masih tetap berjalan seperti biasanya. Ia juga berharap proses hukum bisa berjalan lancar dan permasalahan di pesantrennya bisa segera selesai. “Harapannya, semoga masalah ini segera selesai,” pungkas pria yang juga Kepala Desa Padang itu.(sas/abi)

SINGOJURUH, Jawa Pos Radar Genteng –Dugaan pencabulan terhadap para santri yang menjerat Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Fauzan, 57, tidak berdampak banyak di lingkungan pesantren, Kamis (7/7).

Sejak berita ini santer berkembang di masyarakat karena ada enam santrinya melapor ke Polresta Banyuwangi, hingga pelaku yang mantan anggota DPRD Banyuwangi dan DPRD Provinsi Jatim itu ditangkap oleh timsus Macan Blambangan Satreskrim Polresta Banyuwangi di Lampung, kondisi di pesantren berjalan seperti biasa. “Kami sudah mendengar penangkapan itu,” cetus Agus In’am Latif yang kini didapuk menjadi pimpinan di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Gus In’am, sapaan Agus In’am Latif, keluarga pondok pesantren sudah mengetahui penangkapan KH Fauzan oleh tim Macan Blambangan Polresta Banyuwangi di Lampung. “Kami sudah mendengar, tapi belum bertemu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca Juga :  Cabuli Kerabat Saat Istri Tidur

Ditanya sikap keluarga dan pesantren terkait penangkapan itu, Gus In’am menyampaikan keluarga dan pesantrennya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Dan akan menghormati keputusannya. “Kami fokus mengurus para santri, proses hukum sudah ada yang mengurus, kami serahkan pada kepolisian,” tuturnya.

Gus In’am menyebut, selama masalah ini bergulir proses pembelajaran di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin tetap berjalan seperti biasa. Ia menyayangkan isu yang berkembang di masyarakat yang menyatakan para santri boyongan pasca kasus ini dilaporkan ke Polresta Banyuwangi.  “Yang pulang itu izin ke pondok, dan mereka sekarang sudah kembali,” jelasnya.

Selain itu, Gus In’am juga menampik isu rencana penutupan pondok pesantren. Menurutnya, itu tidak benar dan sangat disayangkan lantaran membuat para wali santri resah. “Beberapa waktu lalu kami mengumpulkan para wali santri untuk membahas isu-isu tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Korban Mengaku Isi Dompet Uang Sebanyak Rp 3 Juta

Hasilnya, jelas dia, tak sedikit dari wali santri yang memberikan dukungan pada pondok, dan ingin anaknya terus menuntut ilmu di pesantrennya. “Kami tidak menekan para wali santri, alhamdulillah masih banyak yang mendukung, ungkapnya.

Gus In’am memastikan sampai saat ini kegiatan di pondok masih tetap berjalan seperti biasanya. Ia juga berharap proses hukum bisa berjalan lancar dan permasalahan di pesantrennya bisa segera selesai. “Harapannya, semoga masalah ini segera selesai,” pungkas pria yang juga Kepala Desa Padang itu.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Panggung Prajurit Polisi dan TNI Meriah

Ipuk-Sugirah Giliran Pertama Tes Kesehatan

Perempuan Sehat Keluarga Harmonis

Fokus Penyelesaian Input Data Vaksinasi

Artikel Terbaru

/