alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Kardus Sandal Berisi 1 Kilogram Sabu, Nilainya Rp 1 Miliar

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Banyuwangi semakin mencemaskan. Takaran yang diedarkan tak hanya ukuran gram, tapi sudah mencapai kilogram. Pusat bandarnya pun tak hanya di perkotaan, tapi sudah merambah ke pedesaan.

Maraknya peredaran narkoba ini terus menjadi atensi aparat kepolisian Polresta Banyuwangi. Senin (4/7), Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa merilis barang bukti 1 kilogram sabu-sabu yang disita dari dua bandar besar di Pesanggaran. Kedua tersangka disebut-sebut masuk jaringan kakap pengedar sabu-sabu lintas daerah.

Bandar gede (bede) yang ditangkap adalah HR, 35, dan JP, 29. Warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran itu disergap Unit Narkoba Polresta Banyuwangi di sebuah SPBU di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Rabu (30/6). Mengenakan seragam tahanan, kemarin (4/7) HR dan JP ditunjukkan kepada wartawan dari berbagai media.

Dalam rilis tersebut, Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa didampingi Kasatnarkoba Kompol Rudy Prabowo menunjukkan bungkus plastik warna hijau berisi 880 gram sabu yang diamankan dari tangan JP. Barang bukti lainnya berupa sabu-sabu seberat 100 gram yang disita dari tangan tersangka HR. Dua unit sepeda motor Honda Vario dan Scoopy serta dua unit handphone milik keduanya juga ikut diamankan.

Baca Juga :  PMI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Singapura

Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa menjelaskan, kedua orang tersangka yang diamankan merupakan sindikat besar peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Banyuwangi. Dari tangan keduanya, didapat satu kilogram sabu atau senilai Rp 1 miliar. ”Pengungkapan tersebut dilakukan setelah anggota Satnarkoba melakukan penyelidikan hingga satu bulan lebih,” katanya.

Diungkapkan Deddy, untuk mengelabui aparat kepolisian, transaksi sabu dilakukan melalui sistem ranjau. Barang ditaruh di suatu tempat sesuai kesepakatan penjual dan pembeli. Diam-diam, modus lama tersebut terendus polisi. Polisi berhasil menyergap HR yang tengah melakukan transaksi sabu-sabu bersama JP dengan berat  100 gram. ”Saat transaksi itulah keduanya langsung berhasil diamankan,” kata Deddy.

Kedua tersangka langsung diinterogasi. Polisi juga menggeledah isi saku tersangka, termasuk isi jok sepeda motor yang dikendarai HR dan JP. Benar saja, ketika menggeledah jok motor, polisi mencurigai isi kardus bekas sandal. Betapa terkejutnya polisi, setelah membuka kardus tersebut berisi sabu-sabu dengan berat 880 gram.

Baca Juga :  Keluarga Pesantren Tetap Hormati Proses Hukum Fauzan

”Ketika diinterogasi, keduanya mengaku mendapatkan sabu dari seorang berinisial PJ yang tidak diketahui alamatnya. Untuk memburu bandar besarnya, kami masih melakukan pengembangan,” terangnya.

Deddy menambahkan, atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, pihaknya bisa menyelamatkan nyawa manusia. Setidaknya dalam satu gram sabu bisa menyelamatkan lima nyawa manusia. ”Kita akan terus memerangi peredaran narkotika di Kabupaten Banyuwangi,” tegasnya.

Deddy menegaskan, kedua tersangka mendapatkan barang dari luar Banyuwangi. Sedangkan barang terlarang terrsebut hendak diedarkan di Banyuwangi. ”Barang tersebut belum sempat beredar seluruhnya di masyarakat. Meski bukan residivis, kedua tersangka cukup lama masuk target operasi (TO),” tandas Deddy yang baru saja menyandang pangkat Kombes tersebut. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Banyuwangi semakin mencemaskan. Takaran yang diedarkan tak hanya ukuran gram, tapi sudah mencapai kilogram. Pusat bandarnya pun tak hanya di perkotaan, tapi sudah merambah ke pedesaan.

Maraknya peredaran narkoba ini terus menjadi atensi aparat kepolisian Polresta Banyuwangi. Senin (4/7), Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa merilis barang bukti 1 kilogram sabu-sabu yang disita dari dua bandar besar di Pesanggaran. Kedua tersangka disebut-sebut masuk jaringan kakap pengedar sabu-sabu lintas daerah.

Bandar gede (bede) yang ditangkap adalah HR, 35, dan JP, 29. Warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran itu disergap Unit Narkoba Polresta Banyuwangi di sebuah SPBU di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Rabu (30/6). Mengenakan seragam tahanan, kemarin (4/7) HR dan JP ditunjukkan kepada wartawan dari berbagai media.

Dalam rilis tersebut, Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa didampingi Kasatnarkoba Kompol Rudy Prabowo menunjukkan bungkus plastik warna hijau berisi 880 gram sabu yang diamankan dari tangan JP. Barang bukti lainnya berupa sabu-sabu seberat 100 gram yang disita dari tangan tersangka HR. Dua unit sepeda motor Honda Vario dan Scoopy serta dua unit handphone milik keduanya juga ikut diamankan.

Baca Juga :  Buru Oknum Pengasuh Ponpes Cabul, Polisi Terjunkan Timsus Macan Blambangan

Kapolresta Kombespol Deddy Foury Millewa menjelaskan, kedua orang tersangka yang diamankan merupakan sindikat besar peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Banyuwangi. Dari tangan keduanya, didapat satu kilogram sabu atau senilai Rp 1 miliar. ”Pengungkapan tersebut dilakukan setelah anggota Satnarkoba melakukan penyelidikan hingga satu bulan lebih,” katanya.

Diungkapkan Deddy, untuk mengelabui aparat kepolisian, transaksi sabu dilakukan melalui sistem ranjau. Barang ditaruh di suatu tempat sesuai kesepakatan penjual dan pembeli. Diam-diam, modus lama tersebut terendus polisi. Polisi berhasil menyergap HR yang tengah melakukan transaksi sabu-sabu bersama JP dengan berat  100 gram. ”Saat transaksi itulah keduanya langsung berhasil diamankan,” kata Deddy.

Kedua tersangka langsung diinterogasi. Polisi juga menggeledah isi saku tersangka, termasuk isi jok sepeda motor yang dikendarai HR dan JP. Benar saja, ketika menggeledah jok motor, polisi mencurigai isi kardus bekas sandal. Betapa terkejutnya polisi, setelah membuka kardus tersebut berisi sabu-sabu dengan berat 880 gram.

Baca Juga :  Petugas Lapas Gagalkan Penyelundupan Barang Terlarang

”Ketika diinterogasi, keduanya mengaku mendapatkan sabu dari seorang berinisial PJ yang tidak diketahui alamatnya. Untuk memburu bandar besarnya, kami masih melakukan pengembangan,” terangnya.

Deddy menambahkan, atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, pihaknya bisa menyelamatkan nyawa manusia. Setidaknya dalam satu gram sabu bisa menyelamatkan lima nyawa manusia. ”Kita akan terus memerangi peredaran narkotika di Kabupaten Banyuwangi,” tegasnya.

Deddy menegaskan, kedua tersangka mendapatkan barang dari luar Banyuwangi. Sedangkan barang terlarang terrsebut hendak diedarkan di Banyuwangi. ”Barang tersebut belum sempat beredar seluruhnya di masyarakat. Meski bukan residivis, kedua tersangka cukup lama masuk target operasi (TO),” tandas Deddy yang baru saja menyandang pangkat Kombes tersebut. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/