Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Diego Garcia, Klaim Serangan 4.000 Km Ditepis Teheran

Ali Sodiqin • Senin, 23 Maret 2026 | 11:30 WIB

Iran dilaporkan meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah (intermediate-range ballistic missile) menuju pangkalan militer bersama Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia.
Iran dilaporkan meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah (intermediate-range ballistic missile) menuju pangkalan militer bersama Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia.

RADARBANYUWANGI.ID - Polemik dugaan serangan rudal jarak jauh kembali memanaskan dinamika geopolitik global.

Otoritas Iran secara resmi membantah keras laporan yang menyebut mereka meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer di Diego Garcia, Samudra Hindia.

Melalui pernyataan yang dikutip media internasional Al Jazeera, seorang pejabat tinggi Teheran menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

Iran menepis semua tudingan yang mengaitkan mereka dengan serangan terhadap instalasi militer gabungan di kawasan tersebut.

“Kami tidak meluncurkan rudal ke arah Diego Garcia,” tegas pejabat tersebut dalam pernyataan yang dirilis belum lama ini.

Sanggahan ini muncul setelah sebelumnya beredar laporan yang menyebutkan adanya dua unit rudal yang diluncurkan dan menempuh jarak hingga 4.000 kilometer menuju Samudra Hindia.

Jarak tersebut tergolong sangat jauh—setara bentangan wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua.

Laporan awal terkait dugaan peluncuran tersebut pertama kali diungkap oleh media internasional The Wall Street Journal.

Dalam publikasinya pada Jumat lalu, disebutkan bahwa target serangan misterius itu adalah pangkalan militer strategis di Diego Garcia.

Pulau Diego Garcia sendiri merupakan wilayah milik Inggris yang digunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai basis operasi penting di kawasan Indo-Pasifik.

Lokasi ini dikenal memiliki nilai strategis tinggi dalam operasi militer global Washington.

Berdasarkan laporan tersebut, upaya serangan yang diduga berasal dari Iran tidak berhasil mencapai target. Sumber intelijen menyebutkan, satu unit rudal mengalami kegagalan teknis saat masih berada di udara.

Sementara itu, satu rudal lainnya dilaporkan berhasil dilumpuhkan oleh kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum mencapai sasaran.

Sumber internal pemerintahan Washington menyebutkan bahwa sistem pertahanan yang diterapkan di kawasan tersebut bekerja efektif dalam mengantisipasi ancaman jarak jauh.

Namun demikian, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Teheran. Iran menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dalam insiden yang dimaksud, sekaligus meragukan validitas laporan yang beredar di media Barat.

Isu ini menjadi sorotan karena menyangkut kemampuan teknologi militer Iran. Jika benar rudal tersebut mampu menjangkau hingga 4.000 kilometer, maka hal itu akan melampaui klaim resmi sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa jangkauan maksimal rudal negaranya berada di kisaran 2.000 kilometer.

Artinya, kemampuan mencapai Diego Garcia akan menjadi lompatan signifikan dalam teknologi persenjataan mereka.

Secara geografis, jarak antara Iran dan Diego Garcia memang diperkirakan mencapai sekitar 4.000 kilometer secara linear.

Kemampuan menjangkau jarak tersebut akan membuka kemungkinan baru dalam peta kekuatan militer global.

Pengamat pertahanan menilai, jika benar teknologi tersebut dimiliki Iran, maka dampaknya bisa sangat luas.

Tidak hanya kawasan Timur Tengah, tetapi juga wilayah Eropa berpotensi masuk dalam jangkauan sistem persenjataan tersebut.

“Ini akan mengubah keseimbangan kekuatan secara signifikan,” ujar seorang analis militer internasional.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti independen yang dapat mengonfirmasi klaim peluncuran rudal tersebut.

Informasi yang beredar masih bersifat laporan intelijen dan belum diverifikasi secara terbuka.

Ketegangan pun terus meningkat seiring munculnya berbagai spekulasi.

Sementara itu, Iran tetap bersikukuh bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bagian dari narasi yang belum tentu akurat.

Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu militer di kawasan global. Satu laporan saja dapat memicu reaksi berantai yang berpotensi meningkatkan eskalasi konflik antarnegara.

Hingga kini, dunia internasional masih menunggu klarifikasi lanjutan dari berbagai pihak terkait kebenaran insiden tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Iran bantah rudal #wall street journal #inggris #al jazeera #konflik timur tengah #as #pangkalan Diego Garcia #Diego Garcia #militer as #rudal balistik iran