Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Tegaskan Tidak Ingin Perang dengan Negara Muslim, Usul Majelis Regional

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 22 Maret 2026 | 15:15 WIB

Iran serang 12 radar dan SATCOM AS di Timur Tengah. Nilai kerusakan capai Rp50 triliun, termasuk sistem pertahanan canggih THAAD.
Iran serang 12 radar dan SATCOM AS di Timur Tengah. Nilai kerusakan capai Rp50 triliun, termasuk sistem pertahanan canggih THAAD.

RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk berkonflik dengan negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resmi yang dirilis oleh IRNA pada Jumat (20/3), bertepatan dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dan perayaan Nowruz.

Dalam pesannya, Pezeshkian menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Islam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Ia secara tegas menyatakan, "Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim. Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami."

Pernyataan ini muncul di tengah situasi memanas pascaserangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran. Pezeshkian menuding kedua negara tersebut sebagai pihak yang memperkeruh hubungan antara Iran dan negara-negara Muslim lainnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kesiapan Iran untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan negara-negara tetangga melalui dialog dan kerja sama. Ia bahkan mengusulkan pembentukan suatu struktur keamanan regional berbasis negara-negara Muslim guna menciptakan stabilitas jangka panjang.

"Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Kami bisa membentuk sebuah majelis Islam di Timur Tengah dengan kerja sama negara-negara Muslim," ujar Pezeshkian, seraya menambahkan bahwa kerja sama tersebut dapat mencakup aspek keamanan, ekonomi, budaya, hingga politik.

Dalam isu nuklir, Pezeshkian kembali menegaskan posisi Iran yang menolak pengembangan senjata nuklir. Ia merujuk pada fatwa yang dikeluarkan oleh Ali Khamenei yang melarang penggunaan senjata atom. Menurutnya, tidak ada pejabat Iran yang memiliki kewenangan untuk mengarah pada pengembangan senjata pemusnah massal.

Namun demikian, ia menuduh Amerika Serikat berupaya membentuk opini global seolah-olah Iran tengah mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan pada 28 Februari yang menargetkan Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta komandan militer dan warga sipil. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke target di Israel serta pangkalan dan aset milik AS di kawasan Timur Tengah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#iran #nuklir #Muslim