Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Hancurkan 12 Sistem Radar dan SATCOM AS, Kerugian Tembus Rp50 Triliun di Awal Perang

Ali Sodiqin • Minggu, 22 Maret 2026 | 11:00 WIB

Iran serang 12 radar dan SATCOM AS di Timur Tengah. Nilai kerusakan capai Rp50 triliun, termasuk sistem pertahanan canggih THAAD.
Iran serang 12 radar dan SATCOM AS di Timur Tengah. Nilai kerusakan capai Rp50 triliun, termasuk sistem pertahanan canggih THAAD.

RADARBANYUWANGI.ID - Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas. Iran dilaporkan telah menghancurkan sedikitnya 12 sistem radar dan terminal komunikasi satelit (SATCOM) milik Amerika Serikat (AS) dan sekutunya sejak awal perang.

Data tersebut diungkap oleh kantor berita Anadolu Agency yang mengompilasi berbagai laporan intelijen sumber terbuka dan citra satelit. Nilai total kerusakan ditaksir mencapai USD3,152 miliar atau sekitar Rp50 triliun.

Radar Bandara Kuwait hingga Kedutaan AS Jadi Sasaran

Serangan terbaru terjadi di Bandara Internasional Kuwait, di mana sistem radar modern dilaporkan rusak akibat serangan tiga drone yang disebut sebagai “drone musuh” oleh otoritas setempat.

Sehari sebelumnya, drone Iran juga menghantam radar canggih Saab Giraffe 1X milik AS di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak.

Radar ini memiliki kemampuan Counter Rocket, Artillery, and Mortar (C-RAM) serta Counter Unmanned Aerial System (C-UAS) dengan jangkauan hingga 75 kilometer. Nilainya diperkirakan mencapai USD2 juta.

Meski tingkat kerusakan belum diumumkan secara rinci, serangan ini menunjukkan kemampuan Iran dalam menargetkan sistem pertahanan udara modern secara presisi.

Radar THAAD Bernilai Miliaran Dolar Ikut Terkena

Serangan Iran juga menyasar sistem radar AN/TPY-2 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Berdasarkan citra satelit yang dianalisis sejumlah media internasional, empat radar AN/TPY-2 dilaporkan terkena serangan di beberapa lokasi strategis, antara lain:

Satu unit radar AN/TPY-2 diperkirakan bernilai hingga USD2 miliar, menjadikannya salah satu target paling mahal dalam konflik ini.

Qatar dan Bahrain Tak Luput dari Serangan

Iran juga melancarkan serangan terhadap radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Sistem tersebut memiliki nilai sekitar USD1,1 miliar.

Otoritas Qatar telah mengonfirmasi bahwa radar tersebut mengalami kerusakan setelah terkena rudal Iran saat serangan balasan dimulai pada 28 Februari.

Tidak hanya itu, markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, juga menjadi target. Dua terminal komunikasi satelit dilaporkan hancur, termasuk sistem AN/GSC-52B yang nilainya diperkirakan mencapai USD20 juta.

Kerusakan Tambahan di Kuwait

Citra satelit yang dianalisis oleh The New York Times menunjukkan kehancuran tiga radome (kubah pelindung radar) di Camp Arifjan, Kuwait.

Kerusakan ini menambah total kerugian sekitar USD30 juta, memperkuat indikasi bahwa serangan Iran dilakukan secara sistematis dan menyasar infrastruktur komunikasi militer.

Total 12 Sistem Hancur, Kerugian Fantastis

Secara keseluruhan, sedikitnya 12 sistem radar dan SATCOM milik AS dan sekutunya telah terkena serangan Iran.

Nilai total kerusakan diperkirakan mencapai:

Angka ini menjadikan serangan tersebut sebagai salah satu pukulan terbesar terhadap infrastruktur militer AS dalam konflik modern.

Strategi Iran: Lumpuhkan Mata dan Telinga Musuh

Pengamat militer menilai, serangan terhadap radar dan SATCOM bukanlah kebetulan. Sistem tersebut merupakan “mata dan telinga” bagi operasi militer modern.

Dengan melumpuhkan radar dan komunikasi, Iran berupaya:

Strategi ini dinilai efektif dalam menciptakan ketidakseimbangan di medan perang.

Konflik Berpotensi Semakin Meluas

Serangan terhadap aset bernilai tinggi ini menunjukkan bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih serius dan kompleks.

Dengan kerugian yang terus meningkat dan target yang semakin luas, kekhawatiran akan eskalasi perang ke skala regional bahkan global semakin menguat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer AS terkait total kerusakan tersebut.

Namun, data yang beredar menunjukkan bahwa dampak perang tidak hanya besar secara militer, tetapi juga sangat mahal secara ekonomi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#SATCOM AS #serangan rudal iran #perang Iran AS Israel #konflik timur tengah #thaad #Anadolu #serangan iran #radar AS rusak