Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur ECRL Menuju Operasi 2027, Sistem Transportasi Malaysia Bertransformasi

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pemasangan rel ECRL Malaysia rampung lebih cepat.
Pemasangan rel ECRL Malaysia rampung lebih cepat.

RADARBANYUWANGI.ID - Seremoni yang digelar pada Senin (16/3/2026) di Stasiun Gombak menandai tonggak penting dalam pembangunan East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia. Acara tersebut menjadi simbol rampungnya pemasangan rel pada seksi Kota Bharu–Gombak, bagian krusial dari megaproyek jalur kereta yang dikerjakan oleh China Communications Construction Company (CCCC).

Penyelesaian bentangan rel sepanjang 519 kilometer ini bahkan tercatat lebih cepat dari jadwal. Menteri Keuangan Kedua Malaysia, Amir Hamzah Azizan, menilai capaian tersebut mencerminkan sinergi yang efisien serta kerja sama erat antara Malaysia dan China dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis.

Sekretaris Utama Pemerintah Malaysia, Shamsul Azri Abu Bakar, menegaskan bahwa proyek ini memiliki arti penting yang melampaui aspek transportasi semata. “Jalur kereta sepanjang lebih dari 600 km ini bukan hanya aset nasional strategis, melainkan juga simbol kerja sama erat antara kedua negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ECRL akan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern, efisien, dan aman bagi masyarakat, sekaligus mentransformasi sistem transportasi nasional.

Sementara itu, Direktur Pelaksana CCC-ECRL, Deng Bo, menyampaikan bahwa setelah pemasangan rel rampung, tahap berikutnya adalah pengujian operasional. “Kereta electric multiple unit (EMU) akan segera menjalani uji coba perjalanan bebas hambatan sepanjang 8.000 km,” kata Deng. Uji coba tersebut menjadi langkah penting menuju pengoperasian komersial.

Secara keseluruhan, proyek ECRL membentang lebih dari 600 kilometer dan menjadi salah satu proyek unggulan dalam kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra antara Malaysia dan China. Fase pertama yang menghubungkan Kota Bharu hingga Gombak ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027.

Saat ini, proyek telah memasuki tahap lanjutan konstruksi sekaligus persiapan operasional. Dengan progres yang terus menunjukkan percepatan, ECRL diharapkan menjadi tulang punggung baru transportasi darat Malaysia dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ecrl #china #malaysia