Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Unit Al-Radwan Kembali ke Khiam, Hizbullah Susun Ulang Kekuatan di Titik Terpanas Konflik

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:49 WIB

Hizbullah adaptasi taktik gerilya dan perkuat komando di hari kedelapan konflik dengan Israel.
Hizbullah adaptasi taktik gerilya dan perkuat komando di hari kedelapan konflik dengan Israel.

RADARBANYUWANGI.ID - Konflik bersenjata antara Hizbullah dan tentara Israel memasuki hari kedelapan dengan dinamika yang semakin kompleks.

Kelompok Lebanon tersebut dilaporkan telah mengadaptasi taktik dan struktur organisasinya, mengambil pelajaran dari kelemahan yang terekspos dalam perang sebelumnya dan insiden keamanan besar pada September 2024.

Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip sumber-sumber Lebanon, Hizbullah kini menunjuk empat wakil untuk setiap komandan guna memastikan kelangsungan operasi jika pemimpin lapangan terbunuh.

Kelompok ini juga menghindari perangkat komunikasi yang rentan terhadap penyadapan, beroperasi dalam unit-unit kecil yang mandiri, dan menerapkan pembatasan penggunaan rudal anti-tank, semua tanda kesiapan untuk perang jangka panjang.

Langkah ini merupakan respons langsung terhadap pelanggaran keamanan masif pada September 2024, ketika ribuan perangkat komunikasi pager dan Icom meledak secara simultan dan melukai ribuan kader serta warga sipil Hizbullah di Lebanon. Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem telah memberikan justifikasi atas tindakan militernya.

"Israel sebagai ancaman eksistensial buat kita, rakyat kita, tanah air kita, dan seluruh kawasan," kata Qassem seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan bahwa perlawanan adalah hak yang sah selama pendudukan Israel berlangsung, dan menolak tekanan pemerintah Beirut untuk melucuti senjata Hizbullah.

Di lapangan, pertempuran terkonsentrasi di sekitar kota Khiam, wilayah yang diyakini sebagai titik awal potensial invasi darat Israel. Unit elit Al-Radwan dilaporkan telah kembali ke wilayah tersebut.

Sementara Hizbullah terus menghujani target-target di tengah dan utara Israel dengan rudal dan drone, Israel mengumumkan kematian dua tentaranya di Lebanon dan memperingatkan seluruh warga selatan Lebanon untuk mengungsi ke utara Sungai Litani.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Israel #hizbullah