RADARBANYUWANGI.ID – Memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat mulai berdampak pada layanan penerbangan internasional.
Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tersebut berpotensi mengganggu mobilitas perjalanan, termasuk ibadah umrah.
Meski demikian, hingga Selasa (3/3), belum ada laporan jemaah umrah asal Banyuwangi yang terdampak langsung.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pusat telah mengeluarkan imbauan terkait kemungkinan adanya perubahan jadwal penerbangan jika konflik terus berlanjut.
Maskapai internasional disebut melakukan sejumlah penyesuaian rute dan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipasi.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenhaj Banyuwangi, Imam Mustakim, memastikan bahwa sampai saat ini belum ada laporan kendala dari jemaah yang tengah berada di Tanah Suci.
“Sampai saat ini (kemarin) masih belum ada jemaah umrah dari Banyuwangi yang melapor ke Kemenhaj terkait kendala imbas dari konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat,” ujarnya.
Menurut Imam, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Dari Kemenhaj pusat juga telah disampaikan peringatan dini agar seluruh pihak bersiap jika sewaktu-waktu terjadi penjadwalan ulang penerbangan.
“Dari Kemenhaj pusat sudah menghimbau bahwa jadwal penerbangan berpotensi mengalami penjadwalan ulang jika konflik masih terus berlangsung di Timur Tengah,” jelasnya.
Ia menambahkan, baik jemaah maupun PPIU diminta segera melapor apabila menghadapi kendala di lapangan.
Biasanya, laporan disampaikan secara berjenjang melalui penyelenggara perjalanan sebelum diteruskan ke Kemenhaj.
“Jika ada jemaah maupun PPIU yang mengalami hambatan, biasanya langsung melapor ke Kemenhaj. Tapi untuk saat ini belum ada,” tegasnya.
Kepulangan Dijadwalkan Pertengahan hingga Akhir Ramadan
Imam menjelaskan, sebagian besar jemaah umrah asal Banyuwangi saat ini masih berada di Tanah Suci dan menjadwalkan kepulangan pada pertengahan hingga akhir Ramadan.
Karena itu, dampak konflik terhadap jadwal penerbangan belum dirasakan secara langsung.
“Kemungkinan sebagian besar jemaah umrah baru melakukan kepulangan pada pertengahan maupun akhir Ramadan, sehingga saat ini belum terdampak terkait penerbangan,” ujarnya.
Data jumlah jemaah umrah sendiri, lanjut Imam, berada di tingkat Kanwil serta masing-masing PPIU yang secara rutin berkoordinasi dengan Kemenhaj daerah.
“Data jemaah umrah ada di Kanwil dan masing-masing PPIU yang selalu berkoordinasi dengan kami,” tambahnya.
Maskapai Lakukan Penyesuaian Rute
Sementara itu, pemilik travel PT Umrotuna Berkah Wisata yang berlokasi di Kecamatan Singonjuruh, Gus Afung, menyampaikan bahwa sejauh ini perjalanan jemaahnya berjalan lancar.
Dari total 60 jemaah yang diberangkatkan, belum ada laporan kendala akibat konflik yang terjadi.
“Dari jemaah umrah kami yang berangkat ke Tanah Suci ada 60 orang dan sejauh ini tidak mengalami kendala sama sekali terkait konflik yang ada di Timur Tengah,” ujarnya.
Namun, ia mengakui beberapa maskapai internasional melakukan penyesuaian operasional. Beberapa rute disebut tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
“Memang ada jadwal penerbangan yang tidak bisa beroperasi seperti Singapore Airlines maupun penerbangan transit melalui Bandara Internasional Hamad di Doha, Qatar,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya masih mengandalkan maskapai yang tetap beroperasi untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah.
“Kami menggunakan maskapai Lion Air yang masih bisa terbang dari Jeddah ke Surabaya ataupun sebaliknya. Untuk jadwal kepulangan 6 Maret dan awal Syawal juga belum ada konfirmasi penundaan,” pungkasnya.
Tetap Waspada Perkembangan Situasi
Di tengah dinamika konflik Iran–Israel–Amerika Serikat, Kemenhaj Banyuwangi mengimbau seluruh jemaah dan penyelenggara perjalanan untuk terus memantau perkembangan situasi global serta menjalin komunikasi intensif dengan maskapai dan otoritas terkait.
Hingga kini, aktivitas ibadah jemaah umrah asal Banyuwangi di Tanah Suci dilaporkan berjalan normal.
Namun, potensi perubahan jadwal penerbangan tetap terbuka apabila eskalasi konflik semakin meluas dan berdampak pada penutupan ruang udara atau pembatasan rute internasional.
Pemerintah berharap situasi segera mereda sehingga perjalanan ibadah umrah, khususnya menjelang puncak Ramadan dan awal Syawal, dapat berlangsung aman dan lancar tanpa gangguan berarti. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin