RADARBANYUWANGI.ID - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vassily Nebenzia, menuntut Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan tindakan agresif terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB, New York.
Dalam forum itu, Nebenzia menilai serangan yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv sebagai “aksi agresi bersenjata tanpa provokasi” yang melanggar Piagam PBB serta hukum internasional.
Ia menegaskan bahwa eskalasi di sekitar Iran berpotensi meluas melampaui kawasan dan memicu instabilitas global.
Menurut laporan RIA Novosti, serangan yang terjadi pada 28 Februari tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk Teheran.
Aksi militer itu disebut menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Nebenzia memperingatkan bahwa eskalasi ini tidak hanya berisiko menciptakan bencana kemanusiaan dan ekonomi, tetapi juga mengancam keamanan nuklir dan radiologis di kawasan.
Ia berharap Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, turut mengecam serangan tersebut demi mencegah risiko yang lebih besar terhadap fasilitas nuklir.
Rusia, lanjutnya, siap berperan aktif dalam mendorong penyelesaian politik dan diplomatik berdasarkan hukum internasional, prinsip saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan.
Moskow juga memastikan telah mengambil langkah-langkah untuk menjamin keselamatan warganya di Republik Islam Iran.
Editor : Lugas Rumpakaadi