RADARBANYUWANGI.ID - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mencatatkan kemenangan politik besar setelah Partai Demokratik Liberal (LDP) yang dipimpinnya meraih mayoritas dua pertiga kursi dalam pemilu sela yang digelar Minggu (8/2/2026) waktu setempat.
Hasil ini memperkuat posisi pemerintah dalam mendorong reformasi ekonomi, fiskal, dan keamanan nasional Jepang.
LDP berhasil mengamankan 316 dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen, menjadikannya capaian terbaik sepanjang sejarah partai tersebut.
Bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Ishin), pemerintahan Takaichi kini mengendalikan 352 kursi, jauh melampaui ambang batas supermayoritas.
Pemilu sela musim dingin yang jarang terjadi ini diumumkan Takaichi pada Januari lalu, saat tingkat popularitasnya melonjak tajam.
Langkah tersebut dinilai sebagai pertaruhan politik berisiko, namun justru menghasilkan kemenangan telak.
Takaichi kini menjadi perdana menteri kelima Jepang dalam lima tahun terakhir, sekaligus PM perempuan pertama sejak Oktober 2025.
“Pemilu ini melibatkan perubahan kebijakan besar, khususnya dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan,” ujar Takaichi dalam wawancara televisi lokal pada Minggu malam.
Ia menegaskan bahwa dukungan publik menjadi mandat kuat untuk menjalankan agenda kontroversial, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan anggaran militer guna menghadapi pengaruh China di kawasan.
Supermayoritas ini memungkinkan pemerintah mengesampingkan majelis tinggi parlemen, tempat LDP tidak memegang kendali penuh.
Kondisi tersebut diyakini akan mempercepat pengesahan undang-undang strategis.
Kemenangan Takaichi juga mendapat perhatian internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat dan menyebut keputusan menyerukan pemilu sebagai langkah “berani dan bijaksana”.
Trump berharap Takaichi sukses meloloskan agenda “perdamaian melalui kekuatan” dan dijadwalkan akan menjamunya di Gedung Putih bulan depan.
Editor : Lugas Rumpakaadi