Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hatami Tegaskan Teknologi Nuklir Iran Tak Bisa Dimusnahkan Meski Diserang

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 1 Februari 2026 | 22:15 WIB
Panglima militer Iran peringatkan AS dan Israel.
Panglima militer Iran peringatkan AS dan Israel.

RADARBANYUWANGI.ID - Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Amir Hatami, melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melancarkan serangan militer terhadap negaranya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul pengerahan besar-besaran militer AS ke wilayah Teluk.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita IRNA, Hatami menegaskan bahwa pasukan militer Iran saat ini berada dalam kesiapan defensif dan militer penuh.

Ia menyebut setiap tindakan agresif akan membawa konsekuensi serius, tidak hanya bagi pihak penyerang, tetapi juga terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.

Hatami secara tegas menyatakan bahwa teknologi nuklir Iran tidak dapat dimusnahkan, apa pun bentuk tekanan atau serangan yang dilakukan.

Menurutnya, kemampuan nuklir Iran telah berakar pada ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia nasional yang tidak bisa dihapus melalui aksi militer.

“Jika musuh melakukan kesalahan, tanpa ragu hal itu akan membahayakan keamanannya sendiri, keamanan kawasan, dan keamanan rezim Zionis,” ujar Hatami.

Pengerahan Militer AS Picu Kekhawatiran Konflik Langsung

Ketegangan meningkat setelah Washington mengerahkan kelompok tempur Angkatan Laut AS ke perairan Timur Tengah, yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.

Langkah ini dilakukan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan melakukan intervensi militer terhadap Iran.

Pengerahan tersebut memicu kekhawatiran luas akan potensi konfrontasi langsung antara kedua negara.

Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan militer, kapal, serta sekutu-sekutu AS, terutama Israel.

AS Dorong Negosiasi, Iran Tetap Tegaskan Garis Merah

Pada Jumat (30/1/2026), Presiden Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan memilih jalur negosiasi terkait program nuklir dan rudalnya dibanding menghadapi aksi militer AS.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa dialog hanya dapat dilakukan dengan kedudukan yang setara antara kedua negara.

Namun demikian, Araghchi menegaskan bahwa kemampuan rudal dan sistem pertahanan Iran tidak akan pernah menjadi bahan negosiasi.

Pernyataan ini memperjelas posisi Teheran yang menolak tekanan sepihak dalam pembicaraan internasional.

Latar Belakang Serangan dan Ketegangan Berkepanjangan

Ketegangan saat ini tidak terlepas dari serangan militer yang dilakukan AS pada Juni tahun lalu, ketika Washington melancarkan pengeboman terhadap fasilitas nuklir utama Iran dalam konflik 12 hari antara Iran dan Israel.

Serangan Israel juga menghantam sejumlah posisi militer Iran dan menewaskan beberapa perwira senior serta ilmuwan nuklir terkemuka.

Menanggapi hal tersebut, Hatami kembali menekankan bahwa kehilangan sumber daya manusia tidak akan menghentikan kemajuan teknologi nuklir Iran.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir Republik Islam Iran tidak dapat dilenyapkan, bahkan jika para ilmuwan dan putra-putra bangsa ini menjadi martir,” tegasnya.

Pernyataan ini mencerminkan sikap Iran yang tetap bersikukuh mempertahankan kedaulatan, kemampuan pertahanan, serta penguasaan teknologi strategis di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Israel #iran #as