RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah lepas pantai timur laut Taiwan pada Sabtu malam waktu setempat.
Pusat gempa berada sekitar 32 kilometer dari Kota Yilan dengan kedalaman 73 kilometer, menurut Administrasi Cuaca Pusat Taiwan.
Hingga beberapa saat setelah kejadian, tidak ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa.
Getaran gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Taiwan, termasuk ibu kota Taipei.
Sejumlah bangunan di Taipei dilaporkan berguncang cukup kuat, sehingga pemerintah mengirimkan peringatan darurat melalui ponsel kepada masyarakat.
Intensitas gempa dikategorikan tingkat empat, yang berarti berpotensi menimbulkan kerusakan ringan.
Pemerintah Kota Taipei menyatakan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada tahap awal pemantauan.
Meski demikian, terdapat beberapa laporan insidental seperti kebocoran gas dan air, plafon runtuh di beberapa bangunan, serta rak supermarket yang roboh.
Sebagai langkah pencegahan, operator kereta api dan kereta cepat sempat memperlambat laju perjalanan.
Di wilayah Yilan, lebih dari 3.000 rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik sementara akibat gempa.
Perusahaan listrik negara Taiwan memastikan pasokan listrik segera dipulihkan secara bertahap.
Sementara itu, perusahaan semikonduktor terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), menyatakan sejumlah kecil fasilitasnya di Hsinchu Science Park sempat memenuhi ambang batas evakuasi.
Manajemen TSMC menegaskan bahwa evakuasi dilakukan sesuai prosedur tanggap darurat, dan seluruh sistem keselamatan kerja beroperasi normal.
Para pekerja yang dievakuasi telah kembali ke aktivitas masing-masing.
Administrasi Cuaca Taiwan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 5,5 hingga 6,0 dalam satu hari ke depan.
Namun, otoritas menilai dampak gempa kali ini relatif terbatas karena pusat gempa berada di laut dan cukup dalam.
Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyampaikan melalui media sosial bahwa situasi berada dalam kendali pemerintah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap siaga, saling memeriksa kondisi keluarga dan kerabat, serta mengikuti arahan resmi jika terjadi gempa susulan.
Taiwan dikenal sebagai wilayah rawan gempa karena berada di pertemuan dua lempeng tektonik utama.
Dalam sejarahnya, gempa besar pernah menelan banyak korban, termasuk gempa magnitudo 7,3 pada 1999 yang menewaskan lebih dari 2.000 orang, serta gempa pada 2016 di Taiwan selatan yang merenggut lebih dari 100 jiwa.
Pada April 2024, gempa magnitudo 7,2 juga melanda bagian timur pulau tersebut dan menyebabkan korban jiwa serta ribuan luka-luka.
Editor : Lugas Rumpakaadi