Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lebar Cuman 0,24 Meter Persegi, Inilah Taman Terkecil di Bumi!

Agung Sedana • Jumat, 7 Maret 2025 | 14:30 WIB
Taman terkecil di dunia ada di Jepang. (Foto: Guinness World Records)
Taman terkecil di dunia ada di Jepang. (Foto: Guinness World Records)

RadarBanyuwangi.id - Di sudut kota kecil Nagaizumi, Prefektur Shizuoka, Jepang, terdapat sebuah taman mini yang baru-baru ini mencetak rekor sebagai taman terkecil di dunia. Dengan luas hanya 0,24 meter persegi atau setara dengan empat lembar kertas A3.

Taman ini telah secara resmi diakui oleh Guinness World Records, menggantikan pemegang rekor sebelumnya, Mill Ends Park di Portland, Oregon, Amerika Serikat, yang memiliki luas 0,29 meter persegi.

Taman kecil ini berlokasi tidak jauh dari balai kota Nagaizumi dan telah ada sejak tahun 1988. Awalnya, taman ini dibuat untuk memanfaatkan ruang kosong yang tersisa setelah proyek konstruksi jalan di wilayah tersebut.

Alih-alih membiarkan area kecil itu terbengkalai, pemerintah setempat memutuskan untuk mengubahnya menjadi ruang hijau yang dapat dinikmati warga.

Meskipun ukurannya sangat terbatas, taman ini dilengkapi dengan sebidang kecil rumput hijau, beberapa batu plakat, dan sebuah bangku kayu yang cukup untuk satu orang.

Walaupun sederhana, taman ini telah menjadi ikon unik kota Nagaizumi, menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan yang datang untuk sekadar berfoto atau menikmati suasana sekitar.

Menurut Shuji Koyama, kepala tim di divisi manajemen konstruksi Kota Nagaizumi, ide pembuatan taman ini berasal dari seorang staf pemerintah yang pernah bepergian ke Amerika Serikat dan menemukan taman Mill Ends di Portland.

Terinspirasi oleh taman kecil tersebut, mereka memutuskan untuk membuat taman yang bahkan lebih kecil lagi. Sejak saat itu, warga setempat mulai menyebut taman ini sebagai "taman terkecil di dunia".

Meskipun baru pada tahun 2024 pemerintah kota secara resmi mengajukan permohonan kepada Guinness World Records untuk mendapatkan pengakuan internasional.

Proses pengajuan rekor ini tidak instan. Pemerintah kota harus mengumpulkan data dan memastikan bahwa taman tersebut memenuhi persyaratan Guinness World Records sebagai taman rekreasi yang sah.

Salah satu syarat utama adalah bahwa taman harus berupa ruang hijau yang memungkinkan setidaknya satu orang untuk duduk dan beristirahat. Pada Januari 2025, seorang surveyor profesional datang untuk melakukan pengukuran resmi.

Baca Juga: Dian Novita, Warga Tegaldlimo Banyuwangi Punya Mimpi Besar Bangun Sanggar Tari di Amerika, Inilah Sosok dan Kiprahnya

Setelah verifikasi selesai, Guinness World Records akhirnya mengakui taman ini sebagai taman terkecil di dunia, dan upacara penghargaan diadakan pada 25 Februari 2025 di balai kota Nagaizumi.

Sebelum taman Nagaizumi mendapatkan gelarnya, Mill Ends Park di Portland memegang rekor selama lebih dari lima dekade. Taman ini memiliki sejarah unik, dibuat pada tahun 1948 oleh seorang jurnalis bernama Dick Fagan.

Pada saat itu, Fagan melihat sebuah lubang bekas tiang lampu di trotoar dekat kantornya yang tidak pernah diperbaiki. Sebagai bentuk kreativitas dan protes terhadap pemerintah kota, ia menanam bunga di dalam lubang tersebut dan menamainya Mill Ends Park.

Taman ini kemudian secara resmi diakui oleh Guinness Book of Records pada tahun 1971 sebagai taman terkecil di dunia, hingga akhirnya gelarnya diambil alih oleh taman mini di Nagaizumi.

Pengakuan Guinness World Records terhadap taman Nagaizumi tidak hanya sekadar memberi kota itu rekor dunia, tetapi juga menambah daya tarik wisata lokal.

Pemerintah kota berharap taman ini bisa menjadi ikon yang menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan citra Nagaizumi sebagai kota yang kreatif dan ramah lingkungan.

"Kami ingin terus merawat taman ini bersama masyarakat, serta menciptakan lanskap yang lebih ramah media sosial sehingga lebih banyak orang akan menemukan atraksi kota kami," ujar Shuji Koyama.

Taman ini juga menjadi simbol bagaimana ruang terbatas di perkotaan bisa tetap dimanfaatkan untuk menciptakan ruang hijau.

Di era di mana banyak kota besar kehilangan lahan hijau akibat urbanisasi yang masif, taman kecil di Nagaizumi membuktikan bahwa bahkan lahan sekecil apa pun bisa diubah menjadi ruang yang bermanfaat.

Meskipun tidak sebesar taman-taman terkenal di dunia, taman ini memiliki makna tersendiri bagi warga setempat.

Dengan keunikan dan pengakuan dunia yang baru didapatkan, taman terkecil di dunia ini kemungkinan akan semakin populer, menarik pengunjung yang penasaran ingin melihat langsung betapa kecilnya taman ini.

Baik untuk berfoto, sekadar duduk, atau bahkan hanya untuk mengatakan bahwa mereka pernah mengunjungi taman terkecil di dunia, tempat ini telah menjadi destinasi wisata kecil yang memiliki dampak besar.

Kini, dengan adanya rekor resmi dari Guinness World Records, nama Nagaizumi semakin dikenal di kancah internasional. Taman mini ini bukan hanya sekadar tempat kecil dengan rumput dan bangku, tetapi juga menjadi bukti bagaimana kreativitas bisa mengubah sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa.

Ke depan, pemerintah kota berencana untuk terus menjaga dan memperindah taman ini agar tetap menjadi daya tarik yang unik dan tetap mempertahankan rekor sebagai taman terkecil di dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#guinness world records #jepang #Nagaizumi #taman terkecil di dunia