Korban kali pertama ditemukan anaknya, Sugiarto, 30, dan tetangganya Legirin, 60. Saat ditemukan, korban yang sudah tidak bernyawa itu mengalami luka lebam di kepala dan patah tulang pada betis kiri. “Ditemukan oleh anaknya sendiri,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi.
Menurut Kapolsek, korban ini sehari-hari bekerja sebagai pencari madu dengan masuk hutan dan perkebunan, salah satunya di Kebun Sungailembu, PTPN XII Dusun SUngailembu, Desa Sumberagung. “Korban biasanya berangkat sekitar pukul 08.00, dan pukul 15.00 udah sampai di rumah,” terangnya.
Saat kejadian, jelas dia, hingga pukul 16.00 belum sampai rumah. Dan ini, membuat keluarganya kebingungan. Dengan dibantu para tetangga, mereka menyusul ke Kebun Sungailembu. “Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 dengan tubuh tertelungkup di bawah pohon beringin,” ungkapnya.
Saat ditemukan oleh keluarga dan para tetangga, jelas dia, korban sudah meninggal. Di antara warga, akhirnya melaporkan ke polsek. “Kita meluncur ke lokasi, jenazah kita bawa ke rumahnya pakai mobil polsek,” cetusnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis, jelas Kapolsek, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ada bekas jeratan, bekas benda tumpul atau sayatan benda tumpul. “Korban mengalami patah tulang pada betis kiri, dan luka lebam pada kepala bagian belakang,” bebernya.
Menurut Kapolsek, korban yang ditemukan tertelungkup di bawah pohon beringin itu, diduga jatuh saat memanjat pohon untuk mengambil madu. Karena tidak ada warga yang mengetahui, akhirnya meninggal. “Diduga meninggal karena jatuh dari pohon beringin yang tingginya sekitar 30 meter,” jelasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi