Karena aksi itu, ayahnya Said, 73, yang ada di mobil terpaksa harus mendapat perawatan di Puskesmas Kalibaru karena terkena serpihan kaca. “Ayah saya dilarikan ke Puskesmas dibantu petugas Polsek Kalibaru,” cetus Rodiyah saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Genteng, Senin sore (4/7).
Rodiyah menyebut saat kejadian pelaku berjumlah dua orang yang naik motor, tidak dari arah belakang, tapi dari arah depan. Salah satu dari dua orang itu, tiba-tiba melempar kaca mobil Suzuki Grand Vitara yang disopiri Abdul Rohim, 56, suaminya. Di dalam mobil, saat itu ada bapak dan ibunya Said, 73, dan Iyem 72, dan keponakannya Seni 50. “Saya juga ada di mobil, mobil dari arah barat,” jelasnya.
Menurut Rodiyah, mobilnya dilempar batu sekitar pukul 19.00, dan mobilnya melaju dengan kecepatan sekitar 50 Km/per jam. Saat itu, rombongannya baru pulang dari ziarah makam Habib Ali Gumitir. “Saat melewati Desa Kajarharjo tiba-tiba mobil dilempar batu sebesar bola tenis, pelaku naik motor dari arah berlawanan,” katanya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, aksi pelemparan batu hingga membuat kaca depan mobil Suzuki Grand Vitara pecah dan bolong, terjadi di jalan raya Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kcamatan Kalibaru pada Selasa malam (14/6).
Tidak ada korban dalam kejadian itu. Sopir mobil Suzuki Grand Vitara Abdul Rohim warga Dusun Kajeng Pemogan, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, bersama tiga orang penumpang selamat semua. “Mobil ini melaju dari arah barat,” cetus Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabbar.
Pelaku pelemparan batu itu, terang Kapolsek, mengendarai motor. Sebelumnya, motor pelaku itu melaju di belakang mobil yang dinaiki korban. “Motor itu menyalip dan melempar dengan batu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng. (mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi