Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dipasok Luar Kota, Harga Buah Jeruk Lokal Tidak Menentu

Ali Sodiqin • Minggu, 13 Maret 2022 | 20:00 WIB
dipasok-luar-kota-harga-buah-jeruk-lokal-tidak-menentu
dipasok-luar-kota-harga-buah-jeruk-lokal-tidak-menentu


SRONO – Gara-gara banyaknya pasokan jeruk dari Pulau Bali dan Kota Medan, harga komoditi jeruk di tingkat petani tidak stabil. Malahan, kini harganya anjlok dikisaran Rp 3.000 dan Rp 5.000 per kilogram.



Harga buah jeruk sebesar itu, oleh petani dianggap rendah dan tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan. “Harga jeruk sekarang murah,” cetus Dian Eko, 40, salah satu petani jeruk asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jumat (11/3/2022).



Harga jeruk di tingkat petani yang hanya Rp 3.000 per kilogram itu, jelas dia, sebenarnya sudah naik. Sebelumnya, sempat dibawahnya. “Harga jeruk tidak menentu, naik dan turun, susah diprediksi,” ungkapnya.



Menurut Dian, harga jeruk yang tidak menentu itu, jelas dia, lantaran banyaknya pasokan dari kota lain. Selain itu, di Banyuwangi juga karena curah hujan yang tinggi. “Hujan membuat kualitas jeruk menurun, kualitas jelek harganya akan murah,” katanya.



Yang membuat petani semakin bingung, jelas dia, harga jeruk yang murah ini berbarengan dengan naiknya harga pupuk. Dan ini, membuat biaya operasional membengkak. “Harga pupuk sekarang mahal, kalau harga jeruk cuma Rp 5.000 per kilogram, biaya produksi belum tertutup,” katanya.



Eko mengaku tidak bisa melakukan apa-apa dengan tidak stabilnya harga jeruk itu. Ia mengaku hanya bisa pasrah sambil menunggu harga jeruk naik. “Ya harapannya harga bisa bagus terus,” ungkapnya.



Salah satu pengepul jeruk Desa Kebaman, Ribut Budianto, 41, mengatakan naik turunnya harga jeruk di bulan-bulan ini memang sudah biasa terjadi. “Kalau musim hujan, harganya memang kerap turun, biasanya juga karena kalah saing dengan jeruk dari kota lain,” ungkapnya.(sas/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#pertanian