GENTENG – Paguyuban penyewaan mobil mainan anak yang mangkal di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, banyak yang mengeluh karena warga yang datang untuk menyewa kendaraan mainan sangat sepi, Senin (28/2).
Karena penyewa sepi, anggota paguyuban yang berjumlah 19 orang sepakat sekali datang ke RTH Maron hanya membawa mobil mainan paling banyak lima unit saja. “Penghasilan tidak pasti,” cetus salah satu anggota paguyuban penyewaan mobil mainan, Katiran, 55.
Menurut Katiran, anggota paguyuban sebanyak 19 orang itu semuanya warga Desa Genteng Kulon. Selama pandemi, penghasilannya sangat sepi. “Biasanya pada Minggu pagi dan sore ramai, tapi sekarang sepi,” kata warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon itu.
Katiran mengaku sudah menekuni usaha penyewaan mobil mainan ini 10 tahun. Bila sedang ramai, penghasilannya rata-rata Rp 150 ribu per hari. Setiap mobil yang disewakan, harganya Rp 5000 dengan waktu 10 menit, itu untuk mobil atau motor. “Waktu habis langsung kita tarik,” ungkapnya.
Saat libur maupun akhir pecan, terang dia, pengunjung RTH Maron sedikit banyak. Tapi, penghasilannya naik sedikit. Malahan, sering tidak mendapat sama sekali. “Kalau hujan, tidak ada anak yang menyewa,” terangnya.
Menurut Katiran, setiap anggota yang tergabung dalam paguyuban, akan ditarik retribusi sebesar Rp 5000 setiap harinya. Dana tersebut, untuk kebersihan, keamanan, dan fasilitas RTH. Ssetiap hari dibayarkan, ada yang narik,” pungkasnya.(mg5/abi)
Editor : Ali Sodiqin